Konten dari Pengguna

Darah Rendah: Ciri-ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cek tensi darah rendah. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cek tensi darah rendah. Foto: Pexels.com

Darah rendah merupakan kondisi saat tekanan darah seseorang berada di bawah rentang normal. Tekanan darah rendah atau hipotensi terjadi apabila tensi di bawah 90/60 mmHg.

Tekanan darah yang rendah pada dasarnya tidak terlalu berbahaya. Meskipun begitu ada gejala darah rendah yang bisa berisiko. Misalnya kepala pusing yang berujung penderitanya sampai terjatuh atau pingsan.

Adapun penanganan awal yang bisa dilakukan ialah segera duduk atau berbaring, berhenti sejenak dari semua kegiatan yang sedang dilakukan, dan minum air putih. Untuk mengetahui gejala darah rendah lainnya simak tulisan ini sampai selesai.

Ciri Darah Rendah

Ciri-ciri tekanan darah rendah biasanya terjadi saat penderita sedang berdiri dalam waktu yang lama, atau setelah bangun dari tempat duduk dan berbaring. Mengutip dari www.heart.org, berikut ciri-ciri darah rendah kambuh yang paling umum dirasakan oleh penderitanya:

  • Sakit kepala

  • Perut mual

  • Pingsan

  • Sering merasa haus

  • Konsentrasi menurun

  • Pandangan kabur

  • Tubuh dingin dan pucat

  • Pernapasan menjadi lebih cepat dan pendek

  • Mudah lelah

  • Merasa tertekan

Penyebab Darah Rendah

Ilustrasi kehamilan bisa menjadi penyebab darah rendah. Foto: Pexels.com

Tekanan darah yang rendah tidak terjadi begitu saja, melainkan ada pemicunya. Melansir dari laman resmi Mayo Clinic, berikut beberapa penyebab tekanan darah rendah yang lazim terjadi, salah satunya karena kehamilan.

  • Kehamilan

Sistem peredaran darah selama hamil akan meluas hingga tekanan darah akan turun. Akan tetapi jangan khawatir karena hal ini wajar terjadi pada ibu hamil. Begitu melahirkan, biasanya tekanan darah akan kembali normal.

  • Masalah jantung

Darah rendah bisa terjadi karena permasalahan yang ada di jantung, misalnya, denyut jantung terlalu rendah (bradikardia), masalah katup jantung, serangan jantung, hingga gagal jantung.

  • Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi saat tubuh kehilangan banyak air daripada yang dibutuhkan. Dehidrasi bisa menyebabkan lelah dan pusing.

  • Kehilangan darah

Hilangnya banyak darah karena cedera besar atau pendarahan bisa mengurangi jumlah darah dalam tubuh. Dengan begitu akan terjadi penurunan tekanan darah.

  • Infeksi berat (Septikemia)

Septikemia bisa membuat tekanan darah menjadi turun bahkan berisiko mengancam jiwa. Septikemia terjadi saat infeksi di tubuh memasuki aliran darah.

  • Anafilaksis

Anafilaksis adalah reaksi alergi dari makanan, obat-obatan tertentu, racun serangga, dan lateks. Selain menyebabkan turunnya tekanan darah, kondisi ini juga menyebabkan masalah pernapasan, gatal-gatal, dan tenggorokan bengkak.

  • Kurang nutrisi

Kurangnya vitamin B12 dan folat akan mencegah tubuh dalam memproduksi sel darah merah (anemia) sehingga menimbulkan tekanan darah rendah.

Gejala Darah Rendah

Ilustrasi pusing sebagai gejala darah rendah. Foto: Pexels.com

Pada dasarnya kondisi darah rendah tidak selalu merasakan gejala. Namun jika kondisinya sudah parah biasanya akan diikuti oleh gejala tertentu.

Adapun gejala tekanan darah rendah yang paling sering terjadi adalah merasa lemas. Secara lengkap berikut gejala darah rendah pada remaja, anak-anak, dewasa, maupun lansia:

  • Pusing

  • Lemas

  • Mual

  • Jantung berdebar kencang

  • Detak jantung tidak teratur

  • Mengalami pingsan

  • Hilang keseimbangan

  • Pandangan buram atau kabur

Cara Mengatasi Darah Rendah

Ilustrasi teh untuk mengatasi darah rendah. Foto: Pexels.com

Cara mengatasi tekanan darah rendah bisa dilakukan dengan perawatan sederhana dari rumah. Menyadur dari Mayo Clinic, berikut adalah cara mengatasi darah rendah secara cepat:

  • Mengonsumsi makanan yang mengandung garam. Di dalam garam ada zat yodium yang mampu menaikkan tekanan darah.

  • Tidak berdiri terlalu lama.

  • Mengubah posisi secara perlahan saat bangun dari tidur maupun duduk.

  • Minum air mineral secara cukup guna meningkatkan volume darah dan mencegah dehidrasi.

  • Menumpuk 2-3 bantal saat tidur agar saat bangun dan berdiri tekanan darah tidak menurun secara drastis.

  • Mengurangi minuman beralkohol.

  • Minum secangkir kopi di pagi hari.

Angka Tensi Darah Rendah

Ilustrasi mengukur tensi darah. Angka tensi darah rendah adalah di bawah 90/60 mmHg. Foto: Pexels.com

Hipotensi atau darah rendah umumnya tak terlalu membahayakan penderita. Akan tetapi darah rendah yang terjadi dalam waktu lama akan berisiko menimbulkan komplikasi, seperti masalah pada jantung maupun otak.

Darah di dalam tubuh memiliki acuan angka untuk menentukan normal atau tidaknya tekanan darah. Lantas berapa tensi darah rendah? Secara umum, orang dewasa dengan kondisi tubuh sehat mempunyai tekanan darah normal sekitar 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Oleh karena itu, tensi darah rendah adalah di bawah angka 90/60 mmHg. Adapun tensi darah yang tinggi di atas 120/80 mmHg. Angka 60 dan 80 mmHg menunjukkan bahwa tekanan jantung beristirahat, sedangkan angka 90 dan 120 merujuk pada tekanan jantung yang memompa darah dan menyalurkannya ke seluruh tubuh.

Makanan untuk Mengatasi Darah Rendah

Bagi penderita darah rendah, kamu perlu mengetahui makanan yang baik untuk dikonsumsi dan yang harus dihindari. Hal ini dilakukan untuk membantu mengembalikan tekanan darah menjadi normal.

Berikut daftar makanan yang bisa mengatasi darah rendah. Namun perlu diingat bahwa kamu perlu mengonsumsinya secara tepat dan tak berlebihan.

Makanan untuk mengatasi darah rendah:

  1. Makanan yang mengandung natrium atau garam, misalnya, keju, sarden, dan daging asap.

  2. Minuman yang mengandung kafein, contohnya kopi dan teh.

  3. Makanan yang mengandung folat, misalnya, pisang, alpukat, brokoli, dan bayam.

  4. Makanan yang mengandung vitamin B12, contohnya ikan salmon, tuna, kepiting, kerang, daging sapi, daging ayam, susu, dan telur.

Makanan yang dilarang untuk darah rendah:

  1. Makanan yang digoreng atau berminyak, karena makanan-makanan tersebut mengandung lemak trans sehingga akan menghambat aliran darah. Maka dari itu hindari mengonsumsi makanan yang digoreng dan ganti dengan makanan yang dikukus atau direbus.

  2. Makanan cepat saji, sebab, makanan cepat saji mengandung lemak jenuh dan kolesterol jahat yang bisa menyumbat dan membuat aliran darah menjadi tidak lancar.

  3. Makanan pedas, makanan ini bisa melukai lambung sehingga menyebabkan hilangnya nafsu makan. Jika keinginan makan menurun, tubuh akan kekurangan nutrisi, termasuk natrium dan zat besi. Dengan begitu, berpotensi menurunkan tekanan darah.

  4. Kurangi mengonsumsi alkohol karena mempunyai efek diuretik yakni efek yang membuat peminumnya menjadi sering buang air kecil. Jika terjadi hal tersebut, tubuh bisa kekurangan cairan dan tekanan darah menjadi semakin rendah.

(ZHR)

Frequently Asked Question Section

Apa saja ciri-ciri darah rendah kambuh?

chevron-down

Sakit kepala, perut mual, pingsan, sering merasa haus, konsentrasi menurun, pandangan kabur, tubuh dingin dan pucat, dan lainnya.

Berapa tensi darah rendah?

chevron-down

Tensi darah rendah adalah di bawah angka 90/60 mmHg.

Bagaimana cara mengatasi darah rendah?

chevron-down

1. Mengonsumsi makanan yang mengandung garam. 2. Tidak berdiri terlalu lama. 3. Minum secangkir kopi di pagi hari. 4. Minum air mineral secara cukup. 5. Mengurangi minuman beralkohol.