Kumparan Logo

Bahlil: Ekonomi Tumbuh 7,07 Persen Harus Diapresiasi, tapi Jangan Terlena

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bahlil Lahadalia usai dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (28/4). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Bahlil Lahadalia usai dilantik sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rabu (28/4). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, mengingatkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 tersebut terjadi di antara April, Mei, Juni atau saat belum diterapkannya PPKM Darurat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai hasil positif 7,07 persen di kuartal II 2021. Capaian tersebut sekaligus menandai Indonesia keluar dari jurang resesi.

“Pertumbuhan yang ada sekarang itu 7,07 persen itu kan terhitung April, Mei, Juni. Jadi jangan salah berasumsi. Di saat itu belum ada PPKM,” kata Bahlil saat webinar yang ditayangkan di Youtube BKPM, Jumat (6/8).

“Sementara Juni, Juli ini ada PPKM. Jadi menurut saya pertumbuhan ini harus kita apresiasi, tapi juga jangan terlena,” tambahnya.

kumparan post embed

PPKM Level 4 memang belum diterapkan sepenuhnya selama kuartal II 2021. PPKM tersebut mulai efektif berlaku sejak Juli sampai saat ini.

Diberlakukannya PPKM Level 4 membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas. Sehingga bisa saja berdampak ke pertumbuhan ekonomi di kuartal III atau Juli, Agustus, September.

“Kondisinya harus diakui bahwa (kuartal III) tidak sama baik dengan kuartal II,” ungkap Bahlil.

Namun, Bahlil memastikan pemerintah bakal terus mengupayakan agar perekonomian terus membaik. Menurutnya capaian di kuartal II ini sebagai potret menuju hasil akhir pertumbuhan ekonomi di Desember 2021.

kumparan post embed