Kaleidoskop 2021: 5 Opini dan Cerita kumparan Terpopuler

Kolaborasiverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pandemi di tahun kedua, cerita dan opini dari pembaca kumparan selalu ada. Berikut adalah 5 Opini dan Cerita yang paling banyak dibaca sepanjang tahun 2021.

Foto para raja di Tanah Batak pada 1890 dalam buku Utusan Damai di Kemelut Perang/Uli Kozok (Dokumentasi: Edmiraldo)
zoom-in-whitePerbesar
Foto para raja di Tanah Batak pada 1890 dalam buku Utusan Damai di Kemelut Perang/Uli Kozok (Dokumentasi: Edmiraldo)

1. Berbincang tentang Akidi Tio dengan Dahlan Iskan (Ilham Bintang)

Wartawan senior Dahlan Iskan juga ikut terharu. Dalam tulisan pertamanya, Dahlan khusus mengulas secara mendalam karakter Akidi Tio yang menjadi ciri sebagian etnis Tionghoa. Tajir tapi sangat sederhana.

"Justru saya yang malu kalau berpakaian bagus di depan mereka," ulas Dahlan.

Pada tulisan kedua, Dahlan sudah bingung. Tulisan ketiga tambah ragu.

Empat kali sudah raja media itu mengulas khusus Akidi Tio. Saya baru dua kali (Baca "Akidi Tio Ai Lap Yu Pul" dan "Fenomena Akidi Tio & Wartawan Zaman Now"). Setelah itu stop.

kumparan post embed

2. Alasan Ramai-Ramai Tinggalkan Whatsapp (Tito Prabowo)

Baru-baru ini, Whatsapp yang sudah dimiliki oleh Facebook, mengirimkan ultimatum kepada seluruh penggunanya, yaitu untuk menyetujui “term and conditions” (syarat dan ketentuan) yang baru hingga batas waktu 8 Februari 2021. Jika Anda masih menggunakan Whatsapp melebihi tanggal itu, artinya setuju.

Nah, sebetulnya apa sih perubahan yang baru itu?

kumparan post embed

3. Duh Gustiiii, Pak Luhut Baru Ngerti Tracing (Pelacakan) Sangat Penting? (Hendra J Kede)

Sah-sah saja kalau pembaca juga membayangkan seandainya yang mengucapkan kalimat tersebut Presiden Indonesia, Bapak Jokowi yang lahir, hidup, tumbuh, berkembang, dan dididik dalam budaya Jawa, di pusat budaya Jawa pula, Solo. Terlepas beliau mengucapkan atau tidak mengucapkannya. Tidak semua hal yang ada dalam batin Presiden itu harus diucapkan, kan?

kumparan post embed

4. Mencari Makam Terduga Pembunuh Sisingamangaraja (Edmiraldo Siregar)

Mangaraja Hurning Siregar bangkit dari tempat duduknya di sebuah lapo di desa Muara Siregar, Sipirok, Tapanuli Selatan, Agustus 2018. Lalu berjalan beberapa langkah ke arah saya. Menjauhi sajian kopi hitamnya yang baru diminum setengah.

Hurning adalah tetua adat di wilayah itu. Reputasi dia baru saya dengar sekitar 30 menit sebelum pertemuan kami. Tapi kala itu, saya berpikir, dia menjadi orang paling tepat untuk menjawab pertanyaan saya: di mana makam Djatenggar Siregar? Sosok yang diduga menewaskan Sisingamaraja X (kakek dari Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII) dalam pertarungan satu lawan satu.

kumparan post embed

5. Syaiful Indra 'Mendunia, Tendangan Kung Fu dan Petarung One Pride' (Asep Totoh)

Syaiful Indra Cahya adalah pemain bek sayap kelahiran Malang 28 Mei 1992 yang sudah malang melintang di klub-klub besar Indonesia. Persik Kediri adalah klub perdana di kompetisi 2010, setelah itu Arema FC, Sriwijaya FC, Bali United, hingga Semen Padang menjadi klub yang pernah dibela Syaiful.

Baru-baru ini aksi berbahayanya tengah menjadi sorotan karena insiden Syaiful Indra melakukan tendangan kungfu saat berebut bola di laga uji coba lawan Persiraja Banda Aceh, Senin (06/09/21) di Lapangan Pancoran, Jakarta.

kumparan post embed