6 Obat Malaria dari Medis dan Bahan Herbal
·waktu baca 6 menit

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Malaria adalah penyakit infeksi menular yang bisa menyebar melalui gigitan nyamuk. Kondisi ini menyebabkan pengidap malaria mengalami demam dan menggigil selama beberapa hari. Untuk menyembuhkan kondisi ini, ada beberapa obat malaria di apotik, seperti suldox tab, primaquine, hingga mefloquine.
Selain penggunaan obat-obatan, penanganan malaria juga bisa dibantu dengan berbagai bahan herbal. Bahan-bahan alami tersebut mungkin bisa membantu mengatasi gejala, tetapi belum tentu menyembuhkan penyakit.
Gejala Malaria
Malaria memiliki gejala yang cukup mirip dengan flu. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, berikut adalah beberapa gejala malaria yang perlu diwaspadai.
Demam
Panas dingin atau menggigil
Berkeringat
Sakit kepala
Mual dan muntah
Diare
Sakit perut
Nyeri otot atau sendi
Kelelahan
Detak jantung cepat
Batuk
Dalam beberapa kasus, malaria juga bisa mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan gejala yang lebih berat, seperti:
Anemia berat
Gangguan pernapasan akut
Gagal ginjal
Hipoglikemia
Kejang
Panas tinggi diikuti dengan gangguan kesadaran
Perdarahan di hidung, gusi, atau saluran pencernaan
Sesak napas
Penyebab Malaria
Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh keluarga parasit Plasmodium. Ada empat jenis parasit Plasmodium yang biasanya menyebabkan malaria, yaitu:
Plasmodium vivax
Plasmodium ovale
Plasmodium malariae
Plasmodium falciparum (parasit paling berbahaya)
Penyakit malaria ditularkan melalui gigitan Anopheles betina yang terinfeksi parasit tersebut. Gigitan nyamuk tersebut yang membuat parasit masuk dalam tubuh.
Setelah memasuki tubuh manusia, parasit Plasmodium menuju ke organ hati untuk berkembang menjadi bentuk yang lebih matang. Setelah masa inkubasi di hati, parasit ini kemudian memasuki aliran darah dan menginfeksi sel darah merah.
Selama berada di dalam sel darah merah, parasit Plasmodium berkembang biak dan memecahkan sel darah merah yang terinfeksi. Kondisi inilah yang menimbulkan sejumlah gejala, seperti demam, menggigil, dan badan lemas.
Selain gigitan nyamuk, parasit pada malaria juga bisa disebarkan melalui donor organ, transfusi darah, berbagi pemakaian jarum suntik, hingga janin yang terinfeksi dari ibunya.
Faktor Risiko Malaria
Malaria adalah penyakit menular yang dapat menyerang semua kalangan. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi malaria, di antaranya:
1. Lokasi Geografis
Faktor risiko utama untuk terkena malaria adalah tinggal di daerah yang rawan penyakit malaria. Menurut World Health Organization, beberapa wilayah yang rentan terhadap malaria termasuk:
Sub-Sahara Afrika
Asia Selatan dan Asia Tenggara
Kepulauan Pasifik
Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara
Tingkat risiko penularan malaria bergantung pada seberapa baik pengendalian malaria yang dilakukan di daerah tersebut dan langkah-langkah pencegahan yang diterapkan untuk menghindari gigitan nyamuk.
2. Kelompok Usia
Kelompok usia tertentu, seperti anak kecil, bayi, dan orang lanjut usia, berisiko lebih tinggi terkena penyakit malaria. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang atau melemah karena faktor usia.
3. Akses Terbatas terhadap Perawatan dan Pencegahan Malaria
Kurangnya akses terhadap perawatan medis, tindakan pencegahan, dan informasi yang tepat dapat meningkatkan risiko seseorang terkena malaria. Hal ini sering terjadi di daerah dengan sistem kesehatan yang terbatas atau infrastruktur yang buruk.
Obat Malaria di Apotik
Menyadur laman Kementerian Kesehatan RI, jumlah penderita malaria cenderung menurun dari tahun ke tahun. Namun, masih banyak yang menderita malaria di beberapa provinsi di wilayah timur, seperti Papua dan Papua Barat. Sementara, provinsi DKI Jakarta dan Bali sudah masuk ke dalam kategori provinsi bebas malaria.
Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang membahayakan, malaria perlu ditangani secepat mungkin. Penanganan malaria sendiri bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat antimalaria.
Obat-obatan tersebut ditentukan berdasarkan penyebab, usia, kondisi sedang hamil atau tidak, hingga tingkat keparahannya.
Lantas, apa saja obat malaria di apotek yang paling ampuh untuk dikonsumsi guna mencegah penyebaran infeksi? Berikut informasinya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Doxycycline
Menurut National Library of Medicine, doxycycline adalah obat antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya malaria. Obat ini bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.
Kendati demikian, ada beberapa efek samping yang dapat dirasakan dari mengonsumsi obat doxycycline, di antaranya:
Perubahan warna gigi, namun jangan khawatir karena sifatnya hanya sementara
Nafsu makan yang berkurang
Mual dan muntah
Sensitif terhadap sinar matahari
Rasa gatal di area vagina
2. Suldox Tab
Obat malaria dari apotek yang selanjutnya adalah suldox tab. Menyadur MedSpace, obat malaria ini dapat digunakan untuk mengobati serangan akut malaria falciparum yang sudah resisten terhadap klorokuin.
Dengan kata lain, suldox tab bisa dikatakan sebagai golongan obat keras. Jadi, pembelian obat ini memerlukan resep dokter. Obat ini tidak dapat dikonsumsi oleh pasien yang mengalami gangguan hati, ginjal, ibu yang sedang hamil, dan bayi di bawah 2 tahun.
Lebih jelasnya, berikut beberapa efek samping yang dapat dirasakan dari mengonsumsi obat suldox tab.
Sindrom Steven-Johnson, efek samping langka yang ditandai dengan gejala flu, ruam kemerahan, dan lepuh
Gatal di sebagian tubuh
Pusing hingga sekeliling terasa berputar atau vertigo
Nyeri sendi
Mual dan muntah
3. Mefloquine
Obat mefloquine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi malaria akibat parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk. Obat ini bekerja dengan cara mengganggu pertumbuhan parasit pada sel darah merah.
Mefloquine tidak disarankan untuk pengidap jantung, depresi, hingga anxiety. Efek samping yang dirasakan ketika mengonsumsi mefloquine, di antaranya:
Nyeri sendi, otot, hingga kulit melepuh
Batuk, suara serak, hingga pusing dan demam
Munculnya halusinasi
Sulit buang air kecil
Munculnya gangguan penglihatan dan pendengaran
Obat Malaria Herbal
Selain mengonsumsi obat-obatan, bahan-bahan herbal juga bisa membantu penyembuhan malaria. Artinya, pengidap tetap memerlukan pengobatan yang tepat dari dokter, sebelum mengonsumsi bahan-bahan alami ini.
Lebih jelasnya, berikut beberapa obat malaria herbal yang bisa dikonsumsi, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.
1. Pepaya
Menurut penelitian dari Journal of Tropical Medicine, pepaya bisa menjadi obat herbal malaria usai dikombinasikan dengan tanaman daun Afrika (Vernonia amygdalina).
Studi yang dilakukan pada tikus tersebut menunjukkan hasil bahwa ekstrak pepaya dapat mengurangi jumlah parasit di dalam tubuh, serta mencegah kerusakan pada hati.
2. Kayu Manis
Selain pepaya, kayu manis juga bisa dijadikan alternatif lain untuk mengatasi malaria. Menurut laman WebMD, kayu manis memiliki sifat anti inflamasi dan zat anti parasit yang mampu menghambat perkembangbiakan parasit.
Selain itu, kayu manis mengandung sifat antioksidan yang mencegah kerusakan sel di dalam tubuh.
3. Kunyit
Kunyit termasuk bumbu dapur yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya untuk melawan infeksi parasit Plasmodium yang menyebabkan malaria.
Menurut studi dari jurnal Systematic Reviews in Pharmacy, kandungan kurkumin di dalam kunyit diyakini bisa membasmi jenis parasit Plasmodium.
Baca Juga: Kenali 4 Jenis Malaria dan Cara Mengobatinya
Cara Mencegah Malaria
Malaria merupakan penyakit infeksi serius yang dapat mengancam jiwa. Untuk melindungi diri dari penyakit ini, ada beberapa cara mencegah malaria yang bisa dilakukan, di antaranya:
Gunakan pakaian tertutup yang dapat melindungi tubuh Anda dari gigitan nyamuk, seperti celana panjang, kemeja lengan panjang, dan kaos kaki.
Oleskan obat nyamuk pada kulit yang terbuka. Pilih produk yang mengandung bahan aktif seperti DEET, picaridin, IR3535, minyak lemon eucalyptus (OLE), para-menthane-3,8-diol (PMD), atau 2-undecanone. Pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat.
Gunakan semprotan yang mengandung permetrin pada pakaian Anda. Semprotan ini dapat memberikan perlindungan tambahan agar nyamuk menjauhi tubuh Anda.
Gunakan kelambu saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk, terutama saat Anda tidur di wilayah dengan risiko penularan malaria. Pastikan kelambu tersebut diberi perlindungan insektisida, seperti permetrin, untuk meningkatkan efektivitasnya.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA & SFR)
Frequently Asked Question Section
Sakit malaria harus minum obat apa?

Sakit malaria harus minum obat apa?
Pengidap malaria perlu mengonsumsi obat-obatan, seperti doxycycline, suldox tab, hingga mefloquine.
Apakah kunyit bisa mengobati malaria?

Apakah kunyit bisa mengobati malaria?
Kunyit termasuk bumbu dapur yang memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya untuk melawan infeksi parasit plasmodium yang menyebabkan malaria.
Apa itu malaria?

Apa itu malaria?
Malaria adalah penyakit infeksi menular yang bisa menyebar melalui gigitan nyamuk.
