Kumparan Logo

Beragam Manfaat Insentif Kartu Prakerja: Penuhi Kebutuhan hingga Modal Usaha

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
zoom-in-whitePerbesar
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Program Kartu Prakerja dipastikan akan dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang. Selain memberikan akses atau kesempatan untuk mendapatkan pelatihan, program Kartu Prakerja dinilai telah cukup membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan, ataupun berkurang penghasilannya akibat pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020.

Selain memberikan bantuan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kerja sebesar Rp 1 juta, program Kartu Prakerja memberikan insentif kepada para peserta yang telah menuntaskan pelatihan, yakni senilai Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan.

Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang digelar pada Agustus 2020, memotret penggunaan insentif yang diperoleh para penerima manfaat program Kartu Prakerja. Secara umum, para peserta mengaku sangat terbantu dengan dana insentif dari program Kartu Prakerja itu.

Sedangkan pemanfaatan dana tersebut oleh para peserta program Kartu Prakerja cukup beragam. Yang terbanyak, 81,24 persen penerima manfaat Kartu Prakerja menggunakan insentif yang mereka terima untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sisanya, 33,31 persen ditabung, 23,47 persen digunakan untuk modal usaha, 11,23 persen untuk membayar utang, dan lainnya 4,76 persen.

"Dalam pemanfaatan dana insentif, 81,24 persen peserta mengaku merasakan manfaat program ini, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka," kata Kepala BPS, Suhariyanto.

Sakernas BPS soal program Kartu Prakerja. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Suhariyanto, banyaknya penerima manfaat Kartu Prakerja menabung, juga merupakan langkah positif dalam mengatasi dampak COVID-19.

"Mereka berhati-hati dan uang insentif itu disimpan baik-baik," ujarnya.

Sakernas secara rutin dilakukan BPS setiap bulan Februari dan Agustus. Untuk bulan Agustus, jumlah sampel mencapai 30.000 blok sensus (300.000 rumah tangga) yang tersebar secara proporsional hingga level kabupaten/kota.

Adapun Program Kartu Prakerja hingga saat ini sudah digelar sebanyak 11 gelombang. Dari total 43,42 juta pendaftar yang melakukan registrasi di situs www.prakerja.go.id, total penerima Kartu Prakerja mencapai 5.604.810 orang.

Merintis Usaha dengan Insentif Kartu Prakerja

Salah seorang penerima manfaat Kartu Prakerja, Verly Naomi Palmelai, mengaku insentif yang diperoleh dia gunakan untuk modal usaha. Ibu sepasang anak dari Jayapura, Papua, ini ikut Kartu Prakerja Gelombang VI.

Dia mengikuti berbagai pelatihan seperti ‘Rias/Makeup untuk Diri Sendiri’ dan ‘Mengelola Data Numerik Menggunakan Microsoft Excel’ dari Sisnaker.

Dari pelatihan berdandan, perempuan berusia 31 tahun, ini menerapkan ilmu-ilmu baru itu untuk putrinya yang tengah mengikuti pemilihan ‘Kontes Puteri Cilik Papua 2020’ hingga kemudian menjadi salah seorang pemenang.

Ilustrasi food photography Foto: Shutter Stock

Sementara itu, pelatihan mengelola data numerik sangat berguna baginya yang tengah dipercaya menjadi bendahara pembangunan gereja.

"Selain manfaat pelatihan, bantuan insentif juga berfaedah sekali. Selain untuk isi pulsa guna mengikuti pelatihan online, saya memakainya untuk membeli peralatan makeup, sampai nanti bisa terwujud membuka usaha salon," paparnya.

Penerima manfaat lainnya, Fedry Redison Boelan (36 tahun). Pria yang biasa dipanggil Redy, ini ikut program Kartu Prakerja gelombang II setelah perusahaannya tempat bekerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur, terdampak COVID-19.

Redy mengambil beberapa pelatihan, di antaranya ‘Teknik Fotografi’ dan ‘Trik Bikin Foto Menjual di Marketplace’ dari Sekolah Desain Bukalapak.

Dengan modal yang didapat dari insentif program Kartu Prakerja, ia kemudian kembali ke kampung di Pulau Rote untuk mencoba berwirausaha dengan membuka peternakan ayam broiler.

"Masih kecil-kecilan sih. Berharap bisa mendapat bantuan modal. Saya sudah mencoba mengajukan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke bank pemerintah tapi belum terealisasi. Semoga segera ada jalan bagi kami yang mengawali usaha baru ini," kata lulusan S1 Jurusan Pertanian dari sebuah kampus di Kupang ini.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari. Foto: Dok. Kantor Staf Presiden

Sementara itu, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni P. Purbasari, menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelatihan dalam ekosistem Kartu Prakerja dan mengimbau agar penerima Prakerja mengambil banyak pelatihan.

"Mendaftar Prakerja karena insentif adalah wajar karena ekonomi sulit. Namun uang bisa habis. Sedangkan ilmu atau keterampilan tidak. Gunakan saldo bantuan semaksimalnya. Ambil pelatihan sebanyak-banyaknya agar punya banyak sertifikat untuk melamar kerja," katanya.

Dengan berbagai pertimbangan, termasuk respons positif dari para peserta seperti ditunjukkan dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, pemerintah telah memutuskan program Kartu Prakerja dilanjutkan pada tahun 2021 mendatang.

Respons positif seperti animo masyarakat yang tinggi, peningkatan keterampilan peserta yang cukup memuaskan, serta manfaat yang diterima para penerima Kartu Prakerja di tahun 2020, diharapkan bisa dicapai lebih baik lagi pada 2021.

Yang perlu diperhatikan masyarakat adalah, tidak seperti program bansos lain yang seringkali berulang tiap tahun, penerima Kartu Prakerja tahun 2020 tidak dapat menjadi penerima Kartu Prakerja tahun 2021. Hal ini menurut Denni, demi pemerataan akses atau kesempatan.