Konten dari Pengguna

Kisah Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Singkat dan Penuh Makna

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah, Foto: Unsplash/Sulthan Auliya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah, Foto: Unsplash/Sulthan Auliya

Kisah hijrah Nabi Muhammad ke Madinah singkat memiliki makna yang mendalam bagi umat Islam. Kisah ini mengandung nilai yang dapat diamalkan oleh umat Islam untuk menjalani kehidupan saat ini.

Perpindahan Nabi Muhammad bersama pengikutnya dari Mekkah ke Madinah menunjukkan perjuangan yang tak kenal lelah. Meskipun berat, hal ini dilakukan demi menyelamatkan diri dari tekanan kaum kafir Quraisy.

Kisah Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah Singkat

Ilustrasi Kisah Hijrah Nabi Muhammad ke Madinah, Foto: Unsplash/Simon Spring

Mengutip Jurnal Konteks Hijrah Nabi Muhammad Saw Dari Mekkah Ke Madinah Melalui Dakwah Individual Ke Penguatan Masyarakat, Alfi A., (2019: 163), kisah hijrah Nabi Muhammad ke Madinah singkat terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun ketiga belas kenabian.

Selama 13 tahun hidup di Mekkah, Rasulullah bersama pengikutnya telah mengalami cobaan dan siksaan besar dari kaum kafir Quraisy. Hak mereka dirampas dan diperlakukan sebagai orang yang tak berharga.

Hijrah Rasulullah ke Madinah bukan semata-mata untuk menyelamatkan diri, melainkan menjadi sebuah usaha untuk mendirikan masyarakat baru di daerah yang aman. Dengan demikian, maka pengaruh agama Islam juga akan meningkat.

Dalam hijrah ini, kaum Muslimin ada yang berangkat secara rombongan dan perorangan. Hal ini dilakukan hingga pemeluk agama Islam di Mekkah hampir kosong, menyisakan Rasulullah, Abu Bakar, Ali, dan orang yang ditahan maupun sakit.

Setelah mengetahui kepergian kaum Muslimin, kafir Quraisy merasa gundah. Mereka berkumpul di Darun Nadwal untuk mencari cara menghentikan bahaya ini dan memburu Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad dan Abu Bakar bahkan sempat bersembunyi di gua Tsur selama tiga hari tiga malam. Meskipun gua tersebut ditemukan, tetapi kaum kafir tidak menyadari keberadaan Nabi Muhammad di dalamnya.

Pada hari keempat, rombongan Rasulullah melanjutkan perjalanan menuju Yatrsib melalui pantai laut merah. Mereka sampai di Quba’ 5 km arah Selatan Yatsrib pada hari Senin, 12 Rabiul Awal.

Setelah hijrahnya Rasulullah, Madinah berkembang pesat dalam berbagai sektor. Ajaran agama Islam ditegakkan dengan baik dan masyarakat hidup berdampingan tanpa membandingkan perbedaan.

Demikianlah kisah hijrah Nabi Muhammad ke Madinah singkat. Cerita ini mengajarkan bahwa tidak ada usaha yang sia-sia selama memiliki tujuan yang mulia. (Nab)

Baca Juga: Arti Penting Diutusnya Nabi Muhammad Saw. dalam Menyampaikan Hukum Allah Swt.