4 Fungsi Vitamin K bagi Kesehatan Tubuh, Bisa Cegah Pendarahan
ยทwaktu baca 4 menit

Vitamin K adalah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Fungsi vitamin K yang utama adalah membantu proses pembekuan darah.
Selain itu, terdapat fungsi lain dari vitamin K. Cari tahu apa saja fungsi vitamin K pada penjelasan di bawah ini.
Apa Itu Vitamin K?
Vitamin K adalah jenis vitamin yang dibutuhkan dalam pembekuan darah, metabolisme tulang, dan mengatur kadar kalsium darah. Vitamin K terdiri dari dua jenis, yakni vitamin K1 (filokuinon) dan vitamin K2 (menaquinone).
Vitamin K1 banyak ditemukan di tanaman hijau. Ketika dikonsumsi, bakteri di usus besar akan mengubahnya menjadi jenis vitamin K2. Vitamin ini nantinya akan diserap di usus kecil dan disimpan dalam jaringan lemak dan hati.
Vitamin K bisa ditemukan di seluruh tubuh termasuk hati, otak, jantung, pankreas, dan tulang. Ini diproses dengan sangat cepat dan diekskresikan dalam urine atau tinja.
Tanpa vitamin K, tubuh tidak dapat memproduksi protrombin, faktor penting dalam proses pembekuan darah yang diperlukan untuk menghentikan pendarahan dan mendukung kesehatan tulang.
Vitamin K dapat diproduksi oleh bakteri usus maupun diperoleh dari makanan yang kaya akan vitamin K. Meskipun jarang, kekurangan vitamin K dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan tulang.
Fungsi Vitamin K
Vitamin K memainkan fungsi penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Mengutip dari jurnal The Health Benefits of Vitamin K oleh James J Dinicolantonio, dkk, berikut berbagai fungsi dari vitamin K.
1. Membantu Proses Pembekuan Darah
Tubuh membutuhkan vitamin K untuk memproduksi protrombin. Protrombin adalah protein yang diperlukan dalam proses pembekuan darah dan metabolisme tulang.
Pembekuan darah adalah cara alami tubuh dalam mengatasi pendarahan akibat cedera atau luka. Tanpa vitamin K, proses pembekuan darah akan terhambat. Hal ini akan memicu terjadinya pendarahan yang berlebihan.
2. Menjaga Kesehatan Tulang
Vitamin K dibutuhkan untuk memproduksi protein penting dalam tulang, yakni osteocalcin. Osteocalcin adalah vitamin yang berfungsi untuk mencegah melemahnya struktur tulang.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin K yang tinggi dapat menurunkan risiko patah tulang. Begitu pun sebaliknya, kadar vitamin K yang terlalu rendah akan merenggangkan struktur tulang, sehingga mudah patah.
Selain itu, fungsi vitamin K lainnya bagi kesehatan tulang adalah mendukung pemeliharaan dan meningkatan kepadatan tulang.
3. Mendukung Fungsi Jantung
Vitamin K dapat membantu menjaga tekanan darah agar tetap stabil dengan cara mencegah mineralisasi, yaitu kondisi ketika mineral menumpuk di pembuluh darah.
Fungsi ini memungkinkan jantung agar tetap bekerja sebagaimana mestinya, yakni memompa darah dan mengalirkannya ke seluruh tubuh.
Mineralisasi adalah hal alami yang kerap kali terjadi seiring bertambahnya usia. Hal tersebut juga merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
Asupan vitamin K yang cukup dapat membantu meningkatkan fungsi kerja jantung dan melindungi jantung dari risiko yang membahayakannya.
4. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Fungsi vitamin K lainnya adalah mendukung fungsi dari sistem kognitif manusia. Peningkatan kadar vitamin K dalam darah berdampak positif pada kemampuan mengingat seseorang.
Selain itu, suplemen vitamin K sering dikaitkan dengan menurunnya gangguan kognitif, depresi, dan kecemasan serta mampu meningkatkan memori spasial dan kemampuan belajar seseorang.
Akibat Kekurangan Vitamin K dalam Tubuh
Kekurangan vitamin K dalam tubuh secara umum akan menyebabkan proses pembekuan dan penyembuhan luka terhambat. Hal ini dapat memicu keluarnya darah yang berlebih.
Pada kasus kronis, kekurangan vitamin K bisa mempengaruhi perkembangan tulang yang buruk, menyebabkan osteoporosis, dan meningkatnya risiko penyakit jantung.
Vitamin K adalah salah satu nutrisi penting yang diperlukan tubuh, bahkan vitamin K langsung diberikan kepada bayi baru lahir untuk mencegah risiko perdarahan. Setiap orang perlu memenuhi kebutuhan vitamin K harian untuk terhindari dari kondisi defisiensi vitamin K.
Berikut daftar kebutuhan asupan vitamin K yang dibutuhkan berdasarkan usia:
Bayi berusia 0-6 bulan: 2 mikrogram/hari
Bayi berusia 12 bulan: 2.5 mikrogram/hari
Anak-anak berusia 1-3 tahun: 30 mikrogram/hari
Anak-anak berusia 4-8 tahun: 55 mikrogram/hari
Anak-anak berusia 9-13 tahun: 60 mikrogram/hari
Remaja berusia 14-18 tahun: 75 mikrogram/hari
Remaja berusia 19 tahun ke atas: 90-120 mikrogram/hari
Pada ibu hamil, konsumsi vitamin K perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko pendarahan pada janin. Ibu hamil membutuhkan paling tidak 90 mikrogram vitamin K per harinya.
Vitamin K dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau, seperti lobak hijau, kubis, selada, bayam, dan kangkung. Vitamin K juga bisa didapatkan dari konsumsi makanan olahan kedelai, seperti tahu, tempe, dan natto.
Kebutuhan harian dari vitamin K perlu dicukupi agar berbagai organ tubuh dapat berfungsi dengan baik. Mencukupi kebutuhan vitamin K juga perlu dilakukan agar terhindar dari gangguan defisiensi vitamin K.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis vitamin K?

Apa saja jenis vitamin K?
Vitamin K terdiri dari dua jenis, yakni vitamin K1 (filokuinon) dan vitamin K2 (menaquinone).
Apa contoh makanan yang kaya akan vitamin K?

Apa contoh makanan yang kaya akan vitamin K?
Vitamin K dapat diperoleh dari sayuran berdaun hijau, seperti lobak hijau, kubis, selada, bayam, dan kangkung.
Apakah vitamin K bisa diproduksi sendiri oleh tubuh?

Apakah vitamin K bisa diproduksi sendiri oleh tubuh?
Vitamin K dapat diproduksi sendiri oleh bakteri usus serta diperoleh dari makanan.
