Imbas Merger, Bank Syariah Indonesia Tutup 250 Kantor Cabang Hingga 2023
ยทwaktu baca 2 menit

Bank Syariah Indonesia atau BSI akan menutup ratusan kantor cabangnya dalam tiga tahun ke depan hingga 2023. Penutupan ini dilakukan sebagai imbas dari merger tiga bank BUMN, yakni BRI Syariah, Mandiri Syariah, dan BNI Syariah menjadi BSI.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, mengatakan setelah merger tiga bank syariah BUMN menjadi BSI, jumlah kantornya tercatat 1.530.
"Setelah merger banyak yang kita tutup atau relokasi. Karena berdekatan, bahkan sebelahan. Dampak merger harus lakukan perubahan," kata Anton dalam silaturahmi dengan media secara virtual, Jumat (6/8).
Anton memberikan gambaran. Berdasarkan hitungannya, hingga tahun 2023 saja perusahaan akan mengurangi kantor cabang sehingga nantinya jumlahnya sekitar 1.200 kantor cabang.
"Pengurangan 250 lebih cabang dalam 3 tahun. Bagaimana memaksimalkan cabang kita tanpa menghilangkan coverage," ujarnya.
Meski demikian, lanjut Anton, BSI memastikan tidak ada pengurangan karyawan. "Jadi ini dipastikan tidak ada lay off atau pengurangan karyawan," ujarnya
Menurut dia, BSI saat ini memang tidak meng-cover seluruh wilayah Indonesia. Padahal, BSI adalah salah satu bank yang harus melayani transaksi wajib di Indonesia, salah satunya haji.
"Maka kita kemudian melakukan kerja sama dengan induk kita. Ada tiga induk. Maka strategi membuka layanan syariah di induk-induk kita," katanya.
Soal apakah akan beralih ke digital untuk memaksimalkan layanan. Anton mengatakan tidak mungkin layanan BSI beralih ke digital seluruhnya, karena harus tetap ada layanan secara fisik.
Namun, kata dia, BSI memiliki kesempatan memperdalam kerja sama dengan model Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif.
"Kita sedang dikembangkan BSI Smart. Maka kita bisa buka layanan di berbagai level daerah. Contoh BSI mengembangkan bisa jadikan pesantren-pesantren untuk bisa melayani nasabah," ujarnya.
"Kita harus mengambil potensi market di kalangan muslim. Maka salah satu strategi kita bangun kerja sama di pesantren, masjid, sekolah islam terpadu, termasuk dengan Muhammadiyah," kata dia menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Retail Banking BSI, Kokok Alun Akbar, mengatakan dari sekitar total 26.975 pondok pesantren, Bank Syariah Indonesia sudah melakukan kerja sama dengan sekitar 2.000 yang sudah menjadi nasabah BSI.
"Pesantren akan digunakan sebagai garda depan ekonomi syariah. Karena secara fikih mereka sudah paham," ujarnya.
