Konten dari Pengguna

Dr. Dandi Darmadi: Strategi Integrasi Soft Skill untuk Lulusan Unggul Digital

SEVIMA

SEVIMA

Sentra Vidya Utama (Sevima) adalah Education Technology yang berdiri sejak tahun 2.004, dengan komunitas dan pengguna platform yang tersebar di lebih dari 1.000 kampus se-Indonesia. Bersama kita revolusi pendidikan tinggi, #RevolutionizeEducation!

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari SEVIMA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

video youtube embed

Di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks dan dinamis, perguruan tinggi di Indonesia didorong untuk tidak hanya membekali mahasiswanya dengan kemampuan teknis (hard skill) tetapi juga keterampilan non-teknis (soft skill). Dr. Dandi Darmadi, M.A.P., seorang pakar digitalisasi kampus dan pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia, memaparkan strategi komprehensif untuk mengintegrasikan soft skill ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Paparan ini disampaikannya dalam seminar SEVIMA yang secara rutin digelar dan dihadiri oleh ribuan rektor serta dosen dari berbagai penjuru Indonesia, mengukuhkan komitmen SEVIMA dalam memajukan kualitas pendidikan tinggi nasional.

Dr. Dandi Darmadi, yang juga menjabat sebagai Koordinator MBKM & Dosen Administrasi Publik di Universitas Andi Djemma, Palopo, Sulawesi Selatan, menekankan bahwa integrasi soft skill bukanlah sekadar tambahan, melainkan sebuah kebutuhan fundamental. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade sebagai dosen dan konsultan pendidikan tinggi, serta perannya sebagai Training Manager SEVIMA yang mendukung optimalisasi solusi digital di lebih dari 1.200 perguruan tinggi, beliau memiliki perspektif mendalam mengenai tantangan dan solusi dalam pendidikan tinggi modern.

"Pertanyaan krusialnya adalah bagaimana perguruan tinggi untuk mengintegrasikan soft skill dalam kurikulum dan proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas?" ujar Dr. Dandi mengawali paparannya. Beliau melanjutkan, "Integrasi ini bisa kita lakukan melalui banyak kegiatan sebetulnya. Salah satu di antaranya seperti kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, workshop pengembangan diri, hingga penugasan yang secara spesifik dirancang untuk melatih critical thinking, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas."

Metode Integrasi Soft Skill yang Efektif

Menurut Dr. Dandi, yang juga aktif mengajar di berbagai perguruan tinggi lain, pemanfaatan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler menjadi salah satu pilar utama. Kegiatan seperti organisasi mahasiswa, unit kegiatan mahasiswa (UKM), proyek sosial, atau kompetisi dapat menjadi wadah alami bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja tim, manajemen waktu, dan penyelesaian masalah.

"Semua itu bisa kita manfaatkan, bisa kita olah, bahkan kita bisa modifikasi untuk kemudian bagaimana mensinkronkan antara soft skill dengan kemampuan keahlian yang ada pada program studi yang kitaampu," tegas Dr. Dandi. Ini berarti, kegiatan tersebut tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus terhubung dan mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang telah ditetapkan oleh program studi.

Lebih lanjut, Dr. Dandi menyoroti pentingnya workshop pengembangan diri. Workshop ini bisa mencakup pelatihan public speaking, teknik negosiasi, manajemen stres, hingga kecerdasan emosional. Perguruan tinggi dapat secara proaktif menyelenggarakan sesi-sesi ini atau berkolaborasi dengan pihak eksternal yang kompeten.

Dalam konteks pembelajaran di kelas, Dr. Dandi menyarankan modifikasi metode penugasan. "Penugasan yang melatih critical thinking, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas itu semua bisa kita manfaatkan," jelasnya. Contohnya, mengganti tugas individu yang bersifat hafalan dengan proyek kelompok yang membutuhkan riset mendalam, analisis kritis, presentasi hasil, dan pembagian peran yang jelas. Metode studi kasus, problem-based learning, dan project-based learning adalah beberapa pendekatan yang sangat relevan untuk mengasah soft skill tersebut secara terintegrasi dengan materi perkuliahan.

Peran Sentral Dosen dan Dukungan Institusi

Keberhasilan integrasi soft skill ini, menurut Dr. Dandi, sangat bergantung pada peran aktif dosen sebagai fasilitator. Dosen tidak hanya bertugas mentransfer pengetahuan (hard skill) tetapi juga harus mampu merancang pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa mengembangkan soft skill. Ini menuntut adanya perubahan paradigma dan peningkatan kapasitas dosen secara berkelanjutan.

Sebagai seorang praktisi dalam manajemen pendidikan tinggi yang juga mendukung pengelolaan sistem akademik SEVIMA Platform, Dr. Dandi memahami betul bagaimana teknologi dapat mendukung proses ini. SEVIMA Platform, misalnya, dapat membantu dalam pengelolaan kegiatan kemahasiswaan, portofolio mahasiswa, hingga asesmen yang lebih holistik yang mencakup aspek soft skill.

Informasi ini disampaikan Dr. Dandi Darmadi dalam kapasitasnya sebagai salah satu pembicara kunci di seminar SEVIMA, sebuah forum yang secara konsisten menghadirkan pakar-pakar untuk membahas isu-isu aktual dan solusi inovatif dalam dunia pendidikan tinggi. Kehadiran ribuan rektor dan dosen menunjukkan antusiasme dan kebutuhan yang tinggi dari para pemangku kepentingan pendidikan untuk terus beradaptasi dan berinovasi.

Dr. Dandi Darmadi sendiri adalah figur yang tidak asing dalam upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kepakaran beliau yang mencakup kebijakan dan manajemen publik, manajemen keuangan sektor publik, politik dan pemerintahan, serta manajemen sumber daya manusia, memberikan landasan yang kuat dalam analisis dan rekomendasi yang disampaikannya. Pemahamannya yang mendalam tentang regulasi manajemen pendidikan tinggi juga sangat berharga dalam membantu institusi pendidikan di Indonesia mencapai kesuksesan, termasuk dalam merancang dan mengimplementasikan sistem pendidikan tinggi yang efektif dan efisien.

Sebagai Training Manager SEVIMA, Dr. Dandi juga berperan penting dalam mendukung perguruan tinggi untuk mengoptimalkan penggunaan solusi digital SEVIMA, menghadirkan informasi terkini seputar pendidikan tinggi, dan memastikan bahwa institusi mendapatkan manfaat maksimal dari platform teknologi pendidikan yang inovatif.

Dengan mengimplementasikan strategi yang dipaparkan Dr. Dandi Darmadi, diharapkan perguruan tinggi di Indonesia dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki soft skill mumpuni, siap bersaing, dan berkontribusi secara signifikan di kancah profesional maupun sosial. Integrasi soft skill adalah investasi jangka panjang untuk masa depan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.