Daftar 44 Bank yang Terapkan BI Fast: Biaya Transfer Antarbank Cuma Rp 2.500
ยทwaktu baca 2 menit

Bank Indonesia (BI) akan segera memberlakukan sistem transaksi antarbank baru bernama BI Fast, yang akan menggantikan sitem lama yakni Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Dengan BI Fast, dampak yang paling dirasakan nasabah adalah murahnya biaya transfer antarbank jadi maksimal hanya Rp 2.500.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI, Bambang Kusmiarso, menjelaskan sejauh ini sudah ada 44 bank yang siap mengimplementasikan BI Fast. Bank Indonesia sendiri, ujarnya, menetapkan sejumlah kriteria bagi bank yang akan menerapkan sistem baru ini.
"Peserta yang siap melayani BI Fast harus melewati beberapa tahapan, yakni pemenuhan kriteria umum, pemenuhan kriteria 3C, pemenuhan kriteria 1C, serta lulus industrial test dan memenuhi seluruh dokumen persetujuan dan perjanjian kepesertaan," kata Bambang Kusmiarso dalam konferensi pers, Rabu (3/11).
Dia menjelaskan, pemenuhan kriteria umum yang dimaksud terdiri dari kesiapan kelembagaan, kinerja keuangan, dan kapabilitas sistem informasi.
Sedangkan kriteria 3C adalah contribution, capability, dan collaboration. Sementara itu yang dimaksud kriteria 1C adalah champion in readiness yang meliputi kesiapan sumber daya, proses, dan teknologi.
Menurut Bambang, berdasarkan kriteris tersebut, BI membagi dua kelompok dari 44 bank yang akan menerapkan BI Fast. Kelompok pertama terdiri dari 22 bank yang akan mengimplementasikan BI Fast mulai Desember 2021.
Ke-22 bank tersebut adalah:
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 11 data
Nama Bank (1-11) | Nama Bank (12-22) |
|---|---|
Bank BTN | Bank Syariah Indonesia |
Bank DBS Indonesia | Bank BRI |
Bank Permata | Bank OCBC NISP |
Bank Mandiri | Bank BTN Syariah |
Bank Danamon | Bank Permata Syariah |
Bank CIMB Niaga | Bank CIMB Niaga Syariah |
Bank BCA | Bank Danamon Syariah |
Bank HSBC Indonesia | Bank BCA Syariah |
Bank UOB Indonesia | Bank Sinarmas |
Bank Mega | Citibank Indonesia |
Sementara untuk gelombang kedua, Bank Indonesia juga telah menetapkan 22 calon peserta yang akan mengimplementasikan pada Januari 2022.
Ke-22 bank yang akan mengimplementasikan BI Fast pada Januari 2022 adalah:
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 11 data
Nama Bank (1-11) | Nama Bank (12-22) |
|---|---|
Bank Sahabat Sampoerna | Bank Mutiara Sentosa |
Allobank | Bank Ganesha |
Bank Maspion | Bank OCBC NISP Syariah |
Bank KEB Hana | Bank BCA Digital |
Bank Raya (Bank BRI Agroniaga) | Bank Sinarmas Syariah |
Bank Ina Perdana | Bank Jateng |
Bank Mandiri Taspen | Bank Jateng Syariah |
Bank National Nobu | Standard Chartered |
Bank Jatim | BPD Bali |
Bank Jatim Syariah | Bank Papua |
Sementara bagi calon peserta lainnya yang belum masuk sebagai calon peserta gelombang pertama dan gelombang kedua, BI akan tetap membuka gelombang-gelombang berikutnya bagi bank lain untuk on boarding ke BI Fast.
