Skuad Inggris Piala Dunia 2026 dan Prediksi Formasinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Skuad Inggris Piala Dunia 2026 memperlihatkan perpaduan pemain senior berpengalaman dengan talenta muda yang berkembang pesat sepanjang kompetisi musim terakhir.
Pemilihan pemain oleh Thomas Tuchel menunjukkan fokus terhadap keseimbangan permainan cepat, kekuatan fisik, kreativitas serangan, serta kedalaman skuad berkualitas tinggi.
Persaingan ketat antarpemain dari klub elite Eropa juga memengaruhi susunan tim nasional Inggris menjelang pertandingan besar tingkat internasional.
Skuad Inggris Piala Dunia 2026 yang Dipilih Thomas Tuchel
Dikutip dari englandfootball.com, berikut adalah skuad Inggris Piala Dunia 2026 yang dipilih Thomas Tuchel untuk menghadapi turnamen FIFA World Cup 2026 di Amerika Utara.
Thomas Tuchel mengumumkan daftar resmi 26 pemain Inggris melalui acara khusus dari Wembley Stadium dengan konsep visual bergaya sinematik berlatar kota New York.
Pengumuman tersebut menggunakan lagu legendaris “Come Together” milik The Beatles sebagai latar musik utama yang menggambarkan kebersamaan seluruh pemain dalam satu tim nasional.
Posisi penjaga gawang kembali dipimpin Jordan Pickford yang tetap menjadi pilihan utama berkat pengalaman panjang pada pertandingan internasional.
Kiper Everton tersebut menjalani Piala Dunia ketiga setelah sebelumnya tampil pada edisi 2018 dan 2022. Kemampuan distribusi bola, refleks cepat, serta ketenangan saat menghadapi tekanan membuat posisinya masih sulit tergantikan.
Dean Henderson ikut masuk daftar setelah menunjukkan performa stabil bersama Crystal Palace sepanjang musim.
Kemampuan membaca arah bola dan keberanian menghadapi duel satu lawan satu menjadi nilai penting bagi sektor pertahanan Inggris.
James Trafford memperoleh kesempatan pertama tampil pada turnamen senior setelah perkembangan pesat bersama Manchester City serta tim usia muda Inggris.
Sektor pertahanan menghadirkan kombinasi pengalaman dan regenerasi. John Stones tetap menjadi pemimpin lini belakang berkat kemampuan membaca permainan serta akurasi umpan dari area pertahanan. Stones juga menjalani Piala Dunia ketiga bersama tim nasional Inggris.
Marc Guéhi memperoleh tempat setelah tampil disiplin menjaga area pertahanan selama kompetisi domestik. Ezri Konsa dipilih karena fleksibilitas bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan.
Reece James kembali dipercaya setelah pulih dari cedera panjang dan tetap dikenal memiliki kualitas umpan silang akurat dari sisi kanan.
Tino Livramento dan Djed Spence menjadi tambahan menarik pada posisi bek sayap. Livramento mempunyai kecepatan tinggi serta kemampuan membantu serangan secara agresif.
Spence menawarkan kekuatan duel serta akselerasi ketika bergerak menusuk dari sisi lapangan.
Nico O’Reilly dan Jarell Quansah memperoleh kesempatan perdana tampil pada turnamen senior setelah menunjukkan perkembangan signifikan di level klub.
Dan Burn menghadirkan kekuatan duel udara melalui postur tinggi dan kemampuan membaca bola mati. Kehadirannya memberi alternatif penting ketika Inggris menghadapi lawan dengan permainan direct football dan crossing intensif.
Lini tengah tetap menjadi pusat kekuatan Inggris pada turnamen kali ini. Jude Bellingham kembali menjadi motor permainan setelah tampil luar biasa bersama Real Madrid.
Kemampuan mengatur tempo, membawa bola melewati tekanan, dan membantu serangan membuat perannya sangat vital.
Declan Rice dipercaya menjaga keseimbangan permainan melalui kemampuan memotong aliran serangan lawan serta distribusi bola dari lini kedua.
Jordan Henderson kembali masuk skuad berkat pengalaman panjang dalam pertandingan besar internasional. Henderson menyamai catatan Sir Bobby Charlton dengan empat penampilan pada putaran final Piala Dunia.
Kobbie Mainoo memperoleh kesempatan tampil pada Piala Dunia pertama setelah perkembangan cepat bersama Manchester United.
Gaya bermain tenang dan kemampuan mengontrol ritme pertandingan membuat Mainoo dianggap cocok untuk skema permainan Tuchel.
Elliot Anderson serta Morgan Rogers juga memperoleh tempat karena kontribusi konsisten bersama klub sepanjang musim.
Pada sektor penyerangan, Harry Kane kembali dipercaya menjadi kapten tim nasional Inggris.
Striker Bayern Munchen tersebut menjalani Piala Dunia ketiga dan menyamai rekor Billy Wright sebagai kapten Inggris pada tiga edisi Piala Dunia berbeda.
Kemampuan penyelesaian akhir, duel udara, dan pengalaman memimpin tim membuat Kane tetap menjadi figur utama.
Bukayo Saka kembali menjadi pilihan penting di sisi sayap berkat kecepatan dan kemampuan menciptakan peluang. Marcus Rashford ikut dipanggil setelah menjalani masa peminjaman bersama Barcelona.
Anthony Gordon menawarkan permainan agresif dan kecepatan tinggi ketika menyerang dari sisi kiri.
Ollie Watkins serta Ivan Toney menjadi alternatif striker dengan karakter berbeda. Watkins unggul dalam pergerakan tanpa bola dan transisi cepat, sedangkan Toney memiliki kekuatan duel fisik serta kemampuan menahan bola di area depan.
Noni Madueke juga masuk daftar berkat perkembangan performa bersama Arsenal.
Inggris dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Palm Beach, Florida, mulai awal Juni sebelum memainkan laga pemanasan menghadapi Selandia Baru dan Kosta Rika.
Setelah itu seluruh skuad menuju markas utama tim di Kansas City sebelum memulai pertandingan Grup L melawan Kroasia, Ghana, dan Panama.
Skuad Inggris Piala Dunia 2026 menunjukkan perubahan besar melalui perpaduan pemain senior berpengalaman dan generasi muda dengan kemampuan teknik modern.
Komposisi tersebut memberi banyak pilihan strategi bagi Thomas Tuchel untuk menghadapi persaingan ketat sepanjang turnamen internasional terbesar dunia. (Khoirul)
Baca Juga: Apa yang Terjadi dengan Meksiko di FIFA World Cup 2022? Cek di Sini
