Kleptomania: Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya

Konten Media Partner
29 Desember 2022 15:39 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kleptomania adalah gangguan mental yang mana penderita sulit untuk mengontrol keinginannya dalam mencuri barang. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Kleptomania adalah gangguan mental yang mana penderita sulit untuk mengontrol keinginannya dalam mencuri barang. Foto: Pexels.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kleptomania adalah gangguan mental yang langka. Gangguan ini ditandai dengan adanya dorongan atau keinginan yang tidak bisa dikontrol untuk mencuri barang. Padahal, barang-barang tersebut tidak berguna dan tidak dibutuhkan oleh penderita.
ADVERTISEMENT
Ketika seseorang menderita kleptomania, godaan untuk mencuri sangatlah kuat dan sulit untuk ditolak. Penderita gangguan mental ini akan merasakan sensasi intens dari mencuri dan merasa bersalah atau hina setelah melakukan pencurian.
Orang yang merasakan tanda-tanda kleptomania perlu mencari bantuan dari tenaga ahli untuk menangani gangguan tersebut. Pasalnya, kleptomania dapat menyebabkan konsekuensi hukum yang serius dan tekanan psikologis dan emosional.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai kleptomania, mulai dari gejala, penyebab, dan cara mengatasinya. Berikut penjelasannya.

Apa Itu Kleptomania?

Kleptomania adalah gangguan kesehatan mental yang biasa disebut pencurian kompulsif. Saat menderita gangguan ini, seseorang akan memiliki dorongan untuk mencuri barang, meskipun barang tersebut tidak dibutuhkan.
Ketika melakukan pencurian, penderita akan merasakan sensasi tegang yang intens. Namun, setelah mencuri, penderita akan merasa bersalah.
ADVERTISEMENT
Menurut American Psychiatric Association, kleptomania termasuk gangguan yang langka. Gangguan ini hanya diderita oleh 0,3-0,6% orang saja. Meskipun langka, kleptomania memiliki risiko mematikan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gangguan mental lain, yakni hampir 25%.
Kleptomania adalah jenis gangguan kontrol impuls, yakni gangguan ketika seseorang tidak mampu menahan godaan atau keinginan untuk melakukan tindakan yang berbahaya bagi orang lain.

Gejala Kleptomania

Salah satu gejala kleptomania adalah merasa bersalah, depresi, dan hina setelah melakukan pencurian. Foto: Pexels.com
Dikutip dari jurnal Kleptomania: A Case Series oleh Bharat Saluja, dkk, kleptomania memiliki gejala utama, yakni kurangnya kemampuan untuk mengontrol impuls atau godaan tentang mencuri barang. Gangguan ini juga disertai dengan beberapa gejala lain, seperti:
ADVERTISEMENT
Ada perbedaan antara tindakan mencuri karena kebutuhan dan kleptomania. Jika seseorang melakukan pencurian didasari oleh kondisi berkebutuhan, tidak punya uang, dan lain-lain, kondisi ini tidak dikategorikan sebagai kleptomania.
Penderita kleptomania akan mencuri karena adanya dorongan atau keinginan kuat yang susah untuk dikendalikan. Meskipun barang yang dicuri adalah barang yang tidak diperlukan, penderita akan merasa senang ketika berhasil mencurinya.
Alih-alih menggunakannya, barang yang dicuri akan disimpan tanpa digunakan, disumbangkan, diberikan sebagai hadiah, atau dikembalikan kepada pemiliknya.

Penyebab Kleptomania

Penyebab kleptomania sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, banyak ahli yang meyakini gangguan kleptomania disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimia pada otak.
Di dalam otak, terdapat senyawa kimia yang disebut dengan neurotransmiter. Senyawa ini berfungsi untuk mengirimkan pesan ke otak. Ketika kadar neurotransmitter tidak seimbang, otak akan mengalami gangguan dalam merespons dorongan atau impuls yang diterima.
ADVERTISEMENT
Selain itu, kleptomania juga banyak dikaitkan dengan stres. Ketidakmampuan dalam mengontrol hasrat atau keinginan bisa dipicu oleh gangguan stres berat. Stres memiliki dampak negatif pada kontrol impuls.

Cara Mengobati Kleptomania

Sebagian besar kasus kleptomania diobati dengan psikoterapi. Foto: Pexels.com
Kleptomania pada umumnya diobati dengan psikoterapi. Namun, tidak menutup kemungkinan penderita akan diresepkan beberapa jenis obat. Secara umum, berikut pengobatan kleptomania.

1. Psikoterapi

Psikoterapi adalah sekelompok terapi yang dilakukan untuk menangani berbagai masalah kejiwaan dengan memfasilitasi perubahan positif pada pasien. Beberapa jenis psikoterapi bisa membantu menangani kleptomania. Salah satunya adalah terapi perilaku kognitif.
Terapi ini berfokus pada pengidentifikasian dan pemahaman antara pikiran, keyakinan, dan perilaku seseorang, sehingga orang tersebut dapat melakukan perubahan. Terapi perilaku kognitif membantu seseorang dalam mengontrol setiap perilaku atau tindakannya.
ADVERTISEMENT

2. Terapi Obat-obatan

Belum ada jenis obat yang dirancang secara khusus untuk mengatasi kleptomania. Namun, tenaga medis mungkin akan menganjurkan untuk mengonsumsi obat antidepresan atau jenis obat yang mengontrol kecanduan.
Obat-obatan ini digunakan untuk mengontrol keinginan penderita kleptomania untuk mencuri. Beberapa gejala yang menyertai kleptomania, seperti stres dan gangguan kecemasan bisa ditangani dengan obat-obatan tersebut.

3. Manajemen Stres

Manajemen stres adalah rangkaian cara mengelola stres yang diderita seseorang. Stres sering dikaitkan dengan gangguan kontrol impuls, sehingga metode ini bisa mengurangi gejala kleptomania maupun gangguan kontrol impuls lainnya.
Manajemen stres bisa dilakukan dengan berbagai cara. Intinya, penderita perlu melakukan hal-hal yang menyenangkan atau membuka diri. Contohnya, seperti melakukan hobi, berjalan-jalan, atau menulis jurnal.
Kleptomania adalah gangguan kesehatan yang jarang terjadi. Meskipun demikian, kleptomania termasuk gangguan yang serius.
ADVERTISEMENT
Jika memiliki tanda-tanda atau gejala kleptomania, segera lakukan konsultasi dengan ahli. Tenaga ahli profesional akan membantu mendiagnosis terkait keluhan yang dimiliki serta menyarankan beberapa perawatan yang tepat.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(SAI)