Konten dari Pengguna

Puncak Hujan Meteor Perseid 2026, Pemandangan Langit yang Menawan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hujan Meteor Perseid 2026, Foto: Unsplash/Justin Wolff
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hujan Meteor Perseid 2026, Foto: Unsplash/Justin Wolff

Fenomena langit selalu menghadirkan daya tarik tersendiri, terlebih saat informasi seputar puncak hujan Meteor Perseid 2026 mulai menjadi perhatian para pengamat astronomi dan pencinta fotografi malam.

Peristiwa tahunan ini dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling spektakuler karena mampu menghadirkan puluhan hingga ratusan meteor yang melintas dalam kondisi langit yang mendukung.

Momen tersebut menjadi kesempatan langka untuk menikmati "hujan bintang" tanpa memerlukan peralatan khusus.

Fenomena Alam Hujan Meteor Perseid 2026

Ilustrasi Hujan Meteor Perseid 2026, Foto: Unsplash/Vincentiu Solomon

Dikutip dari rri.co.id, puncak hujan Meteor Perseid 2026 diperkirakan pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus 2026.

Pada rentang waktu tersebut, intensitas kemunculan meteor diprediksi berada pada tingkat tertinggi sehingga menjadi momen terbaik bagi para pengamat langit untuk menyaksikan fenomena alam yang berlangsung setiap tahun ini.

Kondisi langit yang cerah dan minim polusi cahaya akan memberikan peluang lebih besar untuk melihat meteor-meteor yang melintas dengan jelas.

Menariknya, tanggal tersebut juga bertepatan dengan terjadinya gerhana Matahari total, fenomena astronomi langka yang dapat disaksikan dari beberapa wilayah, termasuk sebagian Greenland, Islandia, dan Spanyol.

Sementara itu, puncak hujan meteor Perseid memiliki cakupan pengamatan yang jauh lebih luas.

Fenomena ini diperkirakan dapat diamati dari sebagian besar kawasan di Belahan Bumi Utara, serta masih berpeluang terlihat hingga wilayah lintang menengah di Belahan Bumi Selatan, meskipun jumlah meteor yang tampak kemungkinan tidak sebanyak di wilayah utara.

Selain Meteor Perseid, masyarakat juga dapat menyaksikan puncak dua hujan meteor lainnya yaitu Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids yang diperkirakan akan terjadi pada malam 30 Juli hingga dini hari 31 Juli 2026.

Berdasarkan keterangan dari National Geographic (NatGeo), fenomena hujan meteor ini masih dapat diamati dari berbagai wilayah.

Meski demikian, proses pengamatan diperkirakan tidak berlangsung optimal karena terganggu oleh cahaya bulan yang berada pada fase hampir penuh.

Fase bulan purnama dijadwalkan terjadi pada 29 Juli. Ketika hujan meteor mencapai puncaknya, permukaan bulan diperkirakan masih memantulkan cahaya hingga sekitar 98 persen.

Tingkat kecerahan tersebut menyebabkan langit malam tampak lebih terang, sehingga meteor dengan intensitas cahaya yang lemah berpotensi sulit terlihat oleh pengamat.

Meski begitu, peluang untuk mengamati meteor berintensitas cahaya tinggi atau fireball masih tetap terbuka.

Hujan Meteor Southern Delta Aquariids memiliki periode aktivitas sejak pertengahan Juli hingga penghujung Agustus, sedangkan Alpha Capricornids mulai aktif pada awal Juli dan berlanjut hingga pertengahan Agustus.

Rentang aktivitas yang cukup panjang membuat meteor dari kedua fenomena tersebut masih berpeluang terlihat, baik beberapa hari sebelum maupun setelah mencapai puncaknya.

Itulah puncak hujan Meteor Perseid 2026. Pengetahuan mengenai waktu puncak akan membantu pengalaman menyaksikan hujan Meteor Perseid 2026 menjadi lebih optimal. (IF)

Baca juga: Apa Itu Hujan meteor Geminid? Inilah Fenomena Langit yang Spektakuler