Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7 dan Pembahasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7,Pexels/PPM Al-Hassan Putra
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7,Pexels/PPM Al-Hassan Putra

Kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7 menjadi informasi yang banyak dicari saat ini. Pada bagian 3.7, peserta didik diajak untuk memahami materi secara lebih mendalam dengan mengaitkannya pada nilai-nilai kehidupan yang relevan.

Kurikulum Berbasis Cinta yang dikembangkan oleh Kementerian Agama. Kurikulum ini menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menekankan nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian dalam setiap kompetensi yang diajarkan.

Soal dan Kunci Jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7

Ilustrasi kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7,Unsplash/Nguyen Dang Hoang Nhu

Kunci jawaban yang dilengkapi dengan pembahasan menjadi alat bantu penting dalam proses belajar. Inilah kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7 dan pembahasannya berdasarkan situs web pintar.kemenag.go.id.

  1. Seorang siswa berkata, “Saya lebih takut dihukum jika salah daripada merasa dicintai Allah saat berbuat baik.” Hal ini menunjukkan... A. Menggambarkan pendekatan hubungan berbasis rasa takut B. Mencerminkan penekanan pada sisi jalaliyah Allah C. Menunjukkan dominasi pemahaman terhadap konsekuensi perbuatan D. Mengindikasikan belum optimalnya pengalaman cinta kepada Allah Jawaban: D Pembahasan: Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa siswa masih lebih dominan memahami hubungan dengan Allah melalui rasa takut (jalaliyah), bukan cinta (jamaliyah).

  2. Madrasah merancang program penanaman pohon sebagai bagian dari penguatan karakter murid. Kegiatan yang paling mencerminkan penerapan nilai tersebut adalah… A. Menugaskan murid membuat laporan pertumbuhan pohon B. Mengajak murid menanam pohon untuk kualitas udara C. Mengarahkan murid peduli lingkungan D. Menanam dan merawat pohon sebagai ibadah dan penghormatan ciptaan Allah Jawaban: D Pembahasan: Jawaban D paling tepat karena mengaitkan aktivitas dengan nilai spiritual. Dalam KBC, kegiatan tidak hanya bersifat teknis, tetapi harus memiliki makna ibadah dan hubungan dengan Allah sebagai Pencipta.

  3. Keseluruhan rangkaian tea ceremony tersebut paling tepat dikategorikan sebagai metode pembelajaran… A. Eksperimen ilmiah B. Reflektif-eksperiensial C. Demonstratif D. Ekspositori Jawaban: B Pembahasan: Metode reflektif-eksperiensial menggabungkan pengalaman langsung dengan refleksi makna. Ini sesuai dengan prinsip KBC yang menekankan integrasi aspek kognitif dan afektif dalam pembelajaran.

  4. Perbedaan utama antara sebelum dan sesudah tea ceremony dapat dipahami sebagai... A. Peralihan kebiasaan ke makna B. Aktivitas otomatis ke sadar C. Fokus hasil ke proses D. Pengalaman biasa menjadi reflektif Jawaban: D Pembahasan: Tea ceremony mengubah aktivitas biasa menjadi pengalaman yang penuh makna. Peserta tidak hanya melakukan kegiatan, tetapi juga merenungkan nilai di baliknya.

  5. Respon guru terhadap murid yang menganggap manusia bebas memanfaatkan alam adalah… A. Diskusi peran manusia B. Dampak kerusakan lingkungan C. Membandingkan manfaat alam D. Refleksi menghormati semua ciptaan Allah Jawaban: D Pembahasan: Pendekatan terbaik adalah menanamkan kesadaran bahwa semua makhluk adalah ciptaan Allah yang harus dihormati. Ini menumbuhkan nilai spiritual, bukan sekadar logika lingkungan.

  6. Jika peserta hanya fokus pada rasa teh tanpa narasi, maka yang tidak tercapai adalah… A. Kesadaran reflektif B. Pengalaman estetika C. Pemahaman kualitas teh D. Kepuasan fisik Jawaban: A Pembahasan: Tanpa refleksi, pengalaman hanya berhenti pada sensasi. Padahal tujuan pembelajaran adalah membangun kesadaran makna di balik proses.

  7. Sintesis QS Al-Waqi’ah: 65 adalah… A. Hasil tidak bisa dipertahankan B. Manusia tidak menguasai hasil C. Proses bisa gagal D. Hasil bergantung pada kehendak Allah Jawaban: D Pembahasan: Ayat ini menegaskan bahwa segala hasil tetap berada dalam kehendak Allah. Hal ini menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran ketergantungan kepada-Nya.

  8. Makna “Rahmatan Lil Alamin” adalah… A. Untuk yang belajar Islam saja B. Untuk orang beriman saja C. Untuk kaum lemah D. Untuk seluruh makhluk Jawaban: D Pembahasan: Kasih sayang Rasulullah mencakup seluruh makhluk, tidak terbatas pada manusia atau kelompok tertentu. Ini menunjukkan universalitas ajaran Islam.

  9. Sintesis jalaliyah dan jamaliyah adalah… A. Kesempurnaan Allah B. Jamaliyah sebagai pintu cinta C. Keseimbangan keduanya D. Takut vs harapan Jawaban: B Pembahasan: Dalam KBC, pendekatan jamaliyah (kasih sayang) menjadi pintu masuk untuk menumbuhkan cinta kepada Allah, tanpa menghilangkan kesadaran akan kebesaran-Nya (jalaliyah).

  10. Makna QS Al-Waqi’ah (63–73) dalam konteks tea ceremony adalah… A. Manusia berperan penting B. Sistem alam teratur C. Proses dapat dipahami D. Hasil ditentukan Allah E. Gabungan usaha manusia & alam Jawaban: D Pembahasan: Proses panjang dari benih hingga menjadi teh menunjukkan bahwa hasil akhir tetap berada dalam kehendak Allah. Ini mengajarkan kerendahan hati dan rasa syukur.

Kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta 3.7 dan pembahasannya dapat membantu mengarahkan peserta didik untuk memahami konsep secara utuh. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pencapaian nilai, tetapi juga membentuk pola pikir. (Fia)

Baca juga: Konsep Cinta Ilmu dalam Pelatihan Pembelajaran dan Penerapannya