Viral! Tiang Pancang Proyek Kereta Cepat Dirobohkan, Menimpa Ekskavator

9 Desember 2021 8:31 WIB
·
waktu baca 2 menit
Tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dirobohkan menimpa ekskavator milik kontraktornya.  Foto: Twitter/@cybsquad_
zoom-in-whitePerbesar
Tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dirobohkan menimpa ekskavator milik kontraktornya. Foto: Twitter/@cybsquad_
ADVERTISEMENT
Sebuah video pembongkaran tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), beredar viral di media sosial. Dari suara yang terekam di video tersebut, pembongkaran itu direncanakan namun arah robohnya tiang tidak sesuai rencana tersebut.
ADVERTISEMENT
Akibatnya, tiang pancang yang roboh itu menimpa ekskavator.
"Lho... lho... lho... Jatuhnya ke sana. Enggak bakalan kuat! Lihat orang-orangnya, lihat orangnya," suara seseorang yang diperkirakan mandor proyek, menyuruh pekerja menengok dampak robohnya tiang pancang yang tak sesuai rencana.
Dari informasi yang dihimpun kumparan, pembongkaran tiang pancang proyek kereta cepat itu berada di Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Hal ini dibenarkan Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi.
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Foto: PT KCIC
"Pembongkaran pier (tiang pancang) KCJB di DK46, Teluk Jambe, Kabupaten Karawang," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (9/12).
Dwiyana mengakui, kontraktor proyek kereta cepat yang melakukan pembongkaran tidak menjalankan SOP yang menyebabkan arah robohnya tiang pancang menimpa ekskavator. “Dari investigasi KCIC didapati kontraktor melanggar SOP tersebut sehingga timbul kejadian seperti yang ada di dalam video,” ujarnya tanpa menjelaskan SOP yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa pembongkaran tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung itu. Pihak KCIC pun telah memanggil kontraktor dan memberikan teguran.
"Kami memanggil kontraktor dan memberikan teguran agar hal serupa tak terulang dan semua pekerjaan dilakukan dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Tim Engineering dan SSHE sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,” jelas Dirut KCIC itu.