Kumparan Logo

Siapkan Dana Rp 1 Triliun, Grup Bakrie Akan Bangun Perakitan Kendaraan Listrik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TransJakarta Uji Coba Bus Listrik Rute Blok M - Balai Kota Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
TransJakarta Uji Coba Bus Listrik Rute Blok M - Balai Kota Foto: Dok. Istimewa

Grup Bakrie menyiapkan dana USD 80 juta atau lebih dari Rp 1 triliun untuk mengembangkan bisnis kendaraan listrik. Melalui Bakrie Autoparts yang merupakan anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk, Perseroan akan membangun fasilitas perakitan kendaraan listrik di Bakauheni, Lampung.

Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya Novyan Bakrie, menjelaskan dari total dana yang disiapkan itu sebesar USD 50 juta untuk membangun fasilitas perakitan di Lampung.

kumparan post embed

"Akhir tahun ini Perseroan berencana melakukan ground breaking fasilitas perakitan kendaraan listrik di atas lahan seluas 5 hektar di Bakauheni, Lampung. Fasilitas assembly line ini konstruksinya direncanakan akan berlangsung selama 6 bulan dengan nilai investasi sekitar USD 50 juta," kata pria yang akrab disapa Anin itu dalam pernyataan pers secara virtual, Jumat (25/6).

Sementara dana selebihnya, yaknis USD 30 juta akan digunakan untuk pengembangan proyek bus listrik. “Dana tersebut bersumber dari kas internal dan Quantum Venture Fund,” imbuh Anindya Bakrie.

Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), Anindya Bakrie Foto: Ela Nurlaela/kumparan

Bus listrik hasil kerja sama Grup Bakrie dengan industri otomotif China, BYD Automotive Co Ltd, itu siap dipasok ke Transjakarta. Anin menjelaskan, sebanyak 100 unti ditarget akan diserahkan tahun ini. Dari jumlah itu, 20 di antaranya disiapkan untuk dioperasikan Juni ini.

Anin menjelaskan kerja sama bisnis bus listrik dengan BYD Automotive Co Ltd ini telah diinisiasi sejak 2018. Kerja sama tersebut telah menyepakati 4 tahap pengembangan serta produksi bus listrik.

kumparan post embed

Tahap pertama yaitu importasi dan unjuk produk, tahap kedua penetrasi pasar, tahap ketiga initial commercialization dan manufacturing, serta terakhir full commercialization.

Anin menyebutkan bus listrik Bakrie Autoparts-BYD merupakan bus listrik pertama di Indonesia yang telah lulus baik secata proses homologasi, ketentuan legalitas maupun teknis untuk diujicoba secara komersil oleh Transjakarta.

Pihaknya menargetkan nantinya tidak hanya bisa memasok bagi Kota Jakarta saja, namun juga ke daerah lain. “Daerah-daerah lain diharapkan akan mengikuti segera,” tandas Anindya Bakrie.