Kumparan Logo

Danantara Bakal Evaluasi Total Keamanan Transportasi Massal, Termasuk KAI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Danantara Indonesia akan mengevaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan transportasi massal menyusul tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan transportasi.

“Kita akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap, terutama, keselamatan segala sistem yang ada dan memang kita selalu mengevaluasi secara menyeluruh lah,“ kata Rosan kepada wartawan di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, di Jakarta, Selasa (28/4).

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menambahkan akan mengevaluasi manajemen KAI.

"Termasuk [manajemen KAI], semua akan kita evaluasi semuanya penyebabnya tentu ada pihak yang berwenang untuk melakukan evaluasi penyebab," jelas dia.

Menurutnya, kejadian ini semakin mempertegas pentingnya percepatan peningkatan standar keselamatan. Pemerintah juga disebut akan menambah dukungan untuk memperkuat sistem keamanan transportasi.

Dari sisi manajemen, Danantara juga akan menunggu hasil investigasi resmi sebelum mengambil langkah lanjutan. Evaluasi internal akan disesuaikan dengan temuan dari otoritas terkait.

“Tapi di sisi kami, itu akan kita evaluasi juga bagaimana penyebab, efek, apakah ada unsur dan lain lain kita tunggu hasil dari pada KNKT itu akan kita jadikan sebagai bahan untuk evaluasi daripada manajemen kita,” jelas Dony.

Terkait pendanaan peningkatan keselamatan, ia menyebut dukungan berasal dari pemerintah serta anggaran internal perusahaan. Infrastruktur perkeretaapian sendiri berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan.

Kecelakaan di Bekasi Timur diduga bermula dari insiden di perlintasan dekat stasiun, saat sebuah taksi listrik tertemper KRL karena melintang di rel menuju arah Jakarta.

Gangguan ini kemudian berujung pada tabrakan keras antara KRL dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek, hingga menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta.

instagram embed