Kumparan Logo
Konten Media Partner

Obat Furosemide: Manfaat, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Kata Dokter

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi obat Furosemide. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi obat Furosemide. Foto: Unsplash

Furosemide 40 mg tablet obat apa? Obat Furosemide adalah obat untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh (edema) yang disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal.

Furosemide termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter. Obat ini dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dengan dosis sesuai.

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 8 data

Furosemide 40 mg
Harga
Rp5.000 - Rp20.000 per strip (10 tablet)
Indikasi dan Manfaat
Membantu mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh (edema) yang disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal.
Komposisi
Furosemide 40 mg
Dosis dan Aturan Pakai
Dewasa: dosis awal 40 mg per hari. Dosis pemeliharaan dapat diturunkan menjadi 20 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
Efek Samping
Sakit kepala, pusing, mual, muntah, diare, dan dehidrasi.
Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat sejuk dan kering, serta terlindung dari cahaya matahari langsung.
Peringatan
Tidak boleh digunakan untuk pasien yang alergi terhadap kandungan obat, menderita gagal ginjal, serta ibu hamil dan menyusui.
Golongan Obat
Obat Keras

Pengertian Obat Furosemide

Ilustrasi obat Furosemide. Foto: Pexels

Furosemide adalah obat golongan diuretik yang bisa mencegah tubuh menyerap terlalu banyak garam. Mengutip jurnal Clinical Pharmacology in Diuretic Use oleh David H. Ellison, diuretik berfungsi untuk membantu membersihkan tubuh dari garam dan air, sehingga tidak terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh.

Furosemide digunakan untuk mengurangi cairan berlebihan yang menumpuk di dalam tubuh. Kondisi ini bisa terjadi akibat penyakit gagal jantung, penyakit hati, dan penyakit ginjal.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Menurunkan tekanan darah tinggi dapat membantu mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal.

Furosemide tersedia dalam bentuk tablet dan dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Obat ini sebaiknya dikonsumsi pada jam yang sama setiap harinya agar pengobatan maksimal.

Kandungan dan Kegunaan Obat Furosemide

Ilustrasi obat Furosemide. Foto: Pixabay

Furosemide merupakan obat generik, yaitu obat yang dinamai sesuai dengan kandungan zat aktif yang dimiliki. Sediaan obat ini berbentuk tablet dan tersedia dengan komposisi Furosemide 40 mg.

Furosemide digunakan untuk mengobati edema yang disebabkan oleh berbagai kondisi medis, termasuk penyakit jantung, ginjal, dan hati. Menurut jurnal Furosemide oleh Tahir M. Khan, dkk., Furosemide bekerja dengan cara membuang air dan garam yang tidak dibutuhkan dari tubuh ke dalam urine.

Golongan obat diuretik ini umumnya digunakan sebagai terapi pada pasien yang mengalami gagal jantung. Dalam kondisi tersebut, terjadi penumpukan cairan karena jantung yang tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.

Sementara itu, obat Furosemide dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.

Tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan bagian tubuh lainnya. Kerusakan pada organ-organ ini dapat menyebabkan penyakit jantung stroke, gagal ginjal, kehilangan penglihatan, dan masalah lainnya.

Penggunaan obat Furosemide harus dibarengi dengan perubahan gaya hidup agar dapat membantu mengontrol tekanan darah. Perubahan ini termasuk konsumsi makanan rendah lemak dan garam, menjaga berat badan yang sehat, berolahraga setiap hari, tidak merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.

Anjuran Dosis Obat Furosemide

Ilustrasi konsumsi obat Furosemide sesuai anjuran dosis. Foto: Unsplash

Sebagai golongan obat keras, penggunaan Furosemide harus sesuai petunjuk dokter. Adapun anjuran dosis dan aturan pakai obat Furosemide tablet secara umum adalah sebagai berikut.

  • Dewasa: dosis awal 40 mg per hari. Dosis pemeliharaan dapat diturunkan menjadi 20 mg per hari. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Jika ingin mengonsumsi Furosemide, pastikan sudah mengikuti anjuran dosis tersebut dengan benar. Sebab, penyalahgunaan obat ini dapat mengakibatkan komplikasi, seperti peningkatan kadar enzim hati, aritmia jantung yang serius, dan hipovolemia (kehilangan darah dan cairan secara mendadak).

Cara Mengonsumsi Furosemide dengan Benar

Ilustrasi mengonsumsi obat Furosemide harus sesuai anjuran dokter. Foto: Pexels

Furosemide termasuk golongan obat keras, sehingga tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Adapun cara mengonsumsi Furosemide dengan benar, yaitu:

  • Sebelum mengonsumsi Furosemide, konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, obat-obatan atau suplemen yang sedang dikonsumsi, dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan terkait penggunaan obat.

  • Konsumsi Furosemide harus sesuai dengan anjuran dokter dan informasi yang tertera pada kemasan obat. Penggunaannya tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.

  • Furosemide dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan untuk membantu penyerapan obat secara maksimal.

  • Konsumsi Furosemide secara utuh dengan segelas air putih. Jangan mengunyah, menghancurkan, dan mencampurkan obat dengan makanan maupun minuman.

  • Konsumsi Furosemide secara teratur pada waktu yang sama. Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Jika Anda lupa mengonsumsi Furosemide pada waktu yang ditentukan, segera konsumsi obat begitu ingat selama jeda dengan waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat.

  • Simpan Furosemide di tempat yang sejuk dan kering, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan penyimpanan obat berada di luar jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Interaksi Furosemide dengan Obat Lain

Ilustrasi penggunaan Furosemide dengan obat lain dapat menyebabkan interaksi obat. Foto: Pexels

Furosemide dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain dan berisiko meningkatkan risiko efek samping. Dikutip dari GoodRx Health, adapun interaksi Furosemide dengan obat lain yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat diuretik lain, seperti asam ethacrynic, dapat meningkatkan risiko efek samping seperti dehidrasi atau penurunan kadar elektrolit dalam darah.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat antihipertensi lain, seperti ACE inhibitor (lisinopril) atau ARB (losartan), dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan memengaruhi fungsi ginjal.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat lithium dapat meningkatkan kadar lithium dalam tubuh.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat desmopresin dapat mengurangi efektivitas desmopresin dalam tubuh.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat antidepresan, terutama obat golongan serotonin-norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI) seperti venlafaxine, dapat menyebabkan perubahan tekanan darah.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat antikonvulsan, seperti fenitoin atau karbamazepin, dapat mengurangi efektivitas obat-obatan tersebut.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat NSAID, seperti ibuprofen atau naproxen, dapat mengurangi efek diuretik Furosemide.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat nefrotoksik, seperti aminoglikosida (gentamicin), dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat opioid, seperti oksikodon atau hidrokodein, dapat meningkatkan risiko konstipasi dan sembelit.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat antiaritmia, seperti amiodarone, dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit atau gangguan irama jantung.

  • Penggunaan Furosemide bersamaan dengan obat sukralfat dapat mengganggu penyerapan furosemide dalam tubuh.

Perlu diingat, daftar di atas belum mencakup semua interaksi obat dari Furosemide. Oleh sebab itu, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengombinasikan Furosemide dengan obat-obatan lain.

Cara Penyimpanan Furosemide

Ilustrasi penyimpanan obat Furosemide harus di tempat yang kering dan sejuk. Foto: Pexels

Simpan Furosemide pada suhu ruangan yang sejuk dan kering (di bawah 30 derajat Celsius), serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan kelembapan.

Selain itu, jangan menaruh tempat penyimpanan obat Furosemide sembarangan. Simpan obat ini di tempat yang jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Peringatan Sebelum Menggunakan Furosemide

Ilustrasi sebelum mengonsumsi Furosemide pastikan tidak alergi terhadap kandungan obat dan sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Foto: Pexels

Sebelum mengonsumsi Furosemide, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi dan riwayat penyakit yang dimiliki agar tidak terjadi kontraindikasi. Jangan mengonsumsi obat ini apabila memiliki kondisi berikut:

  • Pasien yang alergi terhadap kandungan obat atau obat-obatan golongan diuretik lainnya.

  • Pasien yang menderita gangguan gagal ginjal.

  • Pasien yang menderita penyakit Addison dan porfiria.

  • Penggunaan bersamaan dengan obat-obatan golongan penghambat antagonis reseptor angiotensin 2, glikosida jantung, antihistamin, dan antipsikotik.

  • Ibu hamil dan menyusui.

Efek Samping Obat Furosemide

Ilustrasi salah satu efek samping obat Furosemide adalah sakit kepala. Foto: Pexels

Sama seperti obat-obatan lainnya, Furosemide memiliki sejumlah efek samping yang bisa terjadi. Mengutip laman National Health Service (NHS), beberapa efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi obat ini, yaitu:

  • Sakit kepala, pusing, atau vertigo

  • Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, diare atau sembelit

  • Gangguan pendengaran

  • Dehidrasi

  • Kesemutan

Penggunaan obat Furosemide dapat memiliki efek samping yang berbeda bagi setiap orang. Selain itu, penggunaan obat ini juga dapat memicu reaksi alergi pada kulit, hiperkalemia, dan kejang otot.

Dalam beberapa kasus, Furosemide dapat menyebabkan peningkatan kreatinin serum, kolesterol serum dan trigliserida, serta diuresis (peningkatan kadar volume urine).

Jika mengalami efek samping di atas yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi yang dialami kepada dokter agar bisa mendapatkan penanganan medis segera.

Baca Juga: 3 Obat Penurun Darah Tinggi yang Aman Dikonsumsi

Penyakit Terkait dengan Furosemide

Ilustrasi edema yang terjadi di kaki bisa diobati dengan Furosemide. Foto: Pexels

Furosemide biasa digunakan untuk mengobati kondisi edema dan tekanan darah tinggi. Dirangkum dari VeryWell Health, berikut adalah beberapa penyakit terkait yang bisa diobati dengan obat Furosemide.

1. Edema

Edema adalah penumpukan cairan yang berlebihan di dalam berbagai rongga tubuh. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Penggunaan Furosemide dapat membantu mengurangi pembengkakan tersebut.

2. Hipertensi

Furosemide juga dapat digunakan dalam pengobatan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi volume darah melalui pengeluaran cairan berlebihan dari urine, sehingga membantu menurunkan tekanan darah secara bertahap.

3. Gagal Jantung Kongestif

Gagal jantung kongestif adalah kondisi ketika jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga menyebabkan penumpukan darah di paru-paru dan area tubuh lainnya. Furosemide dapat digunakan untuk mengurangi penumpukan cairan di paru-paru.

4. Sindrom Nefrotik

Sindrom nefrotik adalah kerusakan ginjal yang menyebabkan kadar protein meningkat dalam urine. Kondisi ini ditandai dengan pembengkakan pada pergelangan tangan dan kaki. Furosemide dapat digunakan sebagai bagian dari pengobatan untuk mengatasi pembengkakan tersebut.

Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

Baca Juga: 3 Obat Anti Depresi untuk Bantu Atasi Gejala

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa kegunaan obat Furosemide?
chevron-down

Obat Furosemide adalah obat yang digunakan untuk mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh (edema) dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Furosemide termasuk golongan obat apa?
chevron-down

Furosemide termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga penggunaannya harus sesuai dengan anjuran dokter.

Bagaimana cara kerja obat Furosemide?
chevron-down

Furosemide bekerja dengan cara membuang air dan garam yang tidak dibutuhkan dari tubuh ke dalam urine.