User Story Pilihan: Setahun Corona, Artidjo, hingga Godzilla

Kolaborasiverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
(Foto: Chris Favero, Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
(Foto: Chris Favero, Flickr)

Opini dan Cerita kumparan periode 26 Februari-4 Maret 2021 penuh warna. Tidak hanya membahas hal-hal serius seperti Peraturan Presiden tentang Investasi Miras namun juga hal ringan seperti godzilla. Berikut kami pilih 5 user story yang akan menarik hatimu:

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Hamid Basyaib, mantan wartawan yang menulis buku Love Letters from a Father, mengisahkan hubungannya dengan Artidjo Alkostar dalam user story berjudul Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan.

Artidjo meninggal dunia pada 28 Februari 2021 dan Hamid mengisahkan detail ketika jenazah mantan hakim agung itu ditemukan kaku di kasurnya. Hamid pun tahu Artidjo memiliki penyakit jantung yang pernah memukulnya enam bulan lalu di tempat yang sama.

Berikut kisahnya:

kumparan post embed

Godzilla Nggak ada Matinya

Pradna Aqmaril Paramitha lulusan Sastra Inggris yang mampu secara apik menuliskan kisah Godzilla. Penasaran enggak, kenapa dari zaman film hitam-putih sampai zaman CGI (computer-generated imagery) Godzilla begitu digandrungi? Dan apa hubungannya Godzilla dengan Tomoyuki Tanaka yang pernah ke Jakarta pada 1954?

Begini ceritanya:

kumparan post embed

Demensia Bukan Gila

Orang pikun bisa linglung, bingung, hingga marah-marah sendiri. Tapi pikun yang dalam bahasa kesehatan disebut "demensia", bukan berarti gila. Sebelum menilai lebih jauh, tahukah kamu orang dengan demensia merasakan sakit luar biasa?

Silakan lihat story dari Nuria Soeharto, caregiver untuk ibu yang demensia, berikut ini:

kumparan post embed

Semua karena Pandemi COVID-19 (2)

Sudah setahun kita menerjang pandemi. Banyak yang bisa dimaknai, mulai dari hal yang receh hingga yang teramat penting. Pertemuan secara online menjadi lazim seiring perubahan perilaku kita setidak-tidaknya dalam hal menjaga kesehatan. Hidup di era pandemi rumit, namun Silvia Fibrianti, aparatur sipil negara di Kementerian Riset dan Teknologi, dapat menuliskannya secara sederhana.

Berikut tulisannya:

kumparan post embed

Perpres Investasi Miras Hangus Digoreng Media

Lampiran Peraturan Presiden yang mengatur investasi minuman keras (miras) dibatalkan setelah kekisruhan terjadi di masyarakat, sebulan setelah Perpres tersebut dikeluarkan. Apa sih yang diatur Perpres itu? Apa pula yang digembar-gemborkan media?

Story dari Bergman Siahaan, pelayan publik yang mengecap pendidikan public policy di Victoria University of Wellington, mengulasnya:

kumparan post embed