Tabrakan KA di Bekasi Timur: Ada KRL Jepang dan Rangkaian Baru Asal China
ยทwaktu baca 2 menit

Kecelakaan kereta api terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 21.00 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur.
Dalam insiden ini, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang rangkaian KRL tujuan Kampung Bandan-Cikarang bernomor seri Tokyo Metro (TM) 5568A dari Jepang yang tengah berhenti di jalur.
Benturan keras tidak terhindarkan, menyebabkan kerusakan parah pada gerbong terakhir KRL. Akibat kejadian ini, jalur kereta api lintas Bekasi-Cibitung sempat lumpuh.
Data sementara per 28 April 2026 pukul 09.14 WIB mencatat sebanyak 14 orang meninggal dunia, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah RS.
Kronologi
Mulanya, peristiwa ini diduga berawal dari insiden sebelumnya yang melibatkan KRL PLB 5181 relasi Cikarang-Angke. Kereta PLB 5181 lebih dulu menabrak taksi di perlintasan sebidang di Jalan Ampera, Bekasi, pada malam yang sama.
Akibat kecelakaan itu, perjalanan kereta di lintasan tersebut terganggu. KRL TM 5568A relasi Kampung Bandan-Cikarang kemudian dihentikan sementara di Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu jalur kembali aman dan KRL yang mengalami insiden sebelumnya melintas.
Namun nahas, saat dalam posisi berhenti itulah KRL TM 5568A justru ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama. Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh tim evakuasi gabungan.
Spesifikasi KRL TM 5568A dan PLB 5181
Jika diulas lebih lanjut, KRL TM 5568A merupakan KRL aktif buatan Jepang yang sekarang beroperasi di lintas Commuter Line Jabodetabek.
KRL TM 5568A termasuk keluarga dari seri 05 yang diproduksi oleh sejumlah pabrikan Jepang, yakni Nippon Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Hitachi, Kinki Sharyo, dan Tokyu Car Corporation pada tahun 1988 hingga 2004 dalam beberapa generasi.
Sedangkan, KA PLB 5181 merupakan rangkaian teranyar milik KAI Commuter yang diimpor dari China. Kereta ini datang di RI pada tanggal 30 Januari 2025 lalu.
Trainset tersebut diimpor dari perusahaan China, CRRC Qingdao Sifang Co., Ltd. Trainset terdiri dari 12 gerbong setiap rangkaian kereta, yang terdiri dari 2 gerbong lokomotif, 4 gerbong trailer, 6 gerbong motor, dan aksesoris.
Sebanyak 11 trainset kala itu tiba dari CRRC secara bertahap sepanjang semester I tahun 2025, dengan pengiriman tahap pertama berupa satu trainset.
