Dr. Dandi Darmadi: Keterbukaan Integrasi SEVIMA Platform Terungkap

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kemampuan sebuah platform sistem informasi akademik untuk berintegrasi dengan sistem-sistem lain yang sudah ada di perguruan tinggi, maupun dengan sistem eksternal seperti milik pemerintah, menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem digital kampus yang efisien dan terpadu. Dr. Dandi Darmadi, M.A.P., Pakar Digitalisasi Kampus, Pakar Pendidikan Tinggi Indonesia, sekaligus Training Manager SEVIMA, memaparkan berbagai opsi dan keterbukaan SEVIMA Platform dalam hal integrasi. Penjelasan ini menjadi salah satu topik hangat dalam Seminar Nasional SEVIMA yang berlangsung di Surabaya, dihadiri oleh ribuan rektor dan dosen dari seluruh Indonesia.
Dr. Dandi Darmadi, dengan pengalamannya yang mendalam dalam mendampingi lebih dari 1.200 perguruan tinggi pengguna SEVIMA Platform, memahami bahwa banyak institusi telah memiliki investasi pada sistem informasi existing atau memiliki kebutuhan untuk terhubung dengan platform eksternal. Oleh karena itu, interoperabilitas menjadi aspek krusial.
"Bagaimana SEVIMA Platform dapat diintegrasikan dengan sistem akademik yang sudah berjalan di perguruan tinggi ataupun yang sudah existing selama ini di satu unit perguruan tinggi?" tanya Dr. Dandi, membuka diskusi mengenai fleksibilitas arsitektur SEVIMA. "Jadi SEVIMA memang menyediakan berbagai opsi integrasi," jawabnya.
Opsi Integrasi Fleksibel dari SEVIMA Platform
Dr. Dandi Darmadi menjelaskan bahwa SEVIMA Platform dirancang dengan prinsip keterbukaan untuk memastikan data dapat mengalir secara lancar antar sistem, mengurangi redundansi, dan meningkatkan efisiensi operasional:
1. API (Application Programming Interface):
Salah satu metode utama yang ditawarkan adalah melalui API. "Seperti API," sebut Dr. Dandi. API memungkinkan dua atau lebih aplikasi perangkat lunak untuk berkomunikasi dan bertukar data secara terstruktur dan aman. Ini menjadi solusi modern yang banyak digunakan untuk integrasi sistem yang dinamis.
2. Web Services:
Selain API, SEVIMA Platform juga mendukung integrasi melalui web services. Metode ini memungkinkan pertukaran data antar aplikasi melalui jaringan internet menggunakan standar protokol web, memfasilitasi interoperabilitas antar platform yang berbeda teknologi.
3. File Transfer:
Untuk skenario tertentu, terutama yang melibatkan pertukaran data dalam volume besar atau periodik, metode transfer berkas (file transfer) juga didukung. Ini bisa berupa ekspor-impor data dalam format standar yang disepakati.
Ruang Lingkup Integrasi yang Luas
Kemampuan integrasi SEVIMA Platform tidak terbatas pada sistem internal semata. Dr. Dandi menekankan cakupan yang luas: "Nah, integrasi ini itu dapat dilakukan dengan sistem informasi akademik yang sudah ada atau yang sudah existing di perguruan tinggi seperti sistem keuangan, sistem kepegawaian, ataupun sistem informasi yang berkaitan dengan modul-modul mandatori yang ada di SEVIMA Platform."
Ini berarti SEVIMA Platform dapat "berbicara" dengan:
Sistem Keuangan: Untuk sinkronisasi data pembayaran mahasiswa, pengelolaan anggaran, dan pelaporan keuangan yang akurat.
Sistem Kepegawaian (SDM): Untuk data dosen dan staf, manajemen kinerja, dan penggajian yang terhubung dengan data akademik.
Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Lain: Jika perguruan tinggi masih menggunakan SIAKAD legacy untuk fungsi tertentu, SEVIMA dapat diintegrasikan untuk melengkapi atau secara bertahap menggantikannya.
Modul Internal SEVIMA: Bahkan dalam ekosistem SEVIMA sendiri, integrasi antar modul (misalnya, antara modul akademik dengan modul penerimaan mahasiswa baru atau alumni) dipastikan berjalan lancar.
Keterbukaan hingga ke Sistem Eksternal Pemerintah
Poin penting yang digarisbawahi Dr. Dandi adalah komitmen SEVIMA terhadap integrasi dengan sistem eksternal, termasuk yang dikelola oleh pemerintah. "Jadi keterbukaan terhadap integrasi itu bisa saja dilakukan. Jangankan terhadap sistem informasi yang sudah ada di internal perguruan tinggi, eksternal pun seperti yang dimiliki oleh pemerintah itu bisa untuk dilakukan," tegasnya. Kemampuan ini sangat vital bagi perguruan tinggi di Indonesia untuk memenuhi kewajiban pelaporan ke berbagai portal pemerintah seperti PDDIKTI, SISTER, dan layanan nasional lainnya, sehingga proses pelaporan menjadi lebih efisien dan akurat.
Sebagai Training Manager SEVIMA, Dr. Dandi Darmadi memainkan peran kunci dalam memastikan bahwa perguruan tinggi mitra memahami dan dapat memanfaatkan kapabilitas integrasi ini secara optimal. Keahliannya dalam kebijakan publik dan manajemen pendidikan tinggi juga memberikan perspektif tentang bagaimana integrasi sistem dapat mendukung tata kelola institusi yang lebih baik dan kepatuhan terhadap regulasi.
Seminar Nasional SEVIMA terus menjadi ajang strategis bagi para pemimpin pendidikan tinggi untuk menemukan solusi teknologi yang adaptif dan berorientasi masa depan. Paparan Dr. Dandi mengenai keterbukaan integrasi SEVIMA Platform ini menunjukkan komitmen SEVIMA untuk tidak menjadi solusi yang tertutup, melainkan sebagai bagian dari ekosistem digital perguruan tinggi yang lebih besar, terkoneksi, dan efisien.
