Kumparan Logo
Konten Media Partner

7 Penyebab Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai dan Cara Mencegahnya

Kata Dokter

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kanker serviks terjadi pada organ reproduksi wanita. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kanker serviks terjadi pada organ reproduksi wanita. Foto: Unsplash

Kanker serviks merupakan tumor ganas yang ditemukan pada organ reproduksi wanita. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat, sehingga mengakibatkan tumor pada serviks.

Tumor yang ganas nantinya berkembang menjadi penyebab kanker serviks. Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia.

Kanker ini sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemukan sejak awal. Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker leher rahim, yang membuat angka kasus kanker ini menurun.

Penyebab Kanker Serviks

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel yang sehat mengalami perubahan atau mutasi. Mutasi ini menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh tidak normal dan tidak terkendali sehingga membentuk sel kanker.

Belum diketahui pasti apa yang menyebabkan perubahan pada gen tersebut. Namun, penyebab kanker serviks yang mengakibatkan perubahan mutasi gen tersebut diketahui terkait dengan infeksi Human Papilloma Virus (HPV).

Ada lebih dari 100 tipe HPV, tapi jenis yang paling banyak menyebabkan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Dua tipe ini diketahui menyebabkan 70 persen kanker serviks di seluruh dunia. Sisanya disebabkan oleh HPV tipe lain, seperti HPV tipe 31, 33, dan 45.

Kanker serviks pada diri seorang wanita tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi merupakan akumulasi dari berbagai faktor risiko. Mengutip jurnal Cervical Cancer: Epidemiology, Risk Factors, and Screening oleh Shaokai Zhang, dkk., berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab kanker serviks.

1. Infeksi HPV

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi HPV. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui permukaan kulit, alat kelamin, mulut, dan tenggorokan.

Infeksi HPV biasanya terlihat dalam bentuk kutil (papilloma). Tipe HPV yang menyebabkan kutil di tangan dan kaki berbeda dengan tipe yang menyebabkan kutil di mulut, lidah, alat kelamin, ataupun anus.

Tipe HPV yang sering menimbulkan kutil di alat kelamin adalah HPV 6 dan HPV 11. Meskipun mengakibatkan penyakit infeksi kelamin, tetapi keduanya berisiko rendah untuk menjadi kanker.

Tipe HPV yang termasuk berisiko tinggi menjadi kanker di antaranya HPV 16, 18, 31, 33, dan 45. Dua pertiga penyebab kanker serviks di seluruh dunia adalah infeksi HPV 16 dan 18.

Selain kanker serviks, virus HPV juga dapat menyebabkan kanker vulva (bibir kemaluan) dan vagina, kanker penis, serta kanker mulut pada wanita dan pria.

Ilustrasi salah satu penularan infeksi HPV penyebab kanker serviks adalah melalui hubungan seksual. Foto: Unsplash

2. Penyakit Menular Seksual

Sering berganti-ganti pasangan seksual dan jenis kegiatan seksual (anal atau oral seks) juga meningkatkan risiko menderita kanker serviks.

3. Riwayat Kanker Serviks dalam Keluarga

Adanya anggota keluarga (ibu atau saudara perempuan) yang pernah menderita kanker serviks membuat seseorang memiliki risiko kanker serviks lebih besar 2-3 kali dibandingkan dengan orang yang tidak mempunyai riwayat kanker serviks di keluarganya. Hal ini disebabkan adanya ketidakmampuan melawan infeksi HPV yang diturunkan secara genetik.

4. Kebiasaan Merokok

Wanita yang memiliki kebiasaan merokok berisiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang bukan perokok. Risiko menderita kanker serviks meningkat dengan peningkatan jumlah batang rokok yang dikonsumsi, tetapi tidak berhubungan dengan lamanya merokok.

Mengutip jurnal Risk Factors of Cervical Cancer: A Case-Control Study oleh Nainakshi Kashyap, dkk., rokok mengandung bahan karsinogen, yakni bahan kimia yang dapat memicu kanker. Bahan karsinogen tersebut akan diserap ke dalam paru-paru, lalu masuk ke dalam darah, dan selanjutnya dibawa ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Bahan kimia tersebut diduga dapat menjadi penyebab kerusakan DNA sel serviks yang kemudian berkembang menjadi kanker serviks. Selain itu, merokok dapat menurunkan daya tahan tubuh dalam memerangi infeksi HPV.

Ilustrasi merokok dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Foto: Unsplash

5. Daya Tahan Tubuh Menurun

Faktor risiko lainnya adalah kondisi imunosupresi atau menurunnya daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh berperan penting dalam proses penghancuran sel-sel kanker serta menghambat pertumbuhan dan penyebarannya.

Salah satu keadaan imunosupresi bisa ditemui pada penderita AIDS. Virus HIV pada penderita AIDS akan merusak fungsi kekebalan tubuh seseorang, sehingga wanita yang menderita AIDS memiliki risiko tinggi terkena infeksi HPV yang berkembang menjadi kanker serviks.

Pada wanita penderita AIDS, perkembangan sel pra-kanker menjadi kanker yang biasanya memerlukan waktu beberapa tahun, dapat terjadi lebih cepat karena imunosupresi.

Selain itu, kondisi seperti ini juga bisa ditemui pada wanita yang mengonsumsi obat penurun daya tahan tubuh, seperti wanita penderita penyakit autoimun atau wanita yang sedang menjalani transplantasi organ tubuh.

6. Infeksi Chlamidia

Chlamidia adalah salah satu kuman yang dapat menyebabkan infeksi pada organ reproduksi. Kuman ini menyebar melalui kontak seksual. Wanita yang terinfeksi Chlamidia sering mengeluhkan adanya nyeri di daerah panggul. Namun, banyak juga yang tidak mengalami keluhan.

Beberapa penelitian menyebutkan adanya risiko kanker serviks yang lebih tinggi pada wanita yang di dalam darahnya ditemukan infeksi chlamidia.

7. Usia Pertama Kali Melakukan Hubungan Seksual

Usia seseorang ketika pertama kali berhubungan seksual berpengaruh terhadap kejadian kanker serviks. Semakin muda usia pada saat melakukan hubungan seksual, risiko terkena kanker serviks semakin meningkat.

Wanita yang berusia 17 tahun atau kurang pada saat pertama melakukan hubungan seksual memiliki risiko menderita kanker serviks dua kali lipat dibandingkan dengan wanita yang berhubungan seksual pertama kali pada usia 25 tahun atau lebih.

Baca Juga: 3 Gejala Kanker Serviks dan Langkah Pencegahannya

Cara Mencegah Kanker Serviks

Ilustrasi salah satu cara mencegah kanker serviks adalah melakukan vaksinasi. Foto: Unsplash

Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kanker serviks. Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut beberapa cara mencegah kanker serviks yang dapat dilakukan:

  • Menerima vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks dan kanker terkait tipe HPV lainnya. Vaksin HPV umumnya sudah bisa dilakukan sejak usia 10 tahun.

  • Melakukan tes pap smear dapat mendeteksi kondisi pra-kanker serviks, sehingga dapat dipantau atau diobati untuk mencegah kanker serviks. Sebagian besar pakar menyarankan untuk memulai tes pap smear secara rutin pada usia 21 dan mengulanginya setiap beberapa tahun sekali.

  • Melakukan hubungan seksual yang aman untuk mencegah infeksi menular seksual, seperti menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks dan tidak berganti-ganti pasangan. Hindari juga hubungan seks pada usia muda.

  • Berhenti merokok. Jika Anda perokok aktif, konsultasikan dengan dokter tentang langkah apa yang bisa dilakukan untuk membantu Anda berhenti merokok.

  • Menjaga pola hidup sehat untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar mampu melawan infeksi.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa itu kanker serviks?

chevron-down

Kanker serviks merupakan tumor ganas yang ditemukan pada organ reproduksi wanita. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim.

Apa jenis virus HPV yang menyebabkan kanker serviks?

chevron-down

Ada lebih dari 100 tipe HPV. Namun, yang paling banyak menyebabkan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18.

Bagaimana cara mencegah kanker serviks?

chevron-down

Menerima vaksinasi untuk mencegah infeksi HPV dapat mengurangi risiko kanker serviks dan kanker terkait tipe HPV lainnya.