Naik Bus ke Luar Negeri Masih Disetop Akibat Pandemi COVID-19

Layanan transportasi darat menggunakan bus ke dan dari luar negeri hingga saat ini masih terhenti, sebagai dampak pandemi COVID-19. Transportasi bus ke dan dari luar negeri ini terdapat di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, yakni di Pos Lintas Batas Negara Sei Ambawang.
Kepala Satpel Terminal Tipe A Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sei Ambawang, Kristianto, menjelaskan sebelum ada pandemi COVID-19 terminal itu melayani perlintasan bus dari Indonesia ke Kuching, Malaysia dan Brunei Darussalam.
"Dampak wabah COVID-19 ini operasional bus rute baik ke dan dari luar negeri seperti dari Malaysia dan Brunei masih belum berjalan. Kondisi saat ini masih menunggu kesepakatan bersama antara kedua negara," ujarnya saat dihubungi di Kubu Raya, Selasa (6/10).
Kristianto seperti dilansir Antara, menyebutkan bahwa saat ini l operasional Terminal ALBN Sei Ambawang hanya melayani bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Untuk bus AKAP trayeknya ALBN Sui Ambawang, Kubu Raya - Pangkalan Bun, Kalteng.
"Untuk AKAP tersebut hanya 1 bus saja yang dilayani oleh Perum Damri. Layanan setiap hari satu kali yakni pada pukul 07.00 WIB," kata dia.
Sementara untuk trayek AKDP yakni dari ALBN Sui Ambawang, Kubu Raya - Sintang, ALBN Sui Ambawang - Nanga Pinuh, Melawi dan ALBN Sui Ambawang - Putusibau, Kapuas Hulu saat ini sudah beroperasi sejak ada era normal baru.
"Saat ini rute bus AKDP sudah beroperasi dan jumlah penumpang mulai meningkat terutama sejak penerapan normal baru. Meskipun meningkat dibandingkan saat sebelum wabah maka tentu saat ini jauh lebih rendah," katanya.
Terkait penerapan protokol kesehatan pengendalian dan pemutusan rantai pandemi COVID-19, pihaknya terus mengingatkan dan mewajibkan penumpang menjalankan aturan yang sudah ada.
"Setiap tamu dan atau penumpang selalu dicek suhu, hand sanitizer dan masuk ke dalam bilik sterilisasi, dan wajib menggunakan masker. Intinya kita terapkan semua dalam layanan dan penumpang untuk jaga jarak, cuci tangan dan memakai masker menjadi unsur wajib yang tidak boleh dilupakan," kata dia.
Bahkan pihaknya untuk areal terminal, setiap harinya juga dilakukan penyemprotan disinfektan. Hal itu untuk mencegah dan memutus rantai COVID-19 dan agar tidak ada klaster terminal.
"Kita berkomitmen bersama agar pengendalian atau pencegahan COVID dari berbagai elemen untuk disiplin sehingga kita sendiri merasakannya agar bebas COVID-19," katanya.
