Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Idul Adha yang Benar dan Mudah Dipahami

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara sholat Idul Adha. Foto: Unsplash.com/Masjid Pogung Raya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara sholat Idul Adha. Foto: Unsplash.com/Masjid Pogung Raya

Tata cara sholat Idul Adha menjadi bagian penting dalam ibadah hari raya yang dilaksanakan umat Islam setiap tanggal 10 Zulhijjah setiap tahunnya.

Pelaksanaan salat sunnah berjamaah pada hari raya kurban mengandung nilai ketakwaan, kedisiplinan, kebersamaan, serta pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.

Umat Islam melaksanakan ibadah tersebut di lapangan atau masjid sejak pagi hari dengan suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan.

Tata Cara Sholat Idul Adha yang Penting Diamalkan umat Islam

Ilustrasi tata cara sholat Idul Adha. Foto: Unsplash.com/Annas Arfnahri

Dikutip dari lampung.baznas.go.id, berikut adalah tata cara sholat Idul Adha yang dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaat sesuai tuntunan sunnah Rasulullah saw.

Salat Iduladha termasuk ibadah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Pelaksanaan ibadah ini dilakukan pada pagi hari tanggal 10 Zulhijjah setelah matahari terbit sekitar lima belas hingga dua puluh menit sampai sebelum masuk waktu Zuhur.

Waktu pelaksanaan yang lebih awal dibandingkan Idulfitri bertujuan memberikan kesempatan lebih luas untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban setelah salat selesai.

Sebelum melaksanakan salat, jamaah dianjurkan mandi terlebih dahulu, memakai pakaian terbaik, serta menggunakan wewangian secukupnya.

Sunnah lain yang dianjurkan adalah berjalan kaki menuju tempat salat apabila kondisi memungkinkan.

Umat Islam juga dianjurkan mengumandangkan takbir sejak malam Iduladha hingga hari tasyrik sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Swt.

Pelaksanaan salat dimulai dengan niat di dalam hati. Bacaan niat untuk makmum adalah “Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini ma’muman lillahi ta’ala,” sedangkan imam membaca “Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini imaman lillahi ta’ala.”

Niat tersebut menunjukkan kesungguhan hati dalam melaksanakan ibadah sunnah Iduladha karena Allah Swt.

Rakaat pertama diawali dengan takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. Setelah itu dilanjutkan membaca doa iftitah sebagaimana salat pada umumnya.

Imam kemudian mengucapkan takbir sebanyak tujuh kali di luar takbiratul ihram. Di sela-sela takbir disunnahkan membaca tasbih, tahmid, dan tahlil untuk mengingat kebesaran Allah Swt.

Setelah selesai membaca takbir tambahan, imam membaca surat Al-Fatihah kemudian dilanjutkan membaca surat pendek. Surat yang disunnahkan pada rakaat pertama adalah surat Al-A’la.

Bacaan tersebut kemudian diikuti gerakan ruku, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti tata cara salat biasa.

Memasuki rakaat kedua, jamaah berdiri kembali mengikuti imam. Imam lalu mengucapkan takbir sebanyak lima kali di luar takbir berdiri. Setiap sela takbir dianjurkan membaca dzikir sebagaimana pada rakaat pertama.

Setelah takbir selesai, imam membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan surat pendek, biasanya surat Al-Ghasyiyah.

Rakaat kedua kemudian diteruskan dengan gerakan ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua. Setelah itu jamaah melaksanakan tasyahud akhir hingga salam.

Salat Iduladha selesai setelah salam diucapkan oleh imam dan diikuti seluruh jamaah.

Khutbah Iduladha dilaksanakan setelah salat selesai. Berbeda dengan khutbah Jumat yang bersifat wajib, khutbah Iduladha hukumnya sunnah.

Khutbah biasanya terdiri atas dua bagian yang dipisahkan dengan duduk sejenak. Isi khutbah umumnya membahas ketakwaan, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, makna pengorbanan, serta anjuran melaksanakan ibadah kurban.

Mendengarkan khutbah hingga selesai sangat dianjurkan karena mengandung banyak nasihat kehidupan. Nilai pengorbanan dalam Iduladha mengajarkan pentingnya keikhlasan, kepatuhan, dan kesabaran dalam menjalankan perintah Allah Swt.

Salat Iduladha juga mempererat hubungan sosial karena umat Islam berkumpul bersama dalam suasana ibadah dan saling mendoakan.

Pelaksanaan salat Iduladha juga memiliki berbagai hikmah dalam kehidupan sehari-hari.

Ibadah tersebut melatih kedisiplinan waktu, memperkuat rasa syukur, serta meningkatkan kepedulian sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Nilai kebersamaan yang tercipta saat hari raya mampu mempererat tali persaudaraan antarsesama muslim.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat salat Iduladha perlu dihindari agar ibadah berjalan dengan baik. Sebagian jamaah terkadang lupa mengikuti jumlah takbir tambahan secara tepat.

Sebagian lainnya datang terlambat sehingga tertinggal salat berjamaah atau tidak mendengarkan khutbah hingga selesai. Padahal, seluruh rangkaian ibadah tersebut memiliki keutamaan besar dalam memperkuat ketakwaan kepada Allah Swt.

Tata cara sholat Idul Adha perlu dipahami dengan benar agar pelaksanaan ibadah berlangsung khusyuk, tertib, dan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah saw.

Pelaksanaan ibadah hari raya kurban juga menjadi sarana memperkuat keimanan, kepedulian sosial, serta kebersamaan dalam kehidupan masyarakat muslim. (Suci)

Baca Juga: 9 Tradisi Idul Adha di Indonesia dari Berbagai Suku