Mengenal Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter dari Berbagai Sisi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam rangka menjaga kestabilan perekonomian, sebuah negara memiliki dua perangkat kebijakan, yakni kebijakan fiskal dan moneter. Pembahasan berikut ini, akan mengupas tuntas tentang apa saja perbedaan kebijakan fiskal dan moneter.
Sebagai informasi, berkembang atau majunya suatu negara dapat dilihat dari tingkat ekonominya. Suatu negara yang mampu mencapai tingkat pertumbuhan dan menjaga stabilitas ekonominya dapat dikategorikan sebagai negara maju. Demikian pula sebaliknya.
Sektor ekonomi juga rentan mengalami permasalahan yang dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Permasalahan sisi internal cenderung lebih mudah diantisipasi dan diatasi. Namun, hal ini tidak berlaku bagi permasalahan yang berasal dari faktor eksternal.
Faktor-faktor eksternal, seperti mekanisme pasar, permintaan pasar, dan persaingan akan sulit dikendalikan. Itulah mengapa, sebuah negara memiliki dua perangkat kebijakan yang bisa dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi, yaitu kebijakan fiskal dan moneter.
Dua kebijakan tersebut dilakukan dengan langkah dan tujuan yang berbeda pula. Agar lebih memahami antara kebijakan fiskal dan moneter, langsung saja simak uraian perbedaannya di bawah ini.
Perbedaan Kebijakan Fiskal dan Moneter
Menurut buku Alam S dalam bukunya EKONOMI : - Jilid 2, kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan pemerintah melalui bank sentral untuk mengontrol jumlah uang yang beredar dalam masyarakat, agar kondisi perekonomian negara dapat terkendali.
Sementara itu, kebijakan fiskal didefinisikan sebagai kebijakan yang diatur oleh pemerintah dengan cara mengurangi atau menambah pendapatan maupun belanja negara.
Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa kebijakan moneter berkaitan dengan bank dan peredaran uang di masyarakat, sedangkan kebijakan fiskal dilakukan pemerintah untuk mengatur pendapatan dan belanja negara.
Tak hanya itu, mengutip buku Ekonomi (IPS Terpadu) yang ditulis oleh Mohammad Yasin dkk., perbedaan kebijakan fiskal dan moneter dapat ditinjau berdasarkan jenis, instrumen, dan peranannya. Simak masing-masing perbedaannya di penjelasan berikut ini.
1. Berdasarkan Jenisnya
Dari jenisnya, kebijakan moneter dibagi menjadi dua, yaitu kebijakan moneter ekspansif dan kontraktif. Kebijakan ekspansif bertujuan untuk menambah jumlah uang yang beredar di masyarakat ketika terjadi resesi atau depresi.
Sementara itu, kebijakan kontraktif justru sebaliknya. Bank sentral akan mengurangi peredaran jumlah uang ketika terjadi inflasi. Dari jenis-jenisnya, disimpulkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk mengontrol jumlah uang yang beredar.
Lantas, bagaimana dengan kebijakan fiskal? Jenis-jenis kebijakan fiskal ternyata dapat digolongkan menjadi enam macam, yaitu:
Pengelolaan anggaran, yaitu kebijakan pemerintah dalam bentuk pengeluaran, perpajakan, dan pinjaman untuk menciptakan kondisi ekonomi yang stabil dan terarah.
Anggaran pembiayaan fungsional, yakni kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mengatur pengeluaran pemerintah melalui peninjauan akibat pendapatan langsung, serta usaha peningkatan kesempatan kerja.
Stabilisasi anggaran otomatis, yaitu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mengatur pengeluaran pemerintah dengan meninjau besarnya biaya dan manfaat dari berbagai program dengan tujuan penghematan.
Anggaran defisit, yakni kebijakan pemerintah yang mengatur sistem anggaran, sehingga pengeluaran akan lebih besar daripada penerimaan.
Anggaran seimbang, yaitu realisasi pendapatan negara sama dengan jumlah realisasi pengeluaran atau belanja negara.
Anggaran surplus, yaitu pemerintah tidak menghabiskan pendapatan untuk pengeluaran, sehingga akan menambah tabungan pemerintah.
2. Berdasarkan Instrumen
Tak hanya jenisnya yang berbeda, kebijakan moneter dan kebijakan fiskal juga memiliki instrumen yang berbeda. Instrumen yang dimaksud adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai kebijakan tertentu.
Pada kebijakan moneter, terdapat lima instrumen yang digunakan:
Operasi pasar terbuka
Kebijakan diskonto
Cadangan kas minimum
Kebijakan kredit selektif
Imbauan moral
Di sisi lain, instrumen dari kebijakan fiskal terdiri dari:
Anggaran belanja seimbang
Stabilitas anggaran otomatis
Pengelolaan anggaran
Pembiayaan fungsional
3. Berdasarkan Peranan
Selain ditinjau dari jenis dan instrumennya, kebijakan fiskal dan moneter dapat dibedakan berdasarkan peranannya. Mengacu kepada Undang-Undang No. 3 tahun 2004 pasal 7, kebijakan moneter dilakukan dalam rangka menciptakan kestabilan nilai mata uang yang beredar di masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan moneter berperan antara lain untuk menjaga stabilitas ekonomi, menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesempatan kerja, dan memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
Di sisi lain, kebijakan fiskal memiliki peranan yang berbeda. Kebijakan fiskal berperan untuk menurunkan tingkat inflasi, meningkatkan produk domestik bruto, mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan stabilitas perekonomian, dan menyejahterakan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Kebijakan Moneter Kuantitatif dan Kualitatif
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa itu kebijakan fiskal?

Apa itu kebijakan fiskal?
Kebijakan fiskal adalah segala jenis peraturan dan keputusan yang diambil pemerintah, agar menjaga stabilitas perekonomian dalam lingkup makro.
Apa itu kebijakan fiskal kontraktif?

Apa itu kebijakan fiskal kontraktif?
Kebijakan fiskal kontraktif adalah kebijakan menurunkan belanja negara dan menaikkan tingkat pajak. Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan daya beli masyarakat dan mengatasi inflasi dengan cara membuat pemasukan lebih besar daripada pengeluarannya.
Apa tujuan kebijakan fiskal ekspansif?

Apa tujuan kebijakan fiskal ekspansif?
Kebijakan fiskal ekspansif bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan cara menaikkan belanja negara dan menurunkan tingkat pajak.
