Disebut Jokowi Lambat, Ternyata Ada Sederet Proyek Pertamina di Kilang TPPI

23 November 2021 7:51
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Presiden Jokowi berdialog dengan perwakilan pegawai PT Pertamina Hulu Rokan di Istana Negara. Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi berdialog dengan perwakilan pegawai PT Pertamina Hulu Rokan di Istana Negara. Foto: Pertamina
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi kembali mempertanyakan perkembangan pembangunan pabrik petrokimia garapan PT Pertamina (Persero) di kilang TPPI. Hal itu jadi sorotan dalam pertemuan dengan jajaran direksi dan komisaris Pertamina serta PLN, di Istana Negara, Sabtu (20/11).
ADVERTISEMENT
Dari informasi yang dihimpun kumparan, proyek garapan Pertamina di PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban Jawa Timur, tak hanya pabrik petrokimia. TPPI sendiri merupakan salah satu anak usaha PT Tuban Petrochemical Industries (TPI), yang telah diakuisisi Pertamina pada 18 November 2019, senilai Rp 3,1 triliun.
Belum rampungnya proyek di TPPI membuat Jokowi menilai pembangunan berjalan lambat. Sehingga dia mengungkapkan pernah membentak Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati.
“Sehingga waktu Bu Dirut cerita waktu saya ke sana terakhir, saya bentak itu karena memang benar. Diceritain hal yang sama. 'Bu, enggak, enggak. Saya enggak mau cerita itu lagi. Saya sudah dengar cerita dari dirut-dirut yang sebelumnya.' Saya blak-blakan memang biasa,” ujar Jokowi dalam pertemuan dengan jajaran Direksi dan Komisaris Pertamina serta PLN di Istana Negara, Sabtu (20/11).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Informasi yang dihimpun kumparan mengungkapkan, proyek-proyek Pertamina di TPPI ada yang ditargetkan rampung akhir 2021 ini, namun ada juga yang targetnya selesai di 2023 dan 2025.
Presiden Joko Widodo saat meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12). Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat meninjau kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, Sabtu (21/12). Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, membenarkan informasi tersebut. "Ada beberapa proyek, masing-masing proyek juga terbagi ke dalam beberapa paket sesuai fase pengerjaannya," kata Fajriyah menjawab konfirmasi kumparan, Selasa (23/11).

Berikut daftar proyek pengembangan petrokimia di kilang TPPI:

1. Proyek revamping Aromatic TPPI. Proyek ini menyerap investasi sekitar USD 238 juta dan terdiri dari dua fase.
  • Fase pertama yaitu pembangunan OSBL sebanyak 5 unit tangki. Pembangunan tangki ini ditujukan untuk memaksimalkan produk paraxylene sebesar 600 ribu ton. Proyek ini ditargetkan selesai di akhir Desember 2021.
  • Fase kedua yakni upgrading ISBL (unit proses). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari 600 ribu ton ke 780 kilo ton. Proyek ini ditargetkan akan selesai di medio 2023.
ADVERTISEMENT
2. Proyek pembangunan petrokimia olefin, di mana TPPI saat ini masih dalam proses tender untuk project pembangunan yang meliputi Basic Engineering Design, Front End Engineering Design, dan eksekusi project (EPC).
Pertamina menargetkan proyek ini beroperasi di tahun 2025 yang akan memproduksi produk-produk polyprohylene dan polyethylene. Serapan investasi untuk proyek ini berkisar USD 3.900 juta.