Kumparan Logo

BUMN Indonesia Sudah Bisa Produksi Bus Listrik, Begini Penampakannya

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
E-INOBUS, bus listrik buatan PT INKA (Persero) kerja sama dengan Tron-E dari Taiwan dan Piala Mas dari Malang saat dilakukan uji di jalan umum di area Madiun dan di jalan tol Madiun-Caruban. Foto: Humas INKA/Lr handout via ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
E-INOBUS, bus listrik buatan PT INKA (Persero) kerja sama dengan Tron-E dari Taiwan dan Piala Mas dari Malang saat dilakukan uji di jalan umum di area Madiun dan di jalan tol Madiun-Caruban. Foto: Humas INKA/Lr handout via ANTARA

BUMN Indonesia yang selama ini spesialis memproduksi kereta api yakni PT INKA (Persero), sudah bisa memproduksi bus listrik ukuran medium. Bus listrik yang dinamai E-INOBUS ini bahkan telah diuji coba di jalan raya dan jalan tol.

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro, mengatakan uji coba dilakukan untuk menguji kinerja bus listrik E-INOBUS sebelum dilakukan produksi secara massal. Jalur uji coba di jalan tol, menggunakan lintasan Tol Madiun–Caruban, sedangkan uji jalan raya di dalam Kota Madiun.

"Produk ini merupakan kerja sama PT INKA (Persero) dengan Tron-E dari Taiwan sebagai mitra komponen "drive train" dan baterai bus serta Piala Mas dari Malang sebagai mitra pembuatan bodi bus listrik," ujar Budi Noviantoro dalam keterangan resmi, Selasa (20/10).

Menurut dia, sebelumnya INKA telah melakukan uji landasan terhadap E-INOBUS pada tanggal 13 Agustus 2020. Dari pengujian itu, bus produksi INKA dinyatakan lulus dengan mendapatkan Sertifikat Uji Tipe (SUT) kendaraan bermotor pada tanggal 10 September 2020, dari Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB).

"Dalam waktu dekat INKA berencana memasarkan produk bus listrik E-INOBUS untuk area dalam negeri, seperti PT Transjakarta dan untuk area luar negeri seperti Republik Demokratik Kongo yang juga tertarik dan telah mencoba produk ini minggu lalu," katanya.

Bus Listrik buatan INKA menjalani uji coba di jalan raya Kota Madiun. Foto: Humas INKA

Ia menjelaskan, E-INOBUS tersebut cocok digunakan untuk angkutan massal di kota-kota besar yang menerapkan smart city atau kota pintar. Sebab, selain ramah lingkungan, bus listrik bertenaga baterai itu tidak menimbulkan gas buang yang membuat polusi udara.

Selain itu, bus listrik tersebut diketahui lebih memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan bus bertenaga diesel umumnya. Yakni, lebih irit dan pemeliharaannya lebih efisien.

Sesuai data, E-INOBUS memiliki panjang 8,1 meter dan lebar sekitar 2 meter dengan kapasitas 16 penumpang. Untuk pengisian daya, diperlukan waktu selama 3-4 jam dengan jarak tempuh sekali "charging" atau pengisian daya mencapai 200 kilometer.

Bus Listrik buatan INKA usai menjalani uji coba di lintasan jalan Tol Madiun-Caruban. Foto: Humas INKA

Tingkat kebisingan pada bus listrik tersebut juga jauh lebih baik, yakni rata–rata sebesar 71 dB. Sedangkan bus tenaga diesel rata–rata kebisingannya sebesar 85 dB.

"Tingkat kecepatan maksimal bus ini mencapai 90 kilometer per jam. Dan tentu saja lebih hemat bahan bakar hingga 58 persen dibandingkan bus diesel," kata Dirut BUMN Industri Kereta Api itu.

Hal itu dibuktikan dengan pemakaian listrik E-INOBUS dari hasil uji lintas dalam kota dan luar kota (tol) dengan total jarak 122 kilometer. Pihaknya berharap bus listrik E-INOBUS dapat diterima pasar sehingga bisa diproduksi massal dan memenuhi kebutuhan transportasi publik.