Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Profil Muliaman Hadad, yang Kini Jadi Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara
24 Februari 2025 12:03 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Pembentukan BPI Danantara sudah tercantum dalam UU perubahan ketiga atas Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang sudah disahkan pada Rapat Paripurna pada 4 Februari 2025.
Prabowo resmi menunjuk Menteri Investasi Rosan Roeslani menjadi CEO Danantara. Lalu Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO), dan Pandu Sjahrir di kursi Chief Investment Officer (CIO).
Dalam UU BUMN, BPI Danantara betul akan memiliki Holding Investasi dan Holding Operasional di bawahnya. Selain itu, dalam UU BUMN, struktur organisasi BPI Danantara juga akan memuat posisi Dewan Pengawas, yang diisi oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Muliaman Hadad yang kini sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara.
ADVERTISEMENT
Adapun Muliaman ditunjuk Prabowo sebagai Kepala BPI Danantara sejak Oktober 2024 lalu. Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Presiden nomor 142b tahun 2024, tentang Kepala dan Wakil Kepala Investasi Daya Anagata Nusantara.
Profil Muliaman Hadad
Muliaman Darmansyah Hadad lahir pada 3 April 1960, memiliki karier yang mentereng. Pada 2012, Muliaman ditetapkan sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Kariernya di BI berlangsung selama 25 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur (2006-2012), Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan (2005-2006), dan Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan (2003-2005).
Selain itu, ia juga diangkat Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai duta besar Indonesia untuk Swiss merangkap Leichenstein untuk masa jabatan 2017-2023. Selanjutnya pada Oktober 2024, Prabowo menunjuknya sebagai Kepala BPI Danantara.
ADVERTISEMENT
Muliaman meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan Magister Administrasi Publik dari John F. Kennedy School of Government, Universitas Harvard. Ia meraih gelar doktor dari Universitas Monash, Australia.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara diresmikan Senin (24/2). Danantara dibentuk sebagai superholding BUMN dengan tujuan mengoptimalkan kekayaan negara melalui investasi strategis. Aset yang dikelola Rp 14.659 triliun.