Jajaki Industri Kendaraan Listrik di RI, Foxconn Lebih Dulu Bangun di Thailand
·waktu baca 2 menit

Perusahaan Taiwan yang selama ini dikenal sebagai perakit iPhone, Foxconn, menjajaki rencana membangun industri kendaraan listrik di Indonesia. Tapi perusahaan itu ternyata sudah lebih dulu meneken kerja sama dengan BUMN migas Thailand, PTT Plc, untuk membangun pabrik mobil listrik di sana.
Niat Foxconn membangun industri kendaraan listrik di Indonesia, sebelumnya diungkapkan Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Hal itu dia sampaikan, seusai bertemu dengan Chairman Hon Hai Precision Industry (Foxconn), Young Liu di Taipei, Taiwan, akhir Oktober lalu.
"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, kami menanti kerja sama Foxconn di Indonesia karena sejalan dengan visi besar dalam melakukan transformasi ekonomi untuk menciptakan nilai tambah. Pembangunan industri baterai dari hulu ke hilir adalah pendekatan yang tepat," kata Bahlil seperti dikutip dari Antara, Minggu (24/10).
Demi mewujudkan komitmen investasi Foxconn, Bahlil menjanjikan insentif dan menyatakan akan mengawal sendiri pengurusan perizinannya. "Jadi kami akan memastikan seluruh perizinan dan insentif melalui satu pintu, yaitu Kementerian Investasi. Saya yang akan urus dan kawal sendiri," imbuhnya.
Sementara itu Nikkei Asia melaporkan, pertemuan CEO Foxconn dengan Bahlil Lahadalia tak mengonfirmasi soal rencana investasi industri baterai atau kendaraan listrik di Indonesia. "Seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan, pertemuan itu masih diskusi dalam tahap awal dan tidak ada yang diputuskan," tulis Nikkei Asia.
Nikkei Asia juga menulis, saat ini Foxconn ada dalam barisan perusahaan yang disebut-sebut akan berinvestasi kendaraan listrik di Indonesia. Yakni BASF dari Jerman, Tesla dari Amerika Serikat, dan CATL dari China.
Sebelumnya Foxconn telah lebih dulu meneken kerja sama resmi dengan BUMN migas Thailand, PTT Plc, untuk membangun pabrik kendaraan listrik. Bangkok Post pada 16 September 2021 melaporkan, realisasi investasi senilai USD 1-2 miliar itu akan dilakukan oleh perusahaan joint venture bentukan Foxconn dan PTT Plc.
Kerja sama ini merupakan realisasi dari kesepakatan bersama atau MoU yang telah diteken kedua perusahaan, pada Mei 2021 lalu. Pabrik kendaraan listrik itu akan berproduksi dari hulu ke hilir, mulai dari komponen, desain, manufaktur, hingga perakitan mobil listrik.
Pada tahap awal, produksi kendaraan listrik ditargetkan sebanyak 50 ribu unit mobil per tahun dan akan naik jadi 150 ribu unit di tahun berikutnya.
