Lembaga Riset AS Ungkap 'Utang Terselubung' RI dari China, Nilainya Fantastis

14 Oktober 2021 10:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
70
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jokowi berjabat tangan dengan Xi Jinping. Foto: Antara/Bayu Prasetyo
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi berjabat tangan dengan Xi Jinping. Foto: Antara/Bayu Prasetyo
ADVERTISEMENT
Lembaga riset asal Amerika Serikat (AS), Aiddata, mengungkap aliran dana yang disebut sebagai utang terselubung Indonesia dari China. Laporan yang dirilis September lalu itu, me-review penyaluran pembiayaan China melalui sejumlah proyek ke berbagai negara, pada rentang 2000-2017.
ADVERTISEMENT
Dalam hasil riset berjudul 'Banking on the Belt and Road: Insights from a new global dataset of 13,427 Chinese Development Projects' itu, Aiddata menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari 25 negara penerima utang terselubung terbesar dari China.
Bahkan mengutip data di laporan setebal 166 halaman tersebut, Indonesia yang terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara. "Utang sebesar itu bagian dari strategi China untuk merealisasikan keinginannya mewujudkan jalur sutera baru atau yang dikenal dengan Belt and Road Initiative (BRI)," tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (14/10).
Dana yang diterima Indonesia dari China melalui skema ODA (Official Development Assistance), mencapai USD 4,42 miliar. Sedangkan yang diterima melalui skema OOF (Other Official Flows) lebih besar lagi, yakni USD 29,96 miliar.
ADVERTISEMENT
Ilustrasi Mata Uang Yuan. Foto: REUTERS/Petar Kujundzic
Sehingga jika ditotalkan, utang terselubung yang disalurkan China ke Indonesia pada periode 2000-2017 mencapai USD 34,38 miliar atau dengan kurs saat ini setara Rp 488,9 triliun. Jumlah ini hampir 18 persen dari total belanja APBN 2021 yang mencapai Rp 2.750 triliun.
ODA atau Official Development Assistance merupakan penyaluran pembiayaan ke negara-negara berkembang dari lembaga resmi atau negara, dengan tujuan meningkatkan pembangunan ekonomi negara berkembang tersebut. Utang dalam skema ODA, bersifat lunak (concessional) dan memiliki komponen grant minimal 35 persen.
Sedangkan OOF atau Other Official Flows, yaitu segala bentuk penyaluran dana dari pemberi pinjaman ke negara-negara berkembang, di luar kategori ODA.
Nilai utang terselubung yang diungkap lembaga riset Aiddata itu, bahkan melampaui yang tercatat sebagai utang resmi Indonesia ke China. Mengutip statistik utang luar negeri per Juli 2021 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), utang yang disalurkan China ke Indonesia 'hanya' USD 21,12 miliar atau setara Rp 300,3 triliun.
ADVERTISEMENT

Daftar 10 Negara Penerima 'Utang Terselubung' Terbesar dari China: