Konten dari Pengguna

Ini Arti Warna Darah Haid yang Perlu Diketahui oleh Para Wanita

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi darah haid. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi darah haid. Foto: Unsplash.com

Mengetahui karakteristik darah haid atau darah menstruasi adalah keharusan bagi setiap wanita yang telah mengalami masa pubertas. Dari warna darah haid, seorang wanita dapat mendeteksi kesuburan pada sistem reproduksi. Selain itu darah haid juga bisa menunjukkan tingkat kesehatan tubuh, terkhusus yang berkaitan dengan kesehatan sistem reproduksi.

Riset dari American College of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan bahwa darah haid mampu menunjukkan tanda-tanda kesehatan layaknya suhu tubuh dan tekanan darah. Lalu, bagaimana cara mengetahui karakteristik dan warna pada darah haid? Simak penjelasannya masing-masing berikut ini.

Apa Ciri-ciri Darah Haid?

Ilustrasi ciri-ciri darah haid. Foto: Pexels.com

Bagi wanita, siklus haid merupakan hal yang kerap dialami setiap bulan. Umumnya, dalam satu periode haid, darah akan keluar dalam kurun waktu tiga hingga tujuh hari. Akan tetapi, kondisi demikian bisa saja berbeda antara satu wanita dengan wanita lainnya.

Mengutip Verywell Health, darah haid adalah campuran darah dan jaringan yang melapisi rahim. Itulah sebabnya, warna dan tingkat konsistensi darah haid tak sama dengan darah yang mengalir di seluruh tubuh.

Ketika keluar dari vagina, warna darah haid bisa bermacam-macam, mulai dari merah muda, merah, cokelat, atau hitam. Tak jarang pula, darah yang keluar disertai dengan gumpalan. Hal tersebut tergolong normal dialami pada setiap periode haid.

Akan tetapi pada satu kondisi, darah haid yang menggumpal dapat mengindikasikan masalah kesehatan lainnya. Inilah mengapa, penting bagi para wanita untuk mengetahui karakteristik dan ciri warna darah saat haid berlangsung.

Menurut para ahli, ciri darah haid yang subur berwarna merah segar dan intensitas darah yang dikeluarkan normal. Mengutip Healthline, ukuran normal darah yang dikeluarkan selama menstruasi sebanyak 30 hingga 60 mililiter.

Sebaliknya, ciri-ciri darah haid yang tidak normal memungkinkan seorang wanita kehilangan banyak darah atau menorrhagia. Selain itu, terdapat gumpalan darah berukuran lebih dari 2,5 sentimeter.

Adanya gumpalan darah saat haid tak jarang membuat para wanita merasa khawatir. Sebab, banyak dari mereka yang masih belum bisa membedakan darah haid dan darah kista.

Berbeda halnya dengan darah menstruasi, keluarnya darah kista disertai dengan beberapa kondisi tertentu. Menyadur dari laman Mayo Clinic, darah kista yang keluar dari vagina disertai dengan rasa nyeri di area perut tertentu.

Umumnya rasa nyeri tersebut terjadi di area perut bagian bawah. Di samping itu, keluarnya darah kista disertai dengan demam, pusing, dan kembung.

Arti Warna Darah Haid

Ilustrasi arti warna darah haid. Foto: Unsplash.com

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa darah haid memiliki karakteristik dan warna tertentu yang dapat mengindikasikan tingkat kesuburan dan kondisi kesehatan tubuh. Warna darah haid dapat berubah dalam satu periode menstruasi. Lantas, apa warna darah haid hari pertama?

Secara umum, darah haid di hari pertama cenderung berwarna merah muda atau merah segar karena dinding rahim baru mengalami peluruhan. Menurut laman Verywell Health, pada hari pertama menstruasi, tak jarang terdapat gumpalan merah tua atau kehitaman disertai dengan aliran darah yang deras. Kemudian pada hari kedua, warna darah haid akan menggelap menjadi merah.

Lalu, makna darah haid cokelat dan sedikit apa? Tak perlu khawatir, sebab kondisi tersebut umum ditemukan. Menurut para praktisi kesehatan, pada hari keempat dan kelima, darah haid akan berubah menjadi kecokelatan. Bahkan hanya tersisa bercak. Artinya, jumlah darah haid yang sedikit dengan warna yang semakin memudar menandakan siklus haid akan berakhir.

Lantas, darah haid berwarna hitam pertanda apa? Menurut sumber yang sama, warna darah haid yang cenderung gelap seperti merah gelap, cokelat hingga hitam mengindikasikan aliran darah yang lebih lambat.

Bagi sebagian wanita, kondisi tersebut kerap ditemukan dalam siklus menstruasi mereka. Hal tersebut terjadi karena darah cukup lama ada di bagian lapisan rahim, sehingga saat peluruhan, warna darah akan cenderung cokelat kehitaman.

Cara Melancarkan Darah Haid yang Sedikit

Ilustrasi cara melancarkan darah haid yang sedikit salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi. Foto: unsplash.com

Masalah lain dari siklus menstruasi pada wanita, yakni darah haid yang keluar sedikit. Faktor tersebut erat kaitannya dengan kondisi hormonal pada seorang wanita. Selain itu, tidak lancarnya siklus menstruasi juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup tak sehat.

Untuk mengatasi hal tersebut, berikut tiga cara yang dapat dilakukan untuk melancarkan darah haid yang sedikit:

1. Melakukan relaksasi

Kondisi hormonal seorang wanita salah satunya disebabkan oleh tingkat stres yang dialaminya. Secara tak langsung pula, hal tersebut menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi banyak atau sedikitnya darah haid yang keluar.

Oleh karena itu, luangkan waktu untuk melakukan relaksasi di waktu luang. Dengan melakukannya secara rutin, haid akan berangsur lancar tanpa hambatan.

2. Mengonsumsi buah dan sayur

Cara kedua yang dapat dilakukan yakni dengan mengonsumsi buah dan sayur secara rutin. Salah satu buah yang dapat dikonsumsi untuk memperlancar haid yakni pepaya. Dikutip dari Times of India, pepaya dapat membantu melepaskan darah dan jaringan dari vagina.

Sementara itu, salah satu sayuran yang dapat dikonsumsi untuk memperlancar haid yakni parsley. Menurut sumber yang sama, daun yang kerap digunakan sebagai tambahan makanan ini efektif untuk mengatasi permasalahan haid. Konsumsi daun parsley dengan cara meminum air rebusannya setiap hari secara teratur.

3. Melakukan terapi hormon

Menurut Verywell Health, cara ampuh untuk mengatasi darah haid yang sedikit yakni dengan melakukan terapi hormon. Perlu dicatat bahwa cara ini baru dilakukan pada wanita yang mengalami siklus haid tak teratur yang menyebabkan sulit hamil.

Umumnya, terapi hormon berupa pemberian obat dengan kandungan estrogen dan progesteron disuntikkan dalam dosis tertentu.

Cara Mengatasi Darah Haid yang Keluar Terlalu Banyak

Ilustrasi cara mengatasi darah haid yang keluar terlalu banyak dengan mengonsumsi obat tertentu. Foto: Unsplash.com

Tiap wanita memiliki intensitas keluarnya darah haid yang berbeda satu sama lain. Hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah terjadi. Pada satu kondisi, seorang wanita akan mengalami aliran darah haid yang ringan. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, aliran darah haid terlalu deras sehingga banyak darah yang dikeluarkan.

Mengutip laman Healthline, perdarahan hebat saat menstruasi atau menorrhagia patut untuk diperhatikan. Sebab, jika kondisi demikian dibiarkan terlalu lama dapat mengakibatkan risiko penyakit seperti anemia.

Guna mencegah hal tersebut terjadi, berikut tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi darah haid yang keluar terlalu banyak, dikutip dari laman Centers for Disease Control (CDC) dan Verywell Health:

1. Mengonsumsi obat penambah darah

Hilangnya darah akibat siklus menstruasi, bukan tak mungkin dapat mengurangi kadar zat besi dalam tubuh. Terlebih jika intensitas darah haid yang keluar cukup banyak. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur.

2. Pil KB

Menurut Verywell Health, pil KB secara efektif dapat mengurangi banyaknya darah yang keluar saat haid berlangsung. Sebab, obat tersebut bersifat reversibel sehingga cukup membantu mengatasi masalah yang satu ini.

Itulah penjelasan mengenai warna darah haid dan berbagai cara untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan siklus menstruasi. Semoga bermanfaat!

(ANM)

Frequently Asked Question Section

Apa warna darah haid hari pertama?

chevron-down

Secara umum, darah haid di hari pertama cenderung berwarna merah muda atau merah segar karena dinding rahim baru mengalami peluruhan.

Apa ciri-ciri darah haid?

chevron-down

Warnanya bervariasi, seperti merah segar hingga hitam, keluar dalam kurun waktu tiga hingga tujuh hari, intensitas darah haid yang dikeluarkan, normalnya sebanyak 30 hingga 60 mililiter.

Darah haid berwarna hitam pertanda apa?

chevron-down

Hal itu mengindikasikan aliran darah yang lebih lambat karena darah cukup lama berada di bagian lapisan rahim, sehingga saat peluruhan, warna darah cenderung cokelat kehitaman.