Konten dari Pengguna

Pokok Pikiran Ki Hadjar Dewantara yang Berkaitan dengan Pendidikan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara. Foto: Unsplash.com/Glenn Carstens-Peters

Ki Hadjar Dewantara memiliki pemikiran penting dalam dunia pendidikan Indonesia yang menekankan perkembangan peserta didik secara utuh. Setelah membaca naskah dan melihat video di atas, tuliskan minimal 3 pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara yang berkaitan dengan tujuan pendidikan, peran guru, serta prinsip pembelajaran yang berpihak pada peserta didik sebagai bagian dari pemahaman terhadap filosofi pendidikan.

Gagasan Ki Hadjar Dewantara menjadi landasan dalam menciptakan proses belajar yang memperhatikan potensi, karakter, dan kebutuhan setiap peserta didik.

Pokok Pikiran Ki Hadjar Dewantara yang Menjadi Landasan dalam Proses Belajar Mengajar

Ilustrasi Pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara. Foto: Unsplash.com/Blackcreek Corporate

Setelah membaca naskah dan melihat video di atas, tuliskan minimal 3 pokok-pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara yang berkaitan dengan tujuan pendidikan, peran guru, serta prinsip pembelajaran yang berpihak pada peserta didik! Pertanyaan tersebut dapat dijawab melalui beberapa gagasan utama Ki Hadjar Dewantara yang menjadi dasar dalam pelaksanaan pendidikan.

Dikutip dari btikp.babelprov.go.id, pemikiran Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan memberikan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki budi pekerti, kemandirian, serta kemampuan menjalani kehidupan sesuai kodratnya.

Pokok pikiran pertama berkaitan dengan tujuan pendidikan yang bertujuan memerdekakan manusia. Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai proses untuk membantu peserta didik tumbuh menjadi manusia seutuhnya.

Kemerdekaan dalam pendidikan bukan berarti bebas tanpa arah, melainkan kemampuan untuk berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan dengan tanggung jawab.

Pendidikan harus mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki peserta didik, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, maupun karakter.

Setiap anak memiliki kemampuan dan latar belakang yang berbeda sehingga proses pendidikan tidak dapat dilakukan dengan cara yang sama untuk semua peserta didik.

Guru perlu memahami perbedaan tersebut agar perkembangan anak berjalan sesuai dengan potensi masing-masing.

Pokok pikiran kedua adalah peran guru sebagai penuntun dalam proses pendidikan. Ki Hadjar Dewantara mengibaratkan guru seperti seorang petani yang merawat tanaman.

Setiap tanaman memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan cara perawatan yang berbeda pula. Begitu juga dengan peserta didik yang memiliki bakat, minat, dan kemampuan yang tidak sama.

Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing peserta didik agar mampu menemukan arah perkembangan dirinya.

Dalam menjalankan peran tersebut, guru memiliki semboyan penting, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, yang berarti guru memberikan contoh melalui sikap dan perilaku.

Ing Madyo Mangun Karso menunjukkan peran guru dalam membangun semangat peserta didik, sedangkan Tut Wuri Handayani menggambarkan tugas guru untuk memberikan dorongan dan dukungan.

Pokok pikiran ketiga berkaitan dengan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa pembelajaran harus menyesuaikan kodrat anak, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman.

Kodrat alam berkaitan dengan potensi, lingkungan, budaya, serta karakter yang melekat pada peserta didik. Sementara itu, kodrat zaman berkaitan dengan perkembangan masa yang harus diikuti melalui kemampuan dan keterampilan yang sesuai.

Pembelajaran yang berpihak pada peserta didik berarti guru perlu menciptakan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Metode pembelajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk aktif, kreatif, dan berkembang.

Konsep bermain sambil belajar juga menjadi bagian penting karena kegiatan yang menyenangkan dapat membantu anak menerima pembelajaran dengan lebih baik.

Berikut adalah tiga pokok pikiran utama Ki Hadjar Dewantara yang berkaitan dengan pendidikan:

  1. Pendidikan bertujuan memerdekakan manusia

  2. Guru berperan sebagai penuntun, bukan sekadar pengajar

  3. Pembelajaran harus berpusat pada kebutuhan peserta didik

Proses belajar perlu menyesuaikan kodrat alam dan kodrat zaman anak agar pendidikan tetap relevan dengan perkembangan kehidupan.

Pokok pikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan memberikan arah bahwa proses belajar harus mengutamakan perkembangan manusia secara menyeluruh.

Penerapan gagasan tersebut dapat menjadi dasar menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik. (Suci)

Baca Juga: Perangkat Pembelajaran Deep Learning Terbaru Sesuai Kebijakan Pendidikan