Bisnis
·
11 November 2020 17:36

Punya 5 Karyawan, Disebut Keunggulan Penas Jadi Induk Holding BUMN Pariwisata

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Punya 5 Karyawan, Disebut Keunggulan Penas Jadi Induk Holding BUMN Pariwisata (1022)
searchPerbesar
Suasana Bandara Soekarno-Hatta dari kantor Angkasa Pura 2. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan akan menjadi PT Survei Udara Penas (Persero) atau PT Penas, sebagai induk holding BUMN pariwisata. Meskipun perusahaan itu hanya memiliki 5 karyawan, justru menjadi keunggulan untuk menjadi induk holding BUMN.
ADVERTISEMENT
"Struktur manajemen dan pegawai yang tidak terlalu besar menjadi salah satu faktor Penas dipilih menjadi induk BUMN pariwisata, agar perseroan bisa lebih fokus memimpin perusahaan induk ketimbang BUMN lain yang mempunyai banyak pegawai dan anak usaha," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, dalam webinar tentang 'Relaksasi dan Optimalisasi Bisnis di Bandara', Rabu (11/11).
"Kalau kami tunjuk Garuda atau Angkasa Pura jadi induk holding BUMN, itu berat. Dia harus mengurusi holding. Di satu sisi, mereka harus mengurusi operasional dan manajemennya," imbuhnya.
Menurut Arya, proses pembentuk holding BUMN pariwisata masih digodok. Setelah PT Penas ditetapkan jadi induk holding BUMN, anak usahanya juga termasuk BUMN sektor penerbangan. Yakni PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels & Resorts, PT Sarinah (Persero), Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), dan Taman Wisata Candi (TWC).
Punya 5 Karyawan, Disebut Keunggulan Penas Jadi Induk Holding BUMN Pariwisata (1023)
searchPerbesar
Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga. Foto: Nurul Nur Azizah/kumparan
Dalam waktu dekat, Arya mengatakan Kementerian BUMN akan melakukan restrukturisasi organisasi di PT Penas sebagai langkah awal sebelum menjadi induk BUMN pariwisata.
ADVERTISEMENT
Ia optimistis bersatunya BUMN-BUMN yang bergerak di bidang pariwisata dan perhubungan itu akan membuat rantai pasok dari hulu hingga ke hilir.
Secara terpisah Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty mendukung rencana pemerintah untuk membentuk empat klaster dalam induk BUMN pariwisata agar semakin kompetitif.
Menurut dia, pembentukan induk perusahaan pariwisata akan membuat BUMN semakin kompetitif, dan menjadi institusi bisnis yang efisien sebagai pemain dunia. Selain itu juga akan membuat industri pariwisata Indonesia semakin maju, baik dari sisi pengembangan destinasi maupun pemasarannya karena dukungan airport, airlines, aviasi, dan logistik.