Menanti Janji Penurunan Harga BBM, di Malaysia RON 95 Lebih Murah dari Premium

Presiden Jokowi pernah meminta para menterinya untuk mengkalkulasi penurunan harga BBM. Hal ini sejalan dengan tren penurunan harga minyak mentah di pasar global.
"Karena itu saya minta kalkulasi dihitung dampak dari penurunan ini pada perekonomian kita terutama BBM, baik BBM subsidi dan nonsubsidi," kata Jokowi dalam rapat kabinet terbatas secara online, Rabu (18/3).
Saat itu, harga minyak mentah sudah turun ke kisaran USD 30 per barel. Jokowi juga meminta realisasi penurunan harga BBM ini dilakukan pada waktu yang tepat. Sehingga, bisa memberikan manfaat untuk perekonomian di dalam negeri.
Kini harga minyak mentah sudah jatuh ke posisi terendah dalam 21 tahun terakhir. Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh USD 15,28 per barel.
Kombinasi antara stok minyak yang melimpah dan permintaan global yang turun membuat harga minyak terus merosot ke tingkat terendah selama lebih dari dua dekade ini.
Tapi keinginan Jokowi untuk menurunkan harga BBM belum juga terlaksana. Padahal Presiden Jokowi ingin, meomentum penurunan harga minyak dimanfaatkan untuk perekonomian nasional.
"Harus merespons dengan kebijakan yang tepat dan kita harus bisa manfaatkan momentum dan peluang ini dari penurunan minyak ini untuk perekonomian negara kita," tambahnya.
Jatuhnya harga minyak mentah tersebut, telah membuat harga BBM menjadi murah. Pemerintah Malaysia misalnya, sudah enam kali menurunkan harga BBM di negeri jiran itu. Untuk pekan ini, Malaysia juga menahan harga BBM di level bawah.
Dikutip dari imoney.my, harga BBM RON 95 atau yang setara Pertamax Plus, pekan ini dipatok di harga 1,25 ringgit atau Rp 4.420 per liter. Harga itu jauh lebih murah dari BBM jenis Premium (RON 88) di Indonesia, yang masih dijual Rp 6.450 per liter.
Sementara BBM RON 97 di Malaysia, dijual 1,55 ringgit atau sekitar Rp 5.473 per liter. Harga itu jauh lebih murah dengan BBM Pertamax Turbo dengan RON 98 di Indonesia, yang harganya Rp 9.850 per liter.
Mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini, mengatakan turunnya harga minyak dunia seharusnya diiringi penurunan harga BBM di dalam negeri, terutama jenis BBM Premium.
Alasannya, kata Rudi, harga keekonomian BBM misalnya pada jenis Premium, juga ikut turun. Menurut hitungannya, harga keekonomian BBM Premium turun dari Rp 8.400 per liter menjadi sekitar Rp 4.800 hingga Rp 5.000 per liter.
"Harga keekonomian (BBM Premium) saat ini sekitar Rp 5000. Dulu nilai keekonomiannya Rp 8.400," kata dia kepada kumparan, Sabtu (11/4).
Seperti juga di Malaysia, dia menilai, penurunan harga minyak mentah harus dirasakan manfaatnya juga oleh masyarakat Indonesia. Yakni lewat penurunan harga BBM. Bukan hanya dinikmati negara, yang bisa mengimpor minyak dengan harga lebih murah.
*****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
