8 Alasan PSSI Gulirkan Kembali Kompetisi: Demi Timnas hingga Ekonomi

Oktober 2020, liga sepak bola Indonesia akan lanjut lagi. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Iwan Bule), bilang keputusan itu sudah dipikirkan masak-masak, bahkan pihaknya telah berdiskusi bersama ahli, salah satunya dari UI.
"Surat keputusan terbaru tanggal 27 Juni ini dasarnya ada pertimbangannya kenapa, ini kembali kompetisi kita gulirkan, baik Liga 1, Liga 2, dan Liga 3," kata Iwan dalam jumpa pers di kantor PSSI, Minggu (28/6) malam.
Setidaknya, ada delapan alasan yang jadi pertimbangan kenapa kompetisi harus bergulir kembali. Berikut keterangan lengkap Iwan Bule:
1) Kampanye new normal
"Pertama, kita perlu kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi new normal, yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan lewat kompetisi sepak bola," terangnya.
Sebab, menurut Iwan, kalau mau menunggu pandemi corona kelar, ya, kompetisi bisa jadi tak akan mulai-mulai karena tidak ada yang tahu juga kapan wabah corona selesai.
2) Belajar dari sanksi FIFA
"Kedua, kita punya pengalaman disanksi FIFA, yaitu pada saat tidak ada kompetisi. Akibatnya, kurang baik persepakbolaan Indonesia di mata internasional dan juga berakibat terhadap sepak bola nasional tentunya," jelasnya.
3) Demi Timnas
"Ketiga, kompetisi yang dilakukan sekarang adalah salah satunya untuk kepentingan untuk timnas ke depan. Sebab kalau kompetisi berhenti, maka Timnas tidak bisa meningkatkan performanya dengan baik. Memang, ada TC (training camp), tetapi berbeda dengan kompetisi," katanya.
4) Timnas U-20 jadi perhatian khusus
"Untuk kepentingan timnas kita nanti, U-20. Saat mereka nanti tidak TC lagi, para pemain bisa berkompetisi di klub mereka masing-masing, baik itu di liga 1 dan liga 2, karena pada umumnya mereka sudah memiliki klub yang ada di seluruh Indonesia ini."
5) Pertimbangan TC
"Kelima, kalaupun TC berlangsung, pada umumnya, pemain yang dipanggil nanti hanya 23-30 orang. Sekarang, masih ada 44 sekian, sedangkan pemain yang tidak dipanggil TC nanti mereka tetap bermain di kompetisi bersama klub masing-masing sesuai dengan jadwalnya."
6) Amanat kongres
"Keenam, kewajiban PSSI harus memutar kompetisi itu diamanatkan dalam kongres. Terkait dengan pernyataan bagaimana regulasi kompetisi saat pandemi, maka PSSI telah mengajak klub-klub, APSSI, dan APPI untuk berdiskusi, guna menentukan format kompetisi dan regulasi kompetisi yang ada."
"Saya sebagai Ketua Umum PSSI juga telah mendengarkan masukan pemerintah, AFC, FIFA, dan masukan lainnya sebelum memutuskan bersama sama di rapat virtual EXCO."
7) Seleksi Timnas
"Ketujuh, tentunya dengan bergulirnya kompetisi, pelatih Timnas juga bisa mendapatkan pemain di luar list yang ada karena nanti tentu akan dinamis, tidak statis. Semoga ada pemain yang bagus lagi karena kompetisi bisa melahirkan kualitas-kualitas yang baru."
8) Ekonomi
"Kedelapan, kemarin kami telah seminar virtual dengan UI, dampak kompetisi dengan ekonomi, kompetisi akan menggerakkan roda perekonomian; seperti pemasukan bagi hotel, akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya, termasuk UMKM di sana."
"Kompetisi akan menggerakkan roda perekonomian, seperti pemasukan bagi hotel, akomodasi, transportasi, dan lain sebagainya, termasuk UMKM di sana," jelas Iwan Bule.
---
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona. Yuk, bantu donasi atasi dampak corona.
