Konten dari Pengguna

Tari Jaipong: Pengertian, Sejarah, dan Propertinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tari Jaipong. Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tari Jaipong. Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Seni tari Jaipong adalah salah satu tarian Indonesia yang dikenal oleh masyarakat. Tari Jaipong adalah jenis tari pergaulan tradisional yang sangat terkenal di Indonesia, terutama di daerah Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan dalam laman situs Warisan Budaya Takbeda Indonesia.

Tarian ini memiliki sejarahnya tersendiri. Tari Jaipong sebenarnya merupakan hasil pengembangan dari tari tradisional. Pada mulanya, tarian Jaipong lahir berkat tokoh-tokoh seniman Jawa Barat. Sebelum membahas sejarahnya lebih lanjut, simak pengertian tari Jaipong berikut ini terlebih dahulu.

Pengertian Tari Jaipong

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, tarian Jaipong adalah tarian khas dari wilayah Jawa Barat. Menurut buku berjudul Mengenal Seni Tari Indonesia yang ditulis oleh Muryanto, tari Jaipong telah dikenal masyarakat sejak 1976.

Tari Jaipong termasuk ke dalam tarian rakyat, yaitu sebagai bentuk hiburan massal. Tarian ini tetap eksis dan masih sering dipentaskan di acara tertentu, misalnya, acara resmi pemerintahan dan hajatan.

Baca juga: Teknik Gerak Tari dalam Seni Tari Indonesia

Makna Tari Jaipong

Makna tari jaipong. Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOT

Tari Jaipong memiliki makna yang mendalam pada setiap gerakannya, mulai dari gerakan cingeus, kaki, meliuk, ngagaleong, hingga variasi. Lebih lanjut, berikut beberapa makna dari masing-masing gerakan pada tarian Jaipong.

1. Gerakan cingeus

Gerakan tari Jaipong yang pertama adalah cingeus. Gerakan ini dilakukan dengan cara menggerakkan bagian kepala dan bagian tubuh secara luwes.

Makna dari gerakan tari Jaipong ini adalah bentuk representasi dari keluwesan serta kecekatan seorang perempuan dalam menapaki jejak kehidupan.

2. Gerakan kaki

Gerakan selanjutnya adalah gerakan kaki yang terbagi menjadi beberapa variasi, yakni gerak minced, depok, dan sonteng. Pada gerakan kaki ini, terdapat makna mengenai kegesitan, serta sifat adaptif wanita Sunda, ketika menjalani kehidupan sehari-hari.

3. Gerakan meliuk

Gerakan meliuk adalah suatu gerakan meliuk yang dilakukan oleh penari Jaipong dengan cara meliuk-liukan bagian tubuh, sesuai dengan tempo yang ada pada alunan musik pengiringnya.

Gerakan ini merepresentasi dari sifat fleksibel yang dimiliki oleh seorang wanita Sunda, ketika menghadapi masalah kehidupan.

4. Gerakan ngagaleong

Gerakan ngagaleong adalah suatu gerakan dengan lebih menonjolkan gerak-gerik pada mata. Nantinya, para penari akan memainkan sorot matanya yang tajam pada sebuah objek tertentu.

Adapun makna dari gerakan ngagaleong yang perlu diketahui, yakni wanita harus berani dalam menyuarakan pendapat dan bisa melakukan komunikasi secara baik.

5. Gerakan variasi

Gerakan terakhir pada tari Jaipong yang selanjutnya adalah gerakan variasi. Gerakan ini dilakukan dengan cara menyesuaikan tempo dan dinamika alunan musik pengiringnya, serta gerakan bisa diawali dengan tempo lambat lalu berubah menjadi cepat.

Gerakan variasi ini bertujuan sebagai representasikan sifat yang tidak menjemukan dan bisa untuk membaur pada segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupannya.

Baca juga: Fungsi Seni Tari dalam Kehidupan Manusia

Sejarah Tari Jaipong

Sejarang tari Jaipong khas Sunda. Foto: Fahrul Jayadiputra/ANTARA FOTO

Berdasarkan buku berjudul Pendidikan Seni Budaya 2 SMP yang ditulis Yoyok RM dan Siswandi, sebenarnya tari Jaipong termasuk ke dalam tari modern. Sebab, tarian ini merupakan hasil pengembangan dari tari tradisional khas Sunda, yaitu Tarian Ketuk Tilu.

Asal usul tari Jaipong mulanya diperkenalkan oleh seorang seniman asal Bandung bernama Gugum Gumbira. Perhatiannya terhadap seni tari Ketuk Tilu membuat ia mengenal dan mengenali pola gerakan tari tradisional di Kliningan atau Bajidoran atau Ketuk Tilu.

Tari Jaipong juga bisa dikatakan sebagai tari kreasi. Mengutip Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan yang disusun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tari kreasi adalah suatu bentuk garapan atau karya tari yang berasal dari tradisi dan hidup berkembang cukup lama di masyarakat.

Bentuk seni tari ini muncul sebagai ekspresi rasa kebebasan dan mulai menunjukkan gejalanya setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945. Kebebasan ini juga mendorong kreativitas seniman tari, usai melihat atau merasakan perubahan zaman dalam kehidupan masyarakat. Dengan begitu tumbuh motivasi untuk berkreasi.

Karya-karya baru memenuhi kebutuhan masyarakat dan zaman. Pada 1950-an, pembaruan karya tari diperkenalkan oleh Wisnoe Wardhana dan Bagong Kussudiardja di Jawa Tengah. Sedangkan, di Bali oleh I Mario dan dirintis pada 1920-an.

Di Jawa Barat, pada masa sebelum perang juga terdapat tokoh-tokoh yang mereformasi karya tari, yaitu Raden Tjetje Somantri. Pada awal 1980-an juga terdapat tokoh-tokoh yang mereformasi karya tari yang berangkat dari pola tari tradisional rakyat. Tarian itu tak lain dikenal dengan tari Jaipongan oleh Gugum Gumbira Tirasonjaya.

Baca juga: Prosedur Merangkai Gerak Tari Kreasi dalam 4 Langkah

Properti Tari Jaipong

Pastinya dalam suatu pertunjukan tari Jaipong, terdapat berbagai properti yang dipakai. Hal ini terutama bagi penari, yaitu pakaian atau busana.

Menurut buku berjudul Pembelajaran Seni Tari di Indonesia dan Mancanegara yang ditulis oleh Arina Restian, beberapa properti yang digunakan penari Jaipong antara lain sebagai berikut:

  • Sinjang, yaitu celana yang digunakan dalam tarian Jaipong.

  • Apok, yaitu pakaian penari jaipong berupa kebaya tetapi terdapat pernak pernik dan hiasan di dalamnya

  • Sampur, yaitu syal untuk penari Jaipong.

Pertunjukan tari Jaipong juga diiringi musik. Berdasarkan buku Pendidikan Seni Budaya 2 SMP yang ditulis Yoyok RM dan Siswandi, tari Jaipong dibawakan dengan iringan musik yang khas, yaitu degung. Musik ini merupakan kumpulan dari berbagai alat musik seperti kendang, gong, saron, kecapi, dan lain sebagainya.

Ciri khas dari tari Jaipong adalah musik yang menghentak. Alat musik kendang adalah yang paling menonjol saat mengiringi tarian Jaipong. Tarian ini biasanya dibawakan oleh satu orang, berpasangan, atau berkelompok.

Baca juga: Contoh Tari Kontemporer Beserta Karakteristiknya

Gerakan Dasar pada Tari Jaipong

Gerakan dasar pada tari Jaipong yang perlu diketahui. Foto: Agus Bebeng/ANTARA FOTO

Pada tari Jaipong, terdapat juga beberapa gerakan dasar penting. Mengutip dari buku berjudul Pembelajaran Seni Tari di Indonesia dan Mancanegara yang ditulis oleh Arina Restian, berikut ini beberapa gerakan dasar pada tari Jaipong, mulai dari gerak kepala, tangan, hingga bagian kaki.

1. Bagian Kepala

a. Galier

Gerak galier pada intinya adalah gerakan yang memutarkan kepala.

b. Gilek

Gilek, yaitu gerakan yang menggoyangkan kepala ke kanan dan ke kiri.

2. Bagian Tangan

a. Ukel

Gerak ukel yaitu gerakan memutarkan tangan. Menurut buku berjudul Apresiasi Seni (Seni Tari & Seni Musik) SMA Kelas X yang ditulis Sigit Astono dkk., perputaran tangan pada ukel dimulai dengan telapak tangan menghadap ke atas dan jari-jari digunakan untuk mendorong perputaran pergelangan tangan.

Terdapat dua gerakan ukel, yaitu gerak masuk dan keluar. Ukel masuk digerakkan ke arah badan, sedangkan ukel keluar digerakkan ke arah luar badan.

b. Selut

Selut merupakan gerakan tangan kanan dan kiri yang digerakkan ke depan atau ke atas dengan cara bergantian.

c. Nyawang

Nyawang adalah gerakan tangan yang menandakan bahwa sedang melihat keadaan yang jauh.

d. Tepak bahu

Gerak tepak bahu dilakukan dengan menggerakkan tangan yang menepuk-nepuk bahu, baik itu satu tangan atau dua tangan dan bahkan dua tangan saling bergantian.

e. Capang

Capang, yaitu gerakan tangan yang membengkokkan salah satu dari tangan.

3. Bagian Kaki

a. Seser

Seser adalah gerakan dalam tari Jaipong dengan menggerakkan atau menggeser kaki ke arah kanan atau kiri.

b. Sirig

Gerak sirig merupakan gerakan kaki dalam tari jaipong, yaitu menggoyangkan kedua kaki secara bersamaan.

c. Duduk Deku

Duduk deku adalah gerakan tari Jaipong yang dilakukan dengan melipat kedua kaki ke arah dalam tubuh.

Itulah kurang lebih beberapa gerakan dasar pada tari Jaipong. Selain itu, ada juga yang disebut dengan mincid.

Apa yang dimaksud dengan mincid ialah perpaduan antara gerakan tangan, bagian kepala, dan kaki yang digerakkan secara bersamaan, tetapi gerak kaki dengan gerak lainnya dilakukan dengan arah yang berbeda. Misalnya, tangan kanan digerakkan bersama-sama dengan kaki kiri. Pun begitu sebaliknya.

(AMP)

Frequently Asked Question Section

Dari mana tari Jaipong berasal?
chevron-down

Tari Jaipong adalah tarian khas dari wilayah Jawa Barat.

Tari Jaipong properti tarinya apa?
chevron-down

Injang (celana), apok (pakaian penari jaipong berupa kebaya tetapi terdapat pernak pernik dan hiasan di dalamnya), dan sampur (syal untuk penari Jaipong).

Gerakan apa saja pada tari Jaipong?
chevron-down

Gerakan dasar pada tari Jaipong dimulai dari gerak kepala, tangan, hingga bagian kaki.