Konten dari Pengguna

Hasil Final M7 MLBB 2026 dan Momen Krusialnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hasil final M7 MLBB 2026. Foto: Unsplash.com/Pandhuya Niking
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hasil final M7 MLBB 2026. Foto: Unsplash.com/Pandhuya Niking

Hasil final M7 MLBB 2026 menjadi sorotan besar komunitas esports global karena menghadirkan pertemuan krusial dua kekuatan Mobile Legends berbeda.

Partai puncak tersebut digelar di Jakarta sebagai bagian rangkaian kejuaraan dunia yang mempertemukan wakil Asia Tenggara pada level tertinggi kompetitif.

Laga ini mencerminkan dinamika strategi, konsistensi eksekusi, serta ketahanan mental tim sepanjang seri penentuan gelar juara dunia Mobile Legends profesional global.

Hasil Final M7 MLBB 2026 Mobile Legends

Ilustrasi hasil final M7 MLBB 2026. Foto: Unsplash.com/Pandhuya Niking

Dikutip dari Instagram @mlbbesports_official, berikut adalah hasil final M7 MLBB 2026 yang berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026, di Arena Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Laga puncak tersebut mempertemukan Alter Ego AE Indonesia menghadapi AURORA PH Filipina.

Pertandingan grand final menggunakan format best of seven yang menuntut konsistensi performa sejak game awal hingga penentuan.

Sejak pertandingan pertama hingga laga terakhir, AURORA PH menunjukkan dominasi penuh atas Alter Ego dengan kemenangan telak skor akhir 4-0.

Game kedua menjadi salah satu laga yang paling banyak dibahas karena menampilkan konsep duel marksman murni dari kedua kubu.

Alter Ego menurunkan komposisi Yu Zhong sebagai exp lane, Suyou di jungle, Zhuxin mengisi mid lane, Granger sebagai gold lane, serta Chou pada posisi roam.

AURORA PH menjawab dengan susunan Sora di exp lane, Leomord sebagai jungler, Pharsa pada mid lane, Claude di gold lane, serta Grock sebagai roamer. Draft tersebut memperlihatkan fokus kedua tim pada kekuatan damage jarak jauh serta kontrol objektif.

Fase awal pertandingan berjalan cukup seimbang. Alter Ego AE sempat mengamankan turtle pertama melalui rotasi rapi dan eksekusi objektif yang disiplin. Keunggulan awal tersebut tidak bertahan lama.

Memasuki perebutan turtle kedua, AURORA PH berhasil membalikkan keadaan melalui inisiasi Grock yang efektif dan tindak lanjut damage dari Pharsa serta Claude. Sejak momen tersebut, kendali permainan berpindah ke tangan AURORA PH secara konsisten.

Memasuki mid game, tekanan AURORA PH semakin terasa. Alter Ego AE mengalami kesulitan besar untuk melakukan kontes terhadap lord pertama.

Objektif tersebut diamankan tanpa perlawanan berarti, kemudian dimanfaatkan untuk menekan inner turret Alter Ego AE.

Serangan berlapis hampir mengakhiri permainan pada fase tersebut, akan tetapi base turret masih mampu dipertahankan melalui pertahanan terakhir yang disiplin.

Perubahan pendekatan dilakukan Alter Ego AE pada perebutan lord kedua dengan mengalihkan fokus serangan kepada sumber damage utama AURORA PH. Yu Zhong berupaya memberi tekanan langsung ke arah Pharsa.

Namun, AURORA PH merespons cepat dengan memusatkan serangan ke lini belakang Alter Ego AE.

Suyou, Chou, serta Granger berhasil ditumbangkan secara berurutan, membuka jalan bagi AURORA PH untuk melancarkan dorongan terakhir menuju base.

Tekanan berkelanjutan tersebut mengakhiri perlawanan Alter Ego AE dan memastikan kemenangan game kedua.

Keunggulan 2-0 memberikan momentum besar bagi AURORA PH. Game ketiga dan keempat memperlihatkan pola permainan serupa dengan disiplin makro, kontrol map ketat, serta pemanfaatan objektif tanpa celah.

Alter Ego AE kesulitan menemukan ritme permainan akibat tekanan konstan di setiap lane. Hingga pertandingan berakhir, AURORA PH mempertahankan keunggulan sempurna tanpa kehilangan satu game pun.

Susunan pemain yang tampil pada grand final memperlihatkan kekuatan individu dan kerja sama tim. Alter Ego AE Indonesia diperkuat Nino pada exp lane, Yazuke sebagai jungler, Hijume di mid lane, Arfy pada gold lane, serta Alek sebagai roamer.

AURORA PH Filipina menurunkan Edward di exp lane, Demonkite sebagai jungler, Yue pada mid lane, Domengkite di gold lane, serta Light sebagai roamer.

Kombinasi pengalaman dan eksekusi presisi dari skuad Filipina menjadi faktor pembeda utama pada laga puncak ini.

Hasil final M7 MLBB 2026 menegaskan dominasi AURORA PH ssepanjang seri grand final dengan performa stabil dari awal hingga akhir pertandingan.

Catatan skor 4-0 menjadi penutup kejuaraan dunia yang memperlihatkan pentingnya disiplin strategi, kontrol objektif, serta ketajaman pengambilan keputusan di level tertinggi Mobile Legends. (Khoirul)

Baca Juga: Bracket M7 Terbaru di M7 World Championship 2026