Konten dari Pengguna

Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir yang Bisa Menjadi Bahan Renungan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat bulan Rabiul Akhir. Foto: Unsplash.com/Nils Huenerfuerst
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat bulan Rabiul Akhir. Foto: Unsplash.com/Nils Huenerfuerst

Khutbah Jumat bulan Rabiul Akhir dapat menjadi kesempatan untuk mengingat kembali perjalanan umat Islam pada salah satu bulan dalam kalender Hijriah.

Rabiul Akhir merupakan bulan keempat dalam penanggalan Hijriah yang berada setelah Rabiul Awwal dan sebelum Jumadal Ula.

Momentum Jumat dapat diisi dengan nasihat yang mengajak jamaah memperkuat ketakwaan, kesabaran, dan sikap berserah diri kepada Allah.

Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir

Ilustrasi khutbah Jumat bulan Rabiul Akhir. Foto: Unsplash.com/Masjid Pogung Raya

Berikut adalah khutbah Jumat bulan Rabiul Akhir yang dapat disampaikan dengan tema keteguhan hati dan tawakal kepada Allah, dikutip dari kemenag.go.id.

Khotbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah senantiasa memperkuat ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan.

Ada masa ketika seseorang memperoleh kemudahan, tetapi ada pula keadaan yang menuntut kesabaran, keteguhan, serta keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu memiliki waktu yang paling tepat.

Allah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 128:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Artinya, sungguh telah datang kepada kaum Muslimin seorang Rasul dari kalangan sendiri. Terasa berat bagi beliau penderitaan yang dialami umat, beliau sangat menginginkan kebaikan bagi umat, serta memiliki sifat penyayang dan penuh kasih kepada orang-orang beriman.

Ayat tersebut mengingatkan tentang kasih sayang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya. Sikap tersebut patut diteladani melalui kepedulian terhadap keluarga, tetangga, dan sesama Muslim, terutama ketika ada orang yang sedang mengalami kesulitan.

Rabiul Akhir juga mengingatkan umat Islam pada sejumlah peristiwa dalam perjalanan sejarah Islam. Salah satunya berkaitan dengan Bani Nadhir yang terusir dari Madinah setelah melakukan upaya terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan turunnya Surah Al-Hasyr yang mengandung pelajaran tentang akibat dari pengkhianatan dan pentingnya mengambil hikmah dari setiap peristiwa.

Pada bulan yang sama dalam tahun ke-10 Hijriah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus Khalid bin al-Walid kepada Bani al-Harits bin Ka‘b. Peristiwa itu berakhir dengan masuk Islamnya mereka.

Kisah tersebut menunjukkan bahwa dakwah dilakukan dengan mengajak manusia menuju kebenaran, bukan sekadar mengejar kemenangan dalam urusan dunia.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Ketakwaan tidak cukup disimpan dalam hati, tetapi perlu terlihat melalui perilaku sehari-hari.

Menjaga lisan, berlaku jujur, menunaikan amanah, menghormati orang tua, menjaga hubungan keluarga, serta membantu orang yang kesulitan merupakan bagian dari usaha memperbaiki diri.

Mari menjadikan setiap pergantian bulan Hijriah sebagai kesempatan untuk melakukan muhasabah. Waktu terus berjalan dan umur terus berkurang.

Karena itu, setiap kesempatan sebaiknya digunakan untuk memperbaiki ibadah, memperbanyak amal saleh, serta memohon ampun atas kesalahan yang telah dilakukan.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ.

Marilah memperbanyak istighfar dan memperbaiki amal sebelum kesempatan hidup berakhir. Semoga Allah memberikan keteguhan dalam menjalankan ketaatan, melapangkan hati ketika menghadapi ujian, serta menjaga keluarga dan masyarakat dalam kebaikan.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Itulah contoh khutbah Jumat bulan Rabiul Akhir yang dapat disampaikan dengan tema ketakwaan, keteguhan hati, dan keteladanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. (Khoirul)

Baca Juga: Khutbah Jumat 15 Mei 2026 yang Menyentuh Hati