Konten dari Pengguna

Pengertian Majas Pleonasme, Ciri, Fungsi, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tulisan dengan majas pleonasme. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tulisan dengan majas pleonasme. Foto: Unsplash

Majas dapat disebut juga dengan gaya bahasa. Terdapat empat jenis majas dalam bahasa Indonesia, yakni majas hiperbola, perbandingan, pertentangan, dan penegasan. Salah satu majas yang tergolong ke dalam majas penegasan adalah majas pleonasme.

Lantas, apa yang dimaksud dengan majas pleonasme? Untuk mengetahui seputar majas pleonasme dalam majas penegasan, simak penjelasannya pada uraian artikel di bawah ini sampai akhir.

Pengertian Majas Pleonasme

Secara bahasa, kata pleonasme berasal dari bahasa Yunani, yaitu pleonasmus yang berarti banyak atau terlalu banyak. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pleonasme adalah pemakaian kata-kata yang berlebih daripada apa yang diperlukan.

Tim BIP menjelaskan dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pembentukan Istilah, pleonasme adalah majas penegasan yang ditandai dengan pengunaan kata denotasi (sudah jelas maknanya), tapi dipertegas lagi pada kalimat berikutnya.

Majas pleonasme juga bisa didefinisikan sebagai ungkapan gaya bahasa dengan penambahan kata-kata terhadap suatu keterangan yang sudah jelas maknanya.

Majas ini sering kali menambahkan keterangan yang dirasa tidak perlu dengan tujuan untuk menegaskan maksud dari kalimat tersebut.

Jadi, apabila keterangan tambahan dalam kalimat tersebut dibuang, maka kalimatnya tetap memiliki makna yang sama. Akan tetapi, majas pleonasme membuat suatu kalimat terdengar lebih kuat dan jelas.

Secara singkat, menurut Rika Lestari dalam buku Sukses UN Bhs. Indonesia SMP 2009, majas pleonasme adalah majas yang menggunakan sepatah kata yang sebenarnya tidak perlu diungkapkan lagi.

Ciri Majas Pleonasme

Ilustrasi tulisan dengan majas pleonasme. Foto: Unsplash

Adapun ciri-ciri majas pleonasme yang dapat ditemukan dari penjelasan di atas, antara lain:

  1. Memiliki sifat berlebihan, karena dipakai untuk mempertegas suatu keterangan dalam kalimat yang maknanya sudah jelas.

  2. Apabila dalam suatu kalimat terdapat kata-kata berlebih dengan makna yang sama, berarti kalimat tersebut memakai majas pleonasme.

  3. Menjelaskan keterangan secara berulang-ulang.

Fungsi Majas Pleonasme

Karena termasuk ke dalam majas penegasan, menurut Tim BIP dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pembentukan Istilah, fungsi utama majas pleonasme adalah menegaskan kepada lawan tutur atas sesuatu hal.

Majas penegasan biasanya digunakan dengan maksud untuk memunculkan kesan idealis dan terkadang bersifat provokatif kepada pembaca atau pendengarnya.

Oleh karena itu, majas pleonasme sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama pada suatu karya sastra seperti cerpen, syair, dan lainnya.

Contoh Majas Pleonasme

Menghimpun dari buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia oleh Nur Indah Sholikhati, berikut adalah kumpulan contoh majas pleonasme:

Ilustrasi membaca tulisan dengan majas pleonasme. Foto: Unsplash
  • Yoga memajukan mobilnya ke depan untuk menghindari tubrukan.

  • Pengemis itu menadahkan tangannya ke atas kepada semua pejalan kaki.

  • Darah merah itu mengucur deras dari luka di tangannya.

  • Vero melihat pencurian itu dengan mata kepalanya sendiri.

  • Ayah tidak bisa mencegah adik naik ke atas genting.

  • Kami akan melukisi bola bundar itu dengan spidol.

  • Mereka telah mengarungi samudra luas demi mencari rempah-rempah.

  • Ayo Ardi, giliranmu maju ke depan untuk baca puisi ini.

  • Andai saja dia berani masuk ke dalam ruangan kepala sekolah, pastilah hukumannya bisa jadi ringan.

  • Mereka turun ke bawah untuk melihat barang-barang di gudang.

  • Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.

  • Mari naik ke atas untuk melihat pemandangan.

  • Semua penghuni rusun bergegas turun ke bawah untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.

  • Mundur ke belakang adalah pilihan orang pengecut.

  • Hanya perwakilan demonstran saja yang diperkenankan masuk ke dalam untuk melakukan negosiasi.

  • Sedari tadi ia hanya merunduk ke bawah penuh penyesalan.

  • Semua peserta seminar yang berada di atas, dimohon segera untuk turun ke bawah.

  • Mereka mendongak ke atas untuk menyaksikan layang-layang.

  • Para ibu-ibu arisan sekalian diharapkan kehadirannya tepat waktu.

  • Barisan tentara musuh mundur ke belakang mengaku kalah dalam peperangan.

  • Adi menengok ke belakang mencari asal suara itu.

  • Ayah beternak berbagai macam unggas, seperti ayam, bebek, menthok, dan lainnya.

  • Rusi memiliki kesulitan dalam berbicara sejak dari kecil.

  • Tubuhnya tersungkur terjelembab ke dalam lubang ketika sepeda motornya tersandung batu besar pada saat melaju kencang.

  • Tadi malam aku bermimpi berada di sebuah negeri yang diselimuti salju putih.

  • Kami hanyalah keluarga miskin yang tak punya apa-apa.

  • Ayah suka mencampurkan madu manis ke dalam jamunya.

  • Gadis yang cantik jelita itu adalah adik temanku.

  • Joni buru-buru naik ke atas pohon ketika dikejar anjing.

  • Sedari tadi adik duduk manis di depan layar kaca televisi.

  • Bibi membeli banyak sekali kebaya wanita di toko milik sahabatnya.

  • Menanam pepohonan hijau secara serentak sebagai bentuk cinta bumi dan menghindari pemanasan global yang lebih parah.

  • Saya naik tangga ke atas.

  • Semua buku-buku itu sudah pernah saya baca.

  • Para siswa-siswa mengikuti upacara bendera.

  • Berbagai macam buah dijual di pasar.

  • Berbagai jenis sayur ditanam di sawah.

  • Persegi Bali FC memenangkan pertandingan.

  • Perhimpunan partai Golkar memenangkan Pemilu.

  • Para nenek-nenek melakukan senam lansia di plataran Puskesmas desa.

  • Lina memasukkan es dingin ke dalam jus mangganya.

  • Paman suka mengkonsumsi tempe kedelai.

  • Adik sangat suka sekali dengan mainan boneka Barbie baru miliknya.

  • Ibu menambahkan garam asin ke dalam masakannya.

  • Orang yang sakit akan mengeluarkan keringat dingin.

  • Manusia menggunakan alat komunikasi telepon untuk saling berhubungan dalam jarak jauh.

  • Pengguna facebook menggunakan gambar foto diri sebagai profile picture.

  • Pemberian nilai hasil akhir semester sudah bias diakses di website Universitas.

  • Sasa naik ke atas punggung kuda dengan bantuan pelatihnya.

  • Demi untuk kekasihnya, Dia mau melakukan apa saja.

  • Pak sopir menepikan mobil ke pinggir karena bannya bocor.

  • Mereka mendongakkan kepala ke atas melihat betapa indahnya gerhana bulan.

  • Jojo tak menyadari keberadaanku yang berdiri di sebelahnya sampai-sampai menoleh ke samping.

  • Dengan hanya menadahkan tangannya ke atas, pengemis itu mendapat ratusan ribu setiap harinya dari semua pejalan kaki yang lewat.

  • Saat Kartika mulai pingsan, kami membaringkannya ke bawah supaya dia tidak jatuh.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan majas pleonasme?

chevron-down

Pleonasme adalah majas penegasan yang ditandai dengan pengunaan kata denotasi (sudah jelas maknanya), tapi dipertegas lagi pada kalimat berikutnya.

Apa saja ciri majas pleonasme?

chevron-down

Ciri utama majas pleonasme adalah memiliki sifat berlebihan dan menjelaskan keterangan secara berulang-ulang.

Apa fungsi majas pleonasme?

chevron-down

Fungsi utama majas pleonasme adalah menegaskan kepada lawan tutur atas sesuatu hal.