Danantara Siapkan Sejumlah Opsi Restrukturisasi Utang Whoosh
·waktu baca 2 menit

COO Danantara Dony Oskaria mengaku sudah menyiapkan beberapa skema terkait restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Menurutnya, saat ini utang KCJB membebani PT KAI (Persero) karena KCJB merupakan bagian dari KAI.
Restrukturisasi utang Whoosh ada dalam salah satu dari 22 program kerja strategis yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 Danantara. Adapun salah satu opsi mengenai skema restrukturisasi utang KCJB yang disiapkan Dony adalah penambahan ekuitas.
“Sehingga hanya equity-nya waktu itu kekecilan kita menempatkannya, apakah kemudian kita tambahkan equity yang pertama,” kata Dony usai acara Investor Daily Summit 2025 di JCC, Jakarta Pusat pada Kamis (9/10).
Selain itu, opsi selanjutnya yang turut menjadi pilihan adalah menyerahkan beberapa infrastruktur KCJB kepada pemerintah untuk nantinya dijadikan sebagai Badan Layanan Umum (BLU).
“Atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah,” ujarnya.
Opsi-opsi tersebut menurut Dony sudah diusulkan kepada pemerintah. Nantinya, Danantara akan menunggu keputusan pemerintah untuk memilih opsi mana yang terbaik.
Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani juga mengungkap proses restrukturisasi utang jumbo proyek KJCB tengah berjalan. Negosiasi pun sedang dilakukan dengan pihak China.
“Iya, sedang berjalan dengan pihak China, baik dengan pemerintah China, sedang berjalan,” kata Rosan Rosan ditemui usai menghadiri Investor Daily Summit 2025 di JCC, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/10).
Ia menuturkan, restrukturisasi utang KCJB yang Danantara inginkan adalah restrukturisasi yang meminimalisir potensi masalah ke depannya. Maka itu, Rosan juga menyebut ia ingin restrukturisasi utang ini merupakan reformasi secara keseluruhan.
“Jadi begitu kita restruk, ke depannya tidak akan terjadi lagi hal-hal seperti ini, seperti keputusan default dan lain-lain,” ujarnya.
