Konten dari Pengguna

Memahami Rukun Khutbah, Syarat, dan Tata Caranya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Syarat dan rukun khutbah harus terpenuhi agar pelaksanaan khutbah dianggap sah secara syariat. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Syarat dan rukun khutbah harus terpenuhi agar pelaksanaan khutbah dianggap sah secara syariat. Foto: Unsplash.com

Khotbah adalah salah satu bentuk ibadah berupa penyampaian ceramah pada waktu-waktu tertentu. Ibadah ini didasarkan pada syarat dan rukun khutbah tertentu.

Pada umumnya, khotbah dilaksanakan pada saat menunaikan ibadah salat Jum'at. Namun, tidak menutup kemungkinan jika ibadah ini dilaksanakan di lain waktu, seperti saat Idulfitri dan Iduladha.

Untuk melaksanakan khotbah, rukun khutbah adalah hal penting yang perlu diketahui, baik untuk seorang khatib maupun jemaah.

Lantas, apa saja rukun dari pelaksanaan khotbah? Temukan jawabannya pada penjelasan mengenai khotbah di bawah ini.

Pengertian Khutbah

Pengertian khutbah adalah penyampaian wasiat untuk bertakwa, kepada khalayak baik bentuknya janji kesenangan maupun ancaman kesengsaraan. Foto: Unsplash.com

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah khotbah memiliki arti, yakni pidato (terutama yang menguraikan tentang agama). Istilah khotbah di masyarakat memang banyak diartikan sebagai pidato agama.

Menurut Irfan Maulana dalam bukunya yang berjudul Buku Panduan Khutbah Jumat untuk Pemula, khotbah adalah seni pembicaraan kepada khalayak yang di dalamnya terdapat suatu pesan.

Hakikat khotbah adalah wasiat untuk bertakwa, kepada khalayak baik bentuknya janji kesenangan maupun ancaman kesengsaraan. Khotbah sendiri disampaikan dengan syarat dan rukun tertentu yang telah diatur dalam syariat Islam.

Syarat Khutbah

Salah satu syarat khutbah adalah khatib harus laki-laki. Foto: Unsplash.com

Irfan Maulana dalam bukunya yang sama menyebutkan bahwa ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar pelaksanaan khotbah sah secara syariat. Adapun syarat-syarat dari khotbah adalah sebagai berikut.

1. Khotbah Jumat

  • Khatib harus laki-laki.

  • Khatib harus berdiri bila mampu.

  • Khatib harus berbicara dengan suara yang keras agar khotbahnya bisa didengar dan diperhatikan. Khatib dapat menggunakan mikrofon atau pengeras suara supaya para jamaah bisa mendengar khotbah yang disampaikan.

  • Khatib harus suci dari dua hadas, baik itu hadas kecil atau hadas besar.

  • Khatib harus suci dari najis.

  • Khatib harus menutup aurat.

  • Khotbah dilakukan dengan berdiri, bagi yang mampu.

  • Khotbah harus disampaikan di kawasan tempat pelaksanaan ibadah salat agar terdengar oleh semua orang.

  • Khotbah dilaksanakan saat matahari terbit, tepatnya pada waltu Zuhur

  • Khotbah disertai duduk di antara dua khutbah.

  • Rukun-rukun khotbah Jumat dibaca secara berkesinambungan. Artinya, tidak ada jeda atau pemisah berupa pembicaraan lain selain khotbah yang disampaikan.

  • Untuk khotbah Jumat, jarak antara khotbah dan salat Jumat tidak boleh dijeda dalam waktu yang lama.

  • Rukun-rukun khotbah mesti dibaca berbahasa Arab meliputi bacaan hamdalah, selawat, pesan takwa, bacaan ayat suci Alquran, dan bacaan doa untuk kaum muslimin. Adapun isi khotbah boleh disampaikan menggunakan bahasa non-Arab.

2. Khotbah Salat Id

  • Khatib harus laki-laki.

  • Khatib harus suci dari hadas besar maupun kecil.

  • Khatib harus menutup aurat.

  • Khatib harus berdiri bila mampu.

  • Isi rukun khutbah baik yang pertama dan kedua harus didengar oleh jemaah sekurang-kurangnya 40 orang jemaah.

  • Khotbah dilaksanakan setelah salat Id dua rakaat.

Rukun Khutbah

Salah satu rukun khutbah adalah mengucapkan kalimat pujian kepada Allah SWT. Foto: Unsplash.com

Secara umum, tidak ada perbedaan antara rukun khutbah yang dilaksanakan pada salat Jumat dan salat Id. Berikut ini adalah rukun khutbah.

1. Membaca Kalimat Pujian kepada Allah SWT

Pelaksanaan khotbah dimulai dengan bacaan hamdalah, yakni kalimat pujian untuk Allah SWT, seperti alhamdulilah untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan-Nya. Contoh bacaannya adalah sebagai berikut:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

(Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu)

Artinya:

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya.

2. Mengucapkan Selawat Nabi

Lantunan selawat bersifat wajib untuk diucapkan ketika khotbah. Hal ini bertujuan untuk mendoakan Nabi Muhammad SAW.

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

(Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin)

Artinya:

Semoga selawat dan salam tercurah kepada Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam amal sampai hari kiamat

3. Membaca Doa Wasiat untuk Takwa kepada Allah SWT

Rukun ini memuat perintah, ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Mengenai lafalnya, khatib bisa memilih secara bebas. Salah satu contoh bacaannya adalah:

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

(Yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun)

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.

4. Membaca Ayat Suci Alquran

Rukun khutbah selanjutnya adalah membaca ayat suci Alquran. Khatib diharuskan untuk membaca paling tidak satu kalimat dari ayat suci Alquran.

5. Mendoakan Umat Islam

Rukun terakhir dari pelaksanaan khotbah adalah mendoakan seluruh umat Islam pada khotbah kedua. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

(Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati. Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa. Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina. Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin)

Artinya:

Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal, Sesungguhnya, Engkau adalah Zat yang Maha Mendengar, Maha Dekat, Zat yang mengabulkan doa.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Tata Cara Khutbah

Ilustrasi seseorang melakukan tata cara khutbah. Foto: Unsplash.com

Hukum Islam telah menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan khotbah. Pelaksanaan khotbah Jumat dan khotbah salat Id memiliki perbedaan.

Dikutip dari buku Fiqih untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VII karya Hasbiyallah, berikut ini adalah tata cara pelaksanaan khotbah.

1. Tata Cara Khutbah Jumat

  • Salat Jumat dimulai pada saat masuk waktu salat Zuhur lalu mengucapkan salam.

  • Setelah mengucapkan salam, khatib duduk dan muazzin mengumandangkan azan hingga selesai

  • Khatib mengawali khotbahnya dengan melaksanakan beberapa rukun, yaitu mengucapkan kalimat pujian, membaca syahadat, melantunkan selawat nabi, membaca wasiat takwa dan membaca beberapa ayat Alquran kemudian menyampaikan isi khotbah pertama.

  • Setelah khutbah pertama selesai, khatib duduk sebentar, lalu berdiri kembali untuk menyampaikan khutbah kedua.

  • Khutbah kedua diakhiri dengan dengan doa penutup khutbah kedua.

  • Setelah selesai berdoa khatib turun dari mimbar, kemudian muadzin mengumandangkan iqamah untuk pelaksanaan salat Jumat.

  • Kemudian melaksanakan salat jumat dua rakaat

2. Tata Cara Khutbah Salat Id

Untuk pelaksanaan khotbah pertama, tata caranya adalah sebagai berikut:

  • Khatib berdiri menghadap jemaah.

  • Mengucapkan salam.

  • Melafalkan takbir sebanyak sembilan kali.

  • Membaca kalimat pujian kepada Allah SWT berupa tahmid/hamdalah.

  • Melantunkan selawat nabi.

  • Membaca doa wasiat untuk takwa kepada Allah SWT

  • Menyampaikan nasihat ketakwaan, terutama soal penting zakat fitrah.

  • Membaca salah satu ayat Alquran.

  • Menutup khotbah pertama.

Setelah khotbah pertama selesai, dilanjutkan dengan khotbah kedua yang memiliki tata cara sebagai berikut

  • Membaca takbir sebanyak tujuh kali.

  • Mengucapkan tahmid/hamdalah.

  • Melantunkan selawat nabi.

  • Membaca doa wasiat untuk bertakwa

  • Membaca salah satu ayat Alquran.

  • Membaca doa ampunan untuk umat Islam.

  • Melafalkan doa sapu jagat.

  • Menutup khotbah kedua.

  • Mengucap salam.

(SAI)

Frequently Asked Question Section

Rukun khutbah apa saja?

chevron-down

Membaca kalimat pujian kepada Allah SWT, mengucapkan selawat nabi, membaca doa wasiat untuk takwa kepada Allah SWT, membaca ayat suci Alquran, dan mendoakan umat Islam.

Apa itu khutbah?

chevron-down

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah khotbah memiliki arti, yakni pidato (terutama yang menguraikan tentang agama). Istilah khotbah di masyarakat memang banyak diartikan sebagai pidato agama.

Apa hakikat khotbah?

chevron-down

Hakikat khotbah adalah wasiat untuk bertakwa, kepada khalayak baik bentuknya janji kesenangan maupun ancaman kesengsaraan. Khotbah sendiri disampaikan dengan syarat dan rukun tertentu yang telah diatur dalam syariat Islam.