Pengertian Seni Grafis, Fungsi, hingga Teknik Pembuatannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 10 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian seni grafis adalah suatu seni rupa yang dibuat menggunakan teknik cetak. Pada umumnya, seni grafis menggunakan medium kertas sebagai bentuk hasil dari karyanya, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa berupa medium lain.
Karya seni grafis sendiri saat ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti baliho, poster-poster yang ditempel di papan iklan, kemasan produk makanan atau minuman, dan lain-lain.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai seni grafis, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis karya, hingga contoh pembuatan seni grafis. Simak pembahasan tersebut di bawah ini.
Apa Pengertian Seni Grafis?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu atau karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa, sedangkan grafis memiliki artian, yakni bersifat graf/huruf atau dilambangkan dengan huruf.
Namun, jika kedua istilah tersebut digabungkan akan membentuk definisi tersendiri. Menurut Tim Study Center dalam buku Sukses UN SMP/MTS 2016, seni grafis adalah cabang seni rupa yang berwujud dua dimensi dan dikerjakan melalui teknik cetak dari suatu klise.
Dengan proses mencetak, satu klise bisa dicetak atau diproduksi lebih dari satu dengan hasil yang sama. Di samping itu, seni grafis juga memiliki sejumlah ciri khas tersendiri. Lalu, apa yang menjadi ciri khas seni grafis?
Ciri khas seni grafis adalah jenis seni memiliki proses pembuatan yang unik, yakni dengan memanfaatkan seni cetak untuk membuat karyanya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa seni grafis adalah suatu jenis seni yang menggunakan teknik mencetak dalam menghasilkan sebuah karya.
Apa Fungsi Seni Grafis?
Menurut Siwi Widi Asmoro dalam bukunya yang berjudul Desain Grafis Percetakan SMK/MAK Kelas XI, seni grafis adalah jenis seni yang termasuk pada karya seni rupa.
Sama halnya dengan karya seni rupa lainnya, seni grafis memiliki banyak fungsi. Fungsi-fungsi seni grafis dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu fungsi artistik atau keindahan serta fungsi kegunaan.
Fungsi Artistik
Fungsi artistik adalah fungsi yang tidak berkaitan dengan tujuan komersial dan tujuan lainnya. Fungsi artistik dari seni grafis adalah:
Sebagai media berekspresi para seniman
Sebagai wadah penyampaian pesan
Sebagai media menyalurkan hobi dan minat
Sebagai media apresiasi karya seni
Fungsi Fungsional
Fungsional melihat dari sisi kegunaan dan pemanfaatan karya seni. Adapun fungsi fungsional dari karya seni grafis adalah:
Sebagai media pemberi informasi.
Sebagai bagian atau bentuk dari promosi produk.
Sebagai alat persuasif dalam suatu kampanye.
Sebagai penghias atau instrumen tambahan dalam suatu karya.
Sebagai karya seni pelengkap suatu objek.
Apa Saja Jenis Karya Seni Grafis?
Karya seni grafis dapat dikelompokkan berdasarkan cara pembuatannya. Pada umumnya, proses pembuatan seni grafis terdiri dari beberapa teknik. Berikut macam-macam karya seni grafis berdasarkan proses atau teknik pembuatannya.
1. Teknik Cetak Tinggi
Teknik cetak tinggi adalah jenis seni grafis yang memanfaatkan ketinggian sebuah medium untuk mencetak. Cetak tinggi menggunakan cetakan dari bahan yang dapat dicukil, sehingga menghasilkan karya yang memiliki relif.
Adapun contoh karya jenis seni grafis menggunakan cetak tinggi adalah karya dengan teknik berikut ini:
Woodcut
Metalcut
W engraving
Relief etching
Linocut
Fbber stamp
Foam printing
Potato printing
Contoh karyanya adalah cap, stiker, atau stempel yang memiliki relief.
2. Teknik Cetak Saring
Cetak saring atau screen printing adalah salah satu jenis seni grafis yang dibuat dengan cara memanfaatkan cetakan dari bahan layar dari kain yang dilapisi dengan bahan yang peka terhadap cahaya. Pada umumnya, teknik ini terbagi menjadi dua jenis, yakni stensil dan sablon.
Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak saring adalah kaos yang disablon.
3. Teknik Cetak Dalam
Teknik cetak dalam adalah jenis seni grafis yang cara pembuatannya menggunakan plat alumunium. Plat tersebut kemudian memiliki benda tajam yang berfungsi untuk membuat goresan yang dalam.
Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak dalam adalah spanduk, baliho, kartu nama, brosur, baner, dan lain-lain.
4. Teknik Cetak Datar
Teknik cetak datar adalah jenis teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni grafis yang memanfaatkan klise datar dengan prinsip saling menolak dan saling menerima antara tinta dan air.
Adapun contoh karya seni grafis cetak datar adalah foto, poster, koran, majalah, tabloid, buku, dan lain-lain.
Langkah-Langkah Membuat Karya Seni Grafis
Karya seni grafis dibuat berdasarkan beberapa teknik. Disadur dari buku Seni dan Budaya yang ditulis oleh Harry Sulastianto, dkk, berikut langkah-langkah membuat karya seni grafis berdasarkan tekniknya.
1. Teknik Cetak Tinggi
Membuat sketsa atau rancangan grafis.
Memindahkan sketsa ke plat/klise.
Langkah selanjutnya, menukil bagian yang tidak menjadi objek gambar (bagian yang tinggi menjadi bagian objek, bagian yang rendah tidak menjadi objek gambar).
Mengoleskan tinta pada klise yang telah dibuat.
Meratakan tinta dengan menggunakan rol atau sendok.
Menutup klise yang sudah diberi tinta dengan media kertas cetak.
Buka secara perlahan, periksa apakah tinta sudah rata atau belum. Apabila belum rata, lakukan cara sebelumnya sekali lagi.
Karya seni grafis cetak tinggi selesai dibuat.
2. Teknik Cetak Saring
Langkah pertama, baluri layar yang akan dibuat dengan cairan emulsi. Kemudian, secara otomatis akan membentuk lapisan tipis.
Diamkan lapisan emulsi tersebut selama beberapa waktu hingga akhirnya cairannya mengering.
Buatlah pola atau sketsa gambar yang ingin digunakan menggunakan kertas transparan atau plastik.
Setelah lapisan emulsi kering, letakkan pola yang telah dibuat sebelumnya ke atas layar lalu tekan dengan menggunakan busa.
Tekan layar dengan menggunakan kaca, kemudian sinari layar beserta pola tersebut dengan menggunakan sinar ultraviolet.
Setelah itu, gambar pola akan terbentuk pada layar.
Basahi layar tadi dengan perlahan, lalu keringkan layar tersebut di bawah paparan sinar matahari langsung.
Setelah kering, untuk menghindari kebocoran cat, rekatkan lakban di pinggiran keempat sisi layar.
Tempatkan latar di atas media yang akan disablon.
Lakukanlah penyablonan dengan menuangkan cat atau tinta pada layar secukupnya.
Ratakan cat mengunakan rakel agar warnanya merata.
Proses penyablonan selesai. Keringkan cat pada media yang digunakan menggunakan alat pengering, seperti hairdryer
3. Teknik Cetak Dalam
Siapkan alat dan bahan, seperti tembaga/seng atau aluminium datar, alat gores, tinta, kuas, serta kain lap.
Buatlah pola atau sketsa pada tembaga atau seng menggunakan alat gores.
Oleskan tinta pada bagian dalam goresan yang telah dibuat sebelumnya.
Bersihkan tinta yang keluar dari pola dalam dari goresan.
Letakkan kertas atau media yang akan digunakan pada permukaan klise
Selanjutnya tekan kertas dengan benda yag permukaannya rata atau dipres dengan alat pres.
Setelah itu, angkat kertas sehingga akan tampak gambar pada kertas tersebut.
4. Teknik Cetak Datar
Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti ember, cat, kain lap, kertas gambar, kuas, air, cat kayu, dan lain-lain.
Pertama, ambil ember atau wadah air kemudian isi ember tersebut dengan air secukupnya.
Setelah itu, masukan cat kayu ke dalam air, tetapi jangan di aduk. Ratakan cat kayu pada air seperlunya agar memperoleh warna yang diinginkan.
Siapkan kertas gambar atau media gambar lainnya dan masukan secara perlahan pada permukaan air berwarna. Pastikan semua media gambar terkena secara merata.
Diamkan selama beberapa saat, tetapi juga jangan terlalu lama.
Setelah dirasa cukup, angkat media kayu atau kertas dari air.
Posisikan lurus dan tak miring agar cat warna yang melekat tak melebar.
Bersihkan jika ada noda atau warna yang melebar. Lalu keringkan.
Sejarah Seni Grafis
Seni grafis pada dasarnya dapat ditelusuri sejak zaman prasejarah, ketika manusia purba membuat cap tangan atau gambar binatang di dinding gua. Kegunaan awal seni grafis pada masa ini diperkirakan sebagai bentuk komunikasi.
Seiring perkembangan zaman, seni grafis juga berkembang di berbagai belahan dunia. Salah satu peradaban yang terkenal dengan seni grafisnya adalah Mesir Kuno.
Mesir Kuno menciptakan hieroglif, yaitu sistem tulisan yang berkembang antara tahun 3300 hingga 3100 SM dengan penggunaan gambar-gambar simbolik. Hieroglif dicetak di atas papirus, yakni sejenis kertas yang dibuat dari batang pohon papirus.
Hieroglif menjadi bentuk seni grafis yang sangat khas dari peradaban Mesir Kuno. Para ahli memperkirakan bahwa tulisan ini terinspirasi dari tulisan Bangsa Sumeria.
Seni grafis juga berkembang di Asia, terutama di Tiongkok dan Jepang. Salah satu peninggalan Bangsa Tiongkok yang berperan penting dalam sejarah seni grafis adalah ditemukannya teknik cetak balok kayo atau woodblock, bahkan sebelum lahir teknik cetak Letterpress Gutenberg.
Dikutip dari Sejarah Desain Grafis Barat oleh Tristan Alfian (2023: 13), teknik woodblock relief printing ditemukan sekitar abad ke-5 dan mulai menyebar secara populer di Eropa pada kisaran tahun 1420-an.
Metode woodblock relief printing dilakukan dengan mengukir teks secara terbalik pada permukaan kayu, melumurinnya dengan tinta, kemudian mencetaknya pada kertas.
Teknik cetak tinggi atau relief dengan menggunakan papan kayu yang dipahat tersebut lalu menyebar ke Jepang, yang kemudian mengembangkannya menjadi teknik cukil kayu berwarna atau ukiyo-e.
Ukiyo-e adalah seni grafis yang digunakan untuk menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang pada zaman Edo (1603-1868). Ukiyo-e menjadi sangat populer dan mempengaruhi banyak seniman Barat pada masa itu.
Di sisi lain, seni grafis di Eropa berkembang pesat setelah penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg pada abad ke-15. Seniman-seniman Eropa juga mulai bereksperimen dengan berbagai teknik cetak, seperti gravir (engraving), etsa (etching), litografi, dan lainnya.
Beberapa seniman Eropa terkenal yang menggunakan seni grafis dalam karyanya adalah Albrecht Durer, Rembrandt van Rijn, Francisco Goya, dan Pablo Picasso.
Manfaat Seni Grafis dalam Kehidupan
Seni grafis memiliki beragam manfaat dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:
1. Proses Pekerjaan Bisa Lebih Cepat
Dalam era digital ini, seni grafis memiliki banyak manfaat dalam mempercepat proses pekerjaan di berbagai bidang. Misalnya, seorang desainer membuat poster untuk kebutuhan acara dan bisa mencetaknya dengan jumlah banyak berkat adanya mesin cetak.
2. Digunakan Sebagai Media Penyampaian Pesan
Seni grafis adalah bentuk komunikasi visual yang kuat. Dalam dunia periklanan dan pemasaran, seni grafis digunakan untuk menciptakan iklan, poster, dan materi promosi lainnya.
Dengan seni grafis, pesan dapat disampaikan dengan lebih jelas dan menarik perhatian pembaca. Seni grafis juga digunakan dalam media sosial dan pemasaran digital untuk menciptakan konten visual yang menarik.
3. Wadah Penyampaian Perasaan Seseorang
Seni grafis menjadi wadah bagi seseorang untuk mengekspresikan perasaan, emosi, dan pemikirannya. Bagi seniman, karya seni grafis dapat digunakan untuk menyampaikan pendapat pribadi, pandangan, hingga isu-isu sosial kepada publik.
4. Hasil Jadi yang Lebih Indah dan Menarik
Keindahan visual adalah salah satu ciri khas dari seni grafis. Karya seni grafis, baik dalam bentuk ilustrasi, desain grafis, atau sejenisnya, cenderung memiliki daya tarik dan estetika yang tinggi.
Hasil akhir dari seni grafis sering kali lebih menarik dan indah, sehingga banyak orang mengaplikasikan seni ini untuk menciptakan desain produk atau karya seni untuk pameran.
Karakteristik Seni Grafis
Seni grafis memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan cabang seni rupa lain. Dikutip dari Seni Rupa SMP: Seni Lukis, Seni Patung, Seni Grafis, dan Pameran oleh Eighteen Salasi (2020: 66), adapun beberapa karakteristik seni grafis, yaitu:
Karya seni tergolong ke dalam bentuk dua dimensi.
Proses pembuatan karya seni menggunakan teknik cetak.
Hasil karya seni grafis dapat direproduksi atau diperbanyak, sehingga dapat menghasilkan karya lebih dari satu.
Menghasilkan karya yang sama ketika diproduksi ulang.
Karya yang dihasilkan sesuai dengan teknik pembuatannya.
Baca Juga: Bidang yang Digunakan untuk Membuat Seni Grafis
Contoh Seni Grafis
Seni grafis sangat mudah dijumpai di lingkungan sekitar, mulai dari poster iklan di pinggir jalan hingga kemasan produk di swalayan. Berikut adalah beberapa contoh seni grafis yang bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Banner dan Poster
Banner dan poster adalah contoh umum dari seni grafis yang sering ditemui di jalan, gedung-gedung, dan tempat-tempat umum lainnya. Banner biasanya digunakan untuk iklan atau promosi, sedangkan poster dipakai untuk menyampaikan pesan atau informasi tertentu.
2. Sablon
Sablon atau cetak saring adalah teknik cetak gambar atau desain dengan menggunakan pola atau stensil. Contoh penggunaan sablon adalah kaos, tas, atau kain yang dihiasi dengan desain tertentu.
Teknik sablon memungkinkan desain yang sama dapat dicetak dalam jumlah yang banyak, sehingga banyak orang dapat memiliki produk dengan desain yang serupa.
3. Desain Grafis Digital
Dalam era digital saat ini, desain grafis semakin populer dan mudah diakses. Berbagai perangkat lunak desain grafis, seperti Adobe Illustrator, Adobe Photoshop, dan CorelDRAW memungkinkan para desainer untuk menciptakan karya seni grafis.
Desain grafis digital biasanya digunakan dalam pembuatan logo, spanduk, konten media sosial, dan berbagai desain kreatif lainnya. Nantinya, hasil desain grafis juga bisa dicetak ke dalam kertas ataupun media lainnya.
4. Kemasan Produk
Kemasan produk adalah contoh lainnya dari penerapan seni grafis yang bisa ditemui saat berbelanja di swalayan atau toko. Desain kemasan produk berperan penting dalam menarik konsumen dan menyampaikan informasi tentang produk.
Seni grafis dalam kemasan produk umumnya mencakup logo, ilustrasi, serta keterangan dan informasi produk yang perlu diketahui calon pembeli.
(SAI & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa karakteristik seni grafis?

Apa karakteristik seni grafis?
Karya seni tergolong ke dalam bentuk dua dimensi, proses pembuatan karya seni menggunakan teknik cetak, hasil karya seni grafis dapat direproduksi atau diperbanyak, sehingga dapat menghasilkan karya lebih dari satu.
Apa saja jenis seni grafis?

Apa saja jenis seni grafis?
Teknik cetak tinggi, teknik cetak dalam, dan teknik cetak datar.
Apa contoh seni grafis?

Apa contoh seni grafis?
Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak dalam adalah spanduk, baliho, kartu nama, brosur, baner, dan lain-lain.
