News8 November 2019 13:32

Berkunjung ke 'Desa Siluman' di Kecamatan Routa, Konawe

Konten Redaksi Kendarinesia
Berkunjung ke 'Desa Siluman' di Kecamatan Routa, Konawe (83146)
Salah seorang pengunjung menunjukkan papan nama kantor desa yang diduga siluman yang berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Di papan mana itu tertulis jelas nama desa Wiau, Kecamatan Routa. Foto: Istimewa.
Sebuah desa tak berpenghuni bernama Desa Wuai, ditemukan di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Desa itu terletak di perbatasan antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Utara.
ADVERTISEMENT
Martani Mustafa, salah satu orang yang ikut mengunjungi desa itu menjelaskan, desa tak berpenghuni tersebut ditemukan sekitar pertengahan tahun 2018 lalu.
Penemuan desa itu berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut bahwa ada sebuah perkampungan yang dibangun di perbatasan Konawe-Kolut.
Untuk membuktikan laporan itu, sekitar 30 orang yang tergabung dalam komunitas motor trail bersama Wakil Bupati Kolut, Abbas, berangkat menuju desa tersebut.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 11 jam, rombongan akhirnya tiba di desa tersebut. Benar saja, sesampainya di sana, rombongan tak menemukan aktivitas warga.
"Jadi, desa itu memang tidak ada penghuninya," jelas Martani saat dihubungi kendarinesia, Jumat (8/11).
Martani menggambarkan, di desa itu berdiri sebuah kantor desa, di depannya terpasang papan nama. Di papan nama itu tertulis; Desa Wuai, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.
ADVERTISEMENT
Di desa itu juga, lanjut Martani, hanya terdapat beberapa rumah saja, yang terbuat dari papan dan nampak sudah rusak. Di sekitar rumah tak bertuan itu, ditumbuhi ilalang.
"Tidak ada fasilitas apa-apa. Hanya ada kantor desa, ada papan nama desanya. Terus ada bangunan rumah dari papan, kalau tidak salah hanya 8 rumah," sambungnya.
Selain tak berpenghuni, akses menuju desa tersebut juga sangat sulit, tak bisa dilalui kendaraan roda empat untuk menembus desa tersebut. "Tidak ada jalan bagus di sana, kecuali naik motor trail baru bisa sampai," katanya.
Martini bilang, dia pernah menanyakan kepada salah satu warga Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kolut. Kata warga tersebut, lanjut Martini, dia pernah diminta untuk berdomisili di Desa Wiau.
ADVERTISEMENT
"Katanya (warga desa Mosiku), salah satu pelaksana kepala desa Wiau pernah menempatkan sekitar 30 warga Mosiku secara administrasi untuk berdomisili di desa Wiau dan dibuatkan KTP. Desa Wiau, Konawe memang berbatasan dengan Desa Mosiku, Kolut. Tapi, warga tidak pernah melihat desa itu," ujarnya.
Berkunjung ke 'Desa Siluman' di Kecamatan Routa, Konawe (83147)
Desa Wiau, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, yang diduga salah satu desa siluman. Foto: Istimewa.
Martani melanjutkan, menurut penuturan warga itu, Desa Wiau juga pernah menerima kucuran dana desa (DD).
"Katanya Desa Wiau juga sudah dua kali masuk anggaran Dana Desa, yakni antara tahun 2016 sampai 2017. Entah itu betul atau tidak, alangkah baiknya dicari tahu dulu kebenarannya," pungkasnya.
Diketahui, Desa Wiau di Kecamatan Routa adalah salah satu dari empat desa diduga fiktif yang ditemukan Kementerian Dalam Negeri.
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Nata Irawan, mengatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melaporkan desa-desa diduga fiktif itu ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.
ADVERTISEMENT
Namun sayang, hingga berita ini di-publish, Humas Pemerintah Daerah, Kabupaten Konawe, Heriyanto Wahab tidak menjawab konfirmasi kendarinesia saat dihubungi melalui WhatsApp dan telepon.
Sebelumnya, Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), meminta pendampingan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, dalam menangani kasus dugaan 56 desa fiktif di Kabupaten Konawe.
"Kita sudah minta pendampingan dan supervisi dari KPK dan Bareskrim Polri. Jadi, kami yang menangani kasus tersebut dan di-backup KPK dan Bareskrim," ujar Kapolda Sultra, Brigjen Pol Iriyanto, kepada wartawan, Rabu (14/8).
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white