Konten dari Pengguna

Contoh Akulturasi, Pengertian, dan Faktor Terjadinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu contoh akulturasi adalah wayang. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu contoh akulturasi adalah wayang. Foto: Unsplash

Dalam ilmu sosiologi atau antropologi, istilah akulturasi sering digunakan untuk menggambarkan suatu percampuran dari dua budaya atau lebih. Contoh akulturasi yang sering ditemukan di kehidupan sehari-hari adalah musik keroncong. Musik tersebut merupakan perpaduan antara negara Spanyol dan Indonesia.

Terjadi contoh akulturasi di atas dapat berjalan degan proses yang cepat atau lambat. Hal tersebut tergantung pada persepsi masyarakat setempat terhadap budaya yang masuk.

Apabila budaya asing itu masuk dengan paksaan, akulturasi akan memakan waktu lama. Sebaliknya, apabila budaya asing masuk dengan damai dan mudah diterima, akulturasi akan cepat terjadi.

Lantas, apa pengertian, contoh, dan faktor terjadinya akulturasi? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Pengertian Akulturasi

Menurut buku Komunikasi Antar Budaya karangan Mulyana dan Rakhmat, akulturasi adalah suatu bentuk perubahan budaya yang diakibatkan oleh adanya kontak antar-kelompok budaya. Melalui kontak tersebut, terdapat penekanan pada penerimaan pola-pola, budaya, dan ciri-ciri masyarakat pribumi oleh minoritas.

Sementara menurut pandangan dari etnologi dan antropologi, akulturasi bisa dipahami sebagai perubahan kultural yang terjadi akibat adanya pertemuan secara intensif dan saling memengaruhi antar-dua kelompok kebudayaan yang berbeda. Artinya, terdapat interaksi antara dua kebudayaan yang saling membaur.

Melihat dari penjelasan di atas, akulturasi dapat diartikan sebagai fenomena bersatunya dua kebudayaan atau lebih yang membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur dari kebudayaan asli tersebut.

Adanya akulturasi membuat terjadinya perubahan sosial yang lain, seperti difusi, asimilasi, dan akomodasi. Meski demikian, akulturasi tetap menjadi proses sosial yang penting untuk masyarakat di kawasan plural atau majemuk untuk menciptakan keharmonisan.

Proses terjadinya akulturasi menyebabkan munculnya unsur-unsur baru di dalamnya. Menyadur buku Khanzanah Antropologi 1 untuk Kelas XI SMA dan MA karangan Siany L, berikut informasinya.

  1. Substitusi, pergantian dari kebudayaan lama dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.

  2. Sinkretisme, percampuran unsur-unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru dan pada akhirnya membentuk sistem budaya baru.

  3. Adisi, perpaduan unsur-unsur kebudayaan lama dan baru sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

  4. Dekulturasi, hilangnya unsur-unsur kebudayaan yang lama dan digantikan dengan kebudayaan yang baru.

  5. Originasi, masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal oleh masyarakat setempat sehingga menimbulkan perubahan sosial.

  6. Rejeksi, proses penolakan yang muncul sebagai akibat proses perubahan sosial yang sangat cepat dan menimbulkan dampak negaitf bagi sebagian anggota masyarakat yang tidak siap menerima perubahan.

Faktor Terjadinya Akulturasi

Faktor terjadinya akulturasi disebabkan oleh masuknya kebudayaan asing. Foto: Unsplash

Proses akulturasi sudah ada sejak dahulu dalam sejarah kebudayaan manusia. Penyebabnya karena banyak orang yang sudah melakukan migrasi atau gerak perpindahan di muka bumi. Tidak hanya itu, salah satu faktor penting terjadinya akulturasi adalah kontak budaya.

Akulturasi tercipta melalui banyak bentuk kontak budaya, di antaranya:

  • Kontak sosial dapat terjadi pada seluruh lapisan masyarakat, sebagian masyarakat atau antarindividu dalam dua masyarakat.

  • Kontak budaya dapat terjadi dalam suasana bersahabat atau suasana bermusuhan.

  • Kontak budaya dapat terjadi antar kelompok yang menguasai dan dikuasai dalam seluruh unsur budaya, baik dalam ekonomi, bahasa, teknologi, kemasyarakatan, agama, dan lainnya.

  • Kontak budaya dapat terjadi di antara masyarakat yang jumlah warganya banyak atau sedikit.

  • Kontak budaya dapat terjadi dalam ketiga wujud budaya, baik sistem budaya, sistem sosial, maupun unsur-unsur budaya fisik.

Selain kontak budaya, ada juga faktor pendorong lainnya yang menyebabkan terjadi akulturasi, yaitu:

  1. Munculnya ketidakpuasan masyarakat terhadap aspek kehidupan tertentu.

  2. Munculnya orientasi terhadap masa depan dan keinginan untuk maju.

  3. Adanya penduduk yang heterogen.

  4. Masyarakat memberlakukan sistem yang terbuka.

Sementara itu, ada juga faktor penghambat dari akulturasi. Pasalnya, sudah dijelaskan sebelumnya, tidak setiap kebudayaan baru yang masuk akan diterima dengan mudah oleh masyarakat setempat. Berikut adalah faktor penghambat terjadinya akulturasi.

  1. Lambatnya perkembangan ilmu pengetahuan.

  2. Terdapat kepentingan yang tertanam kuat.

  3. Minimnya interaksi dan hubungan dengan kelompok masyarakat lain.

  4. Adanya prasangka buruk terhadap berbagai hal baru.

  5. Terdapat hambatan yang bersifat ideologis.

Perbedaan Akulturasi dan Asimilasi

Apa saja perbedaan dari akulturasi dan asimilasi? Foto: Unsplash

Akulturasi dan asimilasi merupakan fenomena proses sosial yang saling berhubungan dengan kebudayaan. Meski demikian, akulturasi dan asimilasi memiliki perbedaan yang cukup jelas terlihat.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, akulturasi adalah kelompok budaya, yang menekankan pada penerimaan pola-pola dan budaya baru dan ciri-ciri masyarakat pribumi oleh kelompok-kelompok minoritas.

Berbeda dengan akulturasi, asimilasi adalah perubahan pola kebudayaan untuk menyesuaikan diri dengan mayoritas. Menurut buku Sosiologi: Suatu Pengantar karangan Soekantor, proses asimilasi terjadi karena dua proses, yakni asimilasi tuntas satu arah dan dua arah.

  • Asimilasi tuntas satu arah, terjadi karena seorang individu atau kelompok mengambil alih kebudayaan serta jati diri kelompok dominan lainnya.

  • Asimilasi tuntas dua arah, terjadi karena dua atau lebih kelompok etnik saling menerima dan memberi budaya yang dimiliki.

Untuk memahami lebih jelas tentang asimilasi dan perbedaannya dengan akulturasi, berikut adalah contoh asimilasi seperti yang dikutip dari buku Sosiologi: Jilid 1 karangan Kun Maryati, dkk.

  1. Masuknya musik dangdut karena adanya pengaruh musik Melayu dan India.

  2. Perubahan gaya berpakaian saat ini yang mengikuti tren K-Pop atau negara Barat.

  3. Penggunaan bahasa Inggris dalam bahasa gaul untuk berkomunikasi.

  4. Penggunaan baju koko.

Contoh Akulturasi

Contoh akulturasi yang sering ditemui adalah seni kaligrafi. Foto: Pixabay

Menyadur buku Komunikasi Lintas Budaya karangan Wina Puspita Sari, berikut adalah contoh akulturasi budaya, di antaranya:

1. Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan seni bangunan dari akulturasi budaya. Candi ini terbesar dan tergolong sebagai keajaiban dunia. Bangunan ini pada dasarnya merupakan perpaduan antara kebudayaan India dan Indonesia.

2. Musik Keroncong

Tidak hanya itu, musik keroncong merupakan contoh dari akulturasi seni rupa. Itu karena musik melayu bertemu dan dipadukan dengan musik Spanyol dan melayu.

3. Wayang

Wayang adalah contoh kebudayaan Jawa dan India. Beberapa kebudayaan Jawa yang termasuk ke dalam tokoh wayang, yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

4. Seni Kaligrafi

Contoh lainnya adalah seni kaligrafi yang termasuk ke dalam kebudayaan Islam dan Indonesia. Seni kaligrafi ini awalnya mengambil tulisan arab dan membentuknya menjadi berbagai variasi.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Contoh akulturasi di Indonesia apa?

chevron-down

Contoh akulturasi yang sering ditemukan di kehidupan sehari-hari adalah musik keroncong. Musik tersebut merupakan perpaduan antara negara Spanyol dan Indonesia.

Apa yang dimaksud dengan akulturasi?

chevron-down

Akulturasi adalah suatu bentuk perubahan budaya yang diakibatkan oleh adanya kontak antar-kelompok budaya. Melalui kontak tersebut, terdapat penekanan pada penerimaan pola-pola, budaya, dan ciri-ciri masyarakat pribumi oleh minoritas.

Apa itu akulturasi dan asimilasi?

chevron-down

Akulturasi adalah kelompok budaya, yang menekankan pada penerimaan pola-pola dan budaya baru dan ciri-ciri masyarakat pribumi oleh kelompok-kelompok minoritas. Sementara asimilasi adalah perubahan pola kebudayaan untuk menyesuaikan diri dengan mayoritas.