Kumparan Logo
Konten Media Partner

Danasone Dexamethasone: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Danasone yang mengandung zat aktif Dexamethasone. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Danasone yang mengandung zat aktif Dexamethasone. Foto: Unsplash

Danasone obat apa? Danasone Dexamethasone adalah obat antiinflamasi yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang kulit, rhinitis alergi, dermatitis, radang sendi, hingga asma bronkial.

Danasone Dexamethasone termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Danasone Dexamethasone 0,5 mg
Harga
Rp4.000 - Rp17.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang kulit, rhinitis alergi, dermatitis, radang sendi, hingga asma bronkial.
Komposisi
Dexamethasone 0,5 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: diminum 0,5-9 mg dalam dosis terbagi sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Efek Samping
Sakit kepala, sakit perut, mulut kering, mual, dan muntah.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi dengan kandungan obat, menderita penyakit jantung, gangguan fungsi ginjal dan hati, serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Danasone Dexamethasone

Ilustrasi konsumsi obat Danasone. Foto: Pexels

Danasone Dexamethasone adalah obat glukokortikoid yang digunakan untuk mengobati alergi dan peradangan, seperti gatal-gatal pada kulit, rhinitis alergi, urtikaria (biduran), dan dermatitis. Obat ini termasuk ke dalam golongan kortikosteroid.

Kortikosteroid merupakan golongan obat untuk meredakan peradangan yang ditandai dengan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada tubuh. Obat ini hanya mengurangi gejala peradangan, tapi tidak dapat mengatasi penyebabnya.

Mengutip jurnal Corticosteroids-Mechanisms of Action in Health and Disease oleh Sivapriya Ramamoorthy and John A. Cidlowski, kortikosteroid berfungsi untuk menghambat produksi zat yang menyebabkan peradangan pada tubuh.

Obat ini juga bekerja sebagai imunosupresan dengan cara menurunkan aktivitas dan kerja sistem imun.

Kortikosteroid dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti dermatitis, edema (pembengkakan), gejala penyakit rematik, hingga gangguan pada kulit, darah, ginjal, dan mata.

Kandungan dan Kegunaan Danasone Dexamethasone

Ilustrasi obat-obatan Dexamethasone. Foto: Unsplash

Danasone merupakan merek obat yang mengandung zat aktif Dexamethasone 0,5 mg. Obat ini dapat digunakan untuk mengatasi peradangan dan gejala alergi dalam tubuh.

Mengutip jurnal Dexamethasone oleh Donavon B. Johnson, dkk., Dexamethasone adalah obat antiinflamasi golongan glukokortikoid yang bekerja dengan cara menekan migrasi neutrofil dan menurunkan produksi mediator inflamasi, sehingga dapat meredakan peradangan dan alergi dalam tubuh.

Danasone yang mengandung Dexamethasone digunakan untuk mengobati sejumlah kondisi peradangan, seperti reaksi alergi, penyakit kulit, peradangan pada saluran pencernaan, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Adapun beberapa beberapa kondisi peradangan dan gangguan alergi lainnya yang dapat diatasi dengan Danasone adalah sebagai berikut.

  • Rhinitis alergi, yaitu peradangan yang terjadi pada bagian dalam rongga hidung akibat reaksi alergi. Gejalanya meliputi pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, mata berair, serta mata membengkak dan terasa gatal.

  • Dermatitis, yaitu peradangan kulit yang ditandai dengan kulit kering, gatal-gatal, dan ruam kemerahan. Gejalanya meliputi ruam kulit, gatal-gatal, kulit kering atau pecah-pecah, serta muncul lepuhan di kulit.

  • Urtikaria, yaitu kondisi peradangan yang menyebabkan timbulnya ruam kemerahan dan benjolan di kulit. Gejalanya meliputi lesi kulit yang menonjol dan terasa gatal.

  • Konjungtivitis, yaitu peradangan pada selaput bening yang menutupi bagian putih mata sehingga membuat mata tampak merah. Gejalanya meliputi mata merah, mata berair, mata terasa gatal dan mengganjal, serta belekan atau banyak kotoran mata.

  • Keratitis, yaitu peradangan pada kornea mata akibat infeksi yang ditandai dengan mata merah dan disertai rasa nyeri. Gejalanya meliputi mata merah dan membengkak, terasa nyeri, iritasi, sensitif terhadap cahaya, dan banyak kotoran mata.

  • Rheumatoid arthritis, yaitu peradangan kronis pada sendi dan jaringan di sekitarnya yang menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kaku pada persendian. Gejalanya meliputi nyeri sendi, bengkak, tubuh terasa lesu, kehilangan nafsu makan, dan demam ringan.

  • Hiperplasia adrenal kongenital, yakni sekelompok kelainan genetik yang memengaruhi produksi hormon pada kelenjar adrenal.

Selain beberapa kondisi di atas, obat ini juga bisa digunakan untuk mengatasi gangguan saluran pernapasan, seperti asma bronkial dan peradangan paru-paru.

Sekilas tentang Zat Aktif (Nama Generik)

Ilustrasi obat yang mengandung Dexamethasone. Foto: Pexels

Secara umum, zat aktif atau bahan aktif adalah komponen obat farmasi yang terbukti mempunyai efek farmakologis pada tubuh manusia atau hewan dalam dosis tertentu. Zat aktif disebut juga sebagai active pharmaceutical ingredient (API).

Salah satu contoh zat aktif adalah Dexamethasone yang terkandung dalam obat antiinflamasi. Dexamethasone termasuk ke dalam kelompok obat glukokortikoid.

Dikutip dari VeryWell Health, glukokortikoid adalah golongan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan, seperti radang sendi, alergi, penyakit kulit, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Dexamethasone yang dijual di apotek bisa berupa obat generik (obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif) ataupun dipasarkan dengan merek tertentu. Sediaan obat Dexamethasone umumnya berbentuk kaplet dengan komposisi 0,5 mg hingga 0,75 per kaplet.

Anjuran Dosis Danasone Dexamethasone

Ilustrasi konsumsi obat Danasone harus sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Sebagai golongan obat keras, penggunaan Danasone Dexamethasone harus sesuai dengan petunjuk dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Konsumsi Danasone harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Danasone tidak boleh digunakan pada pasien yang alergi terhadap kandungan obat.

  • Danasone dapat dikonsumsi sebelum ataupun sesudah makan. Jangan mengunyah atau menghancurkan obat.

Adapun anjuran dosis dan aturan pakai Danasone Dexamethasone tablet secara umum adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: diminum 0,5-9 mg dalam dosis terbagi sebanyak 3-4 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Jika ingin mengonsumsi Danasone, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi serius, seperti pankreatitis akut, anafilaksis (syok akibat reaksi alergi yang berat), peningkatan infeksi, dan hipertensi intrakranial idiopatik.

Kontraindikasi

Ilustrasi konsumsi obat Danasone harus dalam pengawasan dokter agar tidak terjadi kontraindikasi. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Danasone, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Alergi terhadap kandungan obat.

  • Pasien yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal.

  • Pasien yang memiliki luka pada dinding lambung atau usus 12 jari.

  • Pasien yang memiliki penyakit infeksi jamur, infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti herpes.

  • Pasien yang menderita penyakit tukak lambung, katarak, gagal jantung, penyakit liver, atau gangguan mental seperti depresi.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Perlu diperhatikan, penggunaan jangka panjang obat Danasone dapat mengakibatkan kerusakan pada saraf mata dan menurunkan daya tahan tubuh, sehingga tidak dianjurkan untuk digunakan secara terus-menerus.

Baca Juga: Grafachlor: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Interaksi Obat

Ilustrasi konsumsi obat Danasone dengan jenis obat lain dapat menyebabkan interaksi obat. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Danasone, konsultasikan kepada dokter mengenai semua jenis obat yang sedang digunakan. Sebab, obat ini dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat lain.

Interaksi obat dapat memengaruhi efektivitas Danasone dan berpotenesi meningkatkan risiko efek samping. Adapun beberapa interaksi obat yang perlu diwaspadai saat menggunakan Danasone secara bersamaan, yaitu:

  • Penggunaan Danasone bersama dengan obat-obatan seperti erythromycin, ketoconazole, atau ritonavir dapat meningkatkan sejumlah risiko efek samping, seperti peningkatan gula darah, tekanan darah tinggi, atau gangguan elektrolit.

  • Penggunaan Danasone yang digunakan bersama dengan kortikosteroid lain, teofilin, atau obat golongan diuretik dapat meningkatkan risiko kadar kalium rendah (hipokalemia).

  • Penggunaan Danasone bersamaan dengan obat antidiabetik dapat meningkatkan konsentrasi glukosa darah dalam tubuh.

  • Penggunaan Danasone bersama dengan obat-obatan seperti phenytoin, rifampicin, carbamazepine, atau ephedrine dapat menyebabkan penurunan efektivitas obat.

  • Penggunaan Danasone dengan obat pengencer darah, seperti warfarin atau aspirin, dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.

Baca Juga: 7 Obat Rematik di Apotik dan dari Bahan Alami

Efek Samping Danasone Dexamethasone

Ilustrasi salah satu efek samping Danasone adalah sakit kepala. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lain, Danasone memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Dikutip dari National Institutes of Health, beberapa efek samping penggunaan obat yang mengandung Dexamethasone, di antaranya:

  • Sakit kepala, pusing, atau vertigo

  • Nyeri otot dan sendi

  • Mulut kering

  • Gelisah

  • Penglihatan kabur

  • Gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, muntah, atau perut kembung

  • Lemas

  • Sering buang air kecil

Penggunaan Danasone dapat memiliki efek samping yang berbeda-beda bagi setiap orang. Selain itu, obat ini juga dapat memicu efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Sindrom Cushing, yakni kumpulan gejala seperti muka tembem (moon face), penebalan kulit seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi (tekanan darah tinggi), penurunan toleransi terhadap karbohidrat, dan gejala-gejala lainnya.

  • Insufisiensi adrenal, yakni kelainan hormonal karena kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon kortisol dalam kadar yang cukup. Akibatnya, tubuh akan mengalami lemas berkepanjangan, anoreksia, warna kulit menggelap, hingga depresi.

Jika mengalami efek samping yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat Danasone?

chevron-down

Danasone Dexamethasone adalah obat antiinflamasi yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti radang kulit, rhinitis alergi, dan dermatitis.

Danasone termasuk golongan obat apa?

chevron-down

Danasone Dexamethasone termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.

Apa efek samping obat Danasone?

chevron-down

Beberapa efek samping penggunaan obat Danasone Dexamethasone, di antaranya sakit kepala, pusing, nyeri otot dan sendi, mulut kering, serta gelisah.