Pap Smear: Pengertian, Prosedur, dan Efek Sampingnya
ยทwaktu baca 4 menit

Pap smear adalah tes pengambilan sampel dari leher rahim. Adanya tes ini ditujukan untuk mengetahui apakah pada sampel tersebut terdapat sel-sel abnormal yang bisa saja berkembang atau bahkan sudah menjadi kanker.
Sel kanker yang paling sering dideteksi menggunakan metode pap smear ini adalah peradangan pada serviks. Dengan mendeteksi peradangan kanker serviks sedari awal, para wanita dapat melakukan pengobatan untuk langkah penyembuhannya.
Ingin tahu lebih lengkap apa yang dimaksud dengan pap smear dan bagaimana cara melakukannya? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.
Apa itu Pap Smear?
Menyadur The Medical Journal of Australia, pap smear adalah contoh dari sel-sel di leher rahim yang diambil selama tes pap. Tes pap ini dilakukan untuk menentukan kesehatan leher rahim atau menemukan adanya perubahan abnormal pada sel-sel.
Namun perlu diketahui bahwa pemeriksaan pap smear ini sebaiknya dilakukan sejak usia 21-29 tahun. Bagi wanita yang belum melakukan pap smear hingga usia 30 tahun ke atas, konsultasikan ke dokter prosedur apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks.
Pada umumnya, pemeriksaan pap smear pada wanita berusia lebih dari 30 tahun dikombinasikan dengan tes untuk human papillomavirus (HPV). Sebagai informasi, HPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit berpotensi menyebabkan kanker serviks.
Sementara itu, pada wanita yang berusia di bawah umur 30 tahun, pap smear biasanya sudah cukup, tetapi mereka juga disarankan untuk mendapatkan suntikan vaksin HPV sebagai tindakan pencegahan.
Cara Melakukan Pap Smear
Sebelum mengetahui bagaimana cara melakukan pap smear, ada beberapa hal yang dipersiapkan terlebih dahulu agar metode ini bisa bekerja dengan sempurna. Menyadur laman American Journal of Lifestyle Medicine, berikut beberapa persiapan yang perlu dilakukan sejak 48 jam sebelum tes dilakukan.
Tidak menggunakan tampon, alat pembersih dubur, bedak, atau obat-obatan vagina lainnya selama 24 jam sebelum tes
Tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum tes
Jangan memasukkan apapun ke dalam vagina, termasuk tampon, obat-obatan, krim, dan suppositoria
Jangan membilas vagina dengan air, cuka, atau cairan lain
Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan dengan dokter yang sudah teruji keahliannya. Umumnya dibutuhkan waktu sekitar 10-20 menit untuk melakukan tes ini. Saat pap smear, pasien diminta berbaring di atas meja pemeriksaan dengan kaki terbuka, lalu dokter akan memasukkan alat bernama spekulum ke dalam vagina.
Tujuan dimasukkannya alat spekulum tersebut adalah untuk memperlebar dinding vagina. Prosedur tersebut dilakukan agar dokter bisa melihat dan mengambil sampel sel rahim, nantinya sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium untuk ditinjau.
Jika baru pertama kali melakukan pap smear ini, mungkin pemeriksaan yang dirasakan tidak akan terasa nyaman. Namun jangan khawatir jika ada sedikit cubitan atau tekanan, sebab prosedur ini seharusnya relatif tidak menyakitkan.
Supaya lebih jelas, berikut beberapa prosedur pap smear yang lebih jelas, seperti yang dikutip dari laman National Health Service.
Pasien akan diminta untuk melepaskan pakaian bagian bawah
Setelah itu, dokter akan meminta pasien untuk berbaring di meja dengan posisi lutut menekuk dan paha terbuka
Kemudian, dokter akan memasukkan spekulum ke dalam vagina
Nantinya, alat tersebut dapat membuka dinding, sehingga bagian leher rahim dapat terlihat. Sebagai informasi, pada proses ini mungkin pasien sedikit merasa tidak nyaman
Lalu, dokter akan mengambil sampel jaringan di leher rahim menggunakan spatula, sikat halus khusus, atau keduanya dan sampel tersebut akan disimpan di wadah khusus
Usai melakukan prosedur pap smear, pasien dapat beristirahat selama beberapa menit sebelum diperbolehkan untuk pulang. Sebab, pasien akan merasakan nyeri atau mengalami sedikit pendarahan pasca tindakan. Namun, jika tidak mengalami gejala buruk, pasien diperbolehkan untuk pulang.
Apakah Ada Efek Setelah Melakukan Pap Smear?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebanyakan orang yang melakukan pap smear akan mengalami beberapa kram ringan bahkan pendarahan. Tidak hanya itu, ada juga beberapa efek samping yang dapat dirasakan.
Menyadur laman Healthline, berikut beberapa efek samping setelah melakukan pap smear.
Reaksi alergi terhadap sarung tangan lateks atau pelumas vagina
Munculnya flek
Pendarahan ringan usai melakukan prosedur
Kram perut yang lebih intens
Rasa tidak nyaman di vagina
Kesalahan pada hasil tes yang menyebabkan tes lanjutan atau pengobatan yang tidak perlu
Namun, perlu dipahami bahwa efek samping yang dirasakan tidak selalu dialami oleh semua wanita. Tidak hanya itu, pemeriksaan pap smear yang dilakukan saat pasien yang sedang menstruasi atau mengonsumsi pil kb memiliki risiko lebih tinggi mengalami efek samping.
Oleh karena itu, sebelum melakukan pap smear ini, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kapan waktu terbaik yang tepat bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan pap smear.
Artikel ini telah direview oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud pap smear?

Apa yang dimaksud pap smear?
Pap smear adalah contoh dari sel-sel di leher rahim yang diambil selama tes pap.
Pap smear gunanya untuk apa?

Pap smear gunanya untuk apa?
Tes pap ini dilakukan untuk menentukan kesehatan leher rahim atau menemukan adanya perubahan abnormal pada sel-sel.
Pap smear dilakukan pada umur berapa?

Pap smear dilakukan pada umur berapa?
Namun perlu diketahui bahwa pemeriksaan pap smear ini sebaiknya dilakukan sejak usia 21-29 tahun.
