Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Keutamaannya bagi Umat Muslim

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelaksanaan sholat Idul Fitri menandai berakhirnya bulan Ramadhan. Sholat ini pertama kali disyariatkan pada tahun kedua Hijriyah dan selalu dikerjakan Rasulullah SAW. Lalu, bagaimana cara sholat Idul Fitri sesuai dengan ketentuan di dalam Islam?
Sholat Idul Fitri adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada hari pertama di bulan Syawal. Hukum melaksanakan sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. Namun, jika tidak dikerjakan pun tidak akan berdosa.
Sebenarnya, pelaksanaan sholat hari raya Idul Fitri dilakukan dengan cara yang sama seperti sholat sunnah lainnya. Begitu pun bacaan sholatnya, yakni diawali dengan membaca Al Fatihah dan dilanjutkan membaca surat pendek di dalam Alquran.
Namun, mengutip buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah oleh Ustadz Arif Rahman, ada beberapa surat yang dianjurkan pada pelaksanaan sholat Idul Fitri. Pada rakaat pertama, bacaan surat yang dianjurkan adalah surat Qaf atau surat Al A’la. Sementara itu, pada rakaat kedua dianjurkan untuk membaca surat Al Qamar atau surat Al Gasyiyah.
Ketentuan Sholat Idul Fitri
Berdasarkan buku Shalat Sunnah Hikmah & Tuntunan Praktis karangan Nasrul Umam Syafi'i & Lukman Hakim, waktu pelaksanaan sholat Idul Fitri, yaitu dimulai dari naiknya matahari setinggi tombak sampai tergelincir (memasuki waktu sholat zuhur).
Namun, pelaksanaannya juga disunnahkan untuk dilakukan di akhir waktu terbitnya matahari, guna memberi kesempatan bagi orang-orang yang belum melaksanakan zakat fitrah. Jundub meriwayatkan hadits sebagai berikut:
"Nabi SAW, ketika beliau mengerjakan sholat Idul Fitri, maka beliau mengerjakannya manakala matahari telah meninggi dua tombak (agak sedikit siang). Sementara ketika mengerjakan sholat Idul Adha, maka beliau mengerjakannya manakala matahari meninggi satu tombak.”
Sejatinya, salat Idul Fitri sangat dianjurkan secara berjamaah di masjid maupun tanah lapang. Rasulullah bahkan menganjurkan, agar sholat ini digelar di lapangan. Selain agar dapat menampung lebih banyak jamaah, dengan cara ini, syiar dan kebesaran Islam semakin terasa. Sebagaimana dalam salah satu riwayat yang artinya berbunyi:
“Rasulullah SAW biasa keluar menuju musholla (tanah lapang/lapangan) pada hari raya. Hal pertama yang beliau lakukan adalah sholat lalu berpaling menghadap manusia yang sedang duduk di shaf mereka. Kemudian beliau memberi nasehat, wasiat, dan perintah.” (Hadits Abu Sa’id al-Khudry Ra).
Niat Sholat Idul Fitri
Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, sholat Idul Fitri harus didahului dengan niat. Adapun niatnya berbunyi:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُنْفرِدا لِلهِ تَعَــــالَى
Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini [imaaman / makmuuman] lillahi ta'aala.
Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala."
Jika melaksanakan sholat Idul Fitri secara sendiri (munfarid) di rumah, bacaan niatnya adalah:
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan 'iidil fithri rok'ataini lillaahi ta'aalaa'.
Artinya: “Aku sengaja niat salat sunah Idul Fitri karena Allah SWT.”
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Merujuk pada buku Panduan Sholat Rosulullah tulisan Imam Abu Wafa, tata cara sholat Idul Fitri hampir sama dengan melakukan sholat sunnah lainnya yang berjumlah dua rakaat. Perbedaannya hanya terletak pada bacaan niat dan pelaksanaan takbirnya.
Sholat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Pada rakaat pertama, jamaah bertakbir tujuh kali di luar takbiratul ihram. Pada rakaat kedua, jamaah bertakbir lima kali, di luar bacaan takbir saat bangkit dari sujud. Berikut urutan salat Idul Fitri yang sesuai ketentuan:
Sebelum salat Idul Fitri dimulai, disunahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
Salat Idul Fitri dimulai dengan menyeru “ash-shalâtu jâmi‘ah” yang artinya "Sholat jama'ah akan segera didirikan". Selain itu, sholat Ied dikerjakan tanpa didahuli adzan dan iqomah."
Membaca niat salat Idul Fitri.
Membaca takbiratul ihram (الله أكبر/Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan.
Membaca doa iftitah.
Takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela setiap dari tujuh takbir, dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
"Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar."
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
Membaca Surat Al Fatihah
Kemudian dilanjutkan dengan ruku, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti salat biasa. Lalu, berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua.
Lima takbir pada rakaat kedua. Di sela-sela setiap dari lima takbir juga dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
"Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar."
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
Membaca surat Al Fatihah.
Kemudian dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir, dan salam.
Selesai sholat, mendengarkan dua khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh khatib.
Keutamaan Sholat Idul Fitri
Sholat Idul Fitri dihukumi sunah muakkad, karena memang memiliki keutamaan dan hikmah yang luar biasa. Saiful Hadi El Sutha dalam bukunya berjudul Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah), keutamaan-keutamaan sholat Idul Fitri di antaranya sebagai berikut:
1. Mengagungkan Asma Allah
Ketika melaksanakan sholat Idul Fitri, umat Islam akan mengucapkan asma Allah berkali-kali terutama kalimat takbiratul ikhram atau me-Maha Besarkan Allah SWT.
Dengan begitu, umat Islam yang mengamalkannya akan mendapatkan pahala, karena telah mengagungkan, mengucapkan, atau berzikir atas nama Allah SWT.
Bagi umat Islam yang jarang meluangkan waktunya untuk berzikir dan mengucapkan nama Allah, pelaksanaan sholat Idul Fitri menjadi sebuah kesempatan besar untuk kembali mengingat Allah SWT.
2. Mendapat Pahala Sholat Berjamaah
Salat Idul Fitri kerap dilaksanakan secara berjamaah. Oleh sebab itu, umat Islam yang melaksanakannya akan memperoleh pahala semestinya pahala sholat berjamaah. Hal ini juga menjadi sebuah kesempatan besar bagi umat Islam untuk merapatkan barisan dan mendapatkan kebersamaan lewat sholat berjamaah.
Saat sholat berjamaah ini, tentunya tiap umat manusia tidak akan memandang suku, jabatan, rupa, dan hal-hal lain yang bersifat keduniawian.
Selagi mereka bersujud kepada Allah SWT dan membesarkan nama Allah SWT, melaksanakan sholat Idul Fitri juga menjadi penanda bahwa seluruh umat Islam adalah bersaudara dan harus saling menjaga.
3. Silaturahmi Sesama Muslim
Dengan melaksanakan sholat Idul Fitri, antar seorang muslim akan mendapatkan kesempatan untuk bersilaturahmi. Mungkin, di bulan-bulan lainnya seseorang jarang melangsungkan silaturahmi.
Namun, saat Idul Fitri tiba, momen ini bisa menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk bertemu dan bermaaf-maafan dengan kerabat terdekat atau tetangga.
4. Merayakan Bersama Kemenangan Umat Islam
Dengan melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah, umat Islam di berbagai belahan dunia turut merayakan hari kemenangan bersama-sama. Tentunya, momen kebersamaan dan kebahagiaan adalah hal yang berharga dan tidak tertandingi oleh apa pun.
5. Menunjukkan Ukhuwah Islamiah dan Kekuatan Umat Islam
Hukum pelaksanaan sholat Idul Fitri adalah sunnah muakkad atau fardhu kifayah. Hal ini membuat umat Islam terdorong untuk mengikutinya ketika tidak memiliki halangan.
Dengan berkumpulnya umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh, terbentuklah ukhuwah islamiah yang menunjukkan bahwa umat Islam merupakan sebuah umat yang besar dan padu.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa niat sholat Idul Fitri?

Apa niat sholat Idul Fitri?
Ushallii sunnatan lii'idil fitri rak'ataini [imaaman / makmuuman] lillahi ta'aala. Artinya: "Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala."
Apa keutamaan sholat Idul Fitri?

Apa keutamaan sholat Idul Fitri?
Mengagungkan Asma Allah, mendapat pahala sholat berjamaah, silahturahmi sesama muslim, merayakan bersama kemenangan umat Islam, dan menunjukkan Ukhuwah Islamiah dan kekuatan umat Islam.
Apa bacaan setelah takbiratul ihram salat Idul Fitri?

Apa bacaan setelah takbiratul ihram salat Idul Fitri?
Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar. Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
