Kumparan Logo

Badge Xabi Prieto, Sebentuk Ucapan Terima Kasih dan Perpisahan

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Xabi Prieto. (Foto: Josep Lago / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Xabi Prieto. (Foto: Josep Lago / AFP)

Sedikit pemain yang wajahnya pernah dijadikan badge pada jersi klub tempat dia bermain. Salah satu yang mengalaminya adalah Xabi Prieto, pemain yang kini membela dan akan pensiun di Real Sociedad.

Di La Liga, kisah tentang pemain yang lama membela satu klub adalah kisah yang cukup sering terjadi. Ada nama Iker Casillas yang lama membela Real Madrid, lalu ada juga kisah Xavi Hernandez dan Andres Iniesta yang membela Barcelona.

Belum lagi ada nama Andoni Iraola dan Bruno Soriano, yang masing-masing mencatatkan perjalanan yang lama bersama Athletic Bilbao (Iraola) dan Villarreal (Soriano).

Namun, jika membicarakan semua pemain itu, beberapa di antaranya sempat berpindah klub meski di ajang La Liga, mereka membela satu klub dalam waktu yang lama. Casillas pindah ke Porto. Xavi hijrah ke Liga Qatar.

Iniesta, setelah musim 2017/2018 berakhir, berencana untuk pindah klub, walau tujuannya masih belum jelas. Iraola juga sempat pindah ke MLS, membela New York City.

Untuk kisah one-club-man di La Liga sendiri, ada satu nama yang perlu diingat. Meski tidak bergelimang prestasi, setidaknya, dia jadi perwujudan tentang kesetiaan kepada sebuah klub sampai pensiun, layaknya Francesco Totti di AS Roma ataupun Ryan Giggs di Manchester United.

Dia adalah Xabi Prieto. Pria yang selama 15 musim terakhir hanya membela satu klub: Real Sociedad.

Untuk menghargai apa yang sudah dia lakukan, Sociedad melakukan hal yang cukup menyentuh. Mereka melakukan ini pada laga melawan Leganes, Sabtu (12/5/2018) malam, laga terakhir Prieto bermain di Stadion Anoeta dengan menggunakan seragam Sociedad.

***

Cerita antara Prieto dan Sociedad menjadi epos dan roman sekaligus. Perkenalan pertama antara Real Sociedad dan Prieto terjadi pada 2000 silam, ketika pemain kelahiran San Sebastian itu bergabung ke tim youth Sociedad. Sejak saat itu, Sociedad dan Prieto seolah ditakdirkan untuk terus bersama.

Memulai debut senior bersama tim Sociedad B pada 2002 silam, Prieto sukses mengantarkan tim Sociedad B naik ke Segunda Division B. Setahun selanjutnya, Prieto dapat kesempatan untuk tampil bersama tim senior, kala Sociedad bertandang ke markas Real Oviedo dalam laga Copa del Rey. Debutnya di La Liga bersama Sociedad juga dimulai pada tahun yang sama.

Setelah itu, tepatnya pada musim 2005/2006, Prieto benar-benar menjadi bagian dari tim utama Sociedad. Perjalanan panjang dia lalui bersama tim yang bermarkas di Stadion Anoeta tersebut.

Tak terasa, dia sudah menorehkan 530 penampilan bersama Real Sociedad, dengan torehan 74 gol dan 51 assist. Dia menjadi pemain dengan rekor penampilan terbanyak kelima untuk Sociedad sepanjang masa.

Tapi, kisah antara Prieto dan Sociedad tidak selamanya manis. Layaknya kisah cinta, ada momen ketika hubungan Prieto dan Sociedad diuji, dan ujian itu terjadi pada musim 2007/2008 sampai musim 2009/2010.

Dalam kurun waktu tiga musim tersebut, Sociedad terdegradasi ke Segunda Division. Prieto diisukan bakal hengkang ke klub lain, tapi yang terjadi justru menjadi salah satu sebab mengapa dia begitu dicintai.

Xabi Prieto bersama rekan setim. (Foto: Robert Atanasovski / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Xabi Prieto bersama rekan setim. (Foto: Robert Atanasovski / AFP)

Alih-alih pindah ke klub lain, saat tim terdegradasi ke Segunda Division, Prieto masih tetap membela Sociedad. Tiga musim tampil di Segunda Division, pemain yang sekarang berusia 34 tahun ini tetap tampil prima.

Alhasil, lewat sumbangan 15 gol dan 3 assist-nya dalam 103 penampilan bersama Sociedad di Segunda Division, dia sukses mengantarkan Sociedad naik kembali ke Primera Division pada musim 2010/2011.

Kesetiaan inilah yang membuat Prieto begitu dicintai. Meski tidak bergelimang prestasi layaknya Casillas di Madrid maupun Xavi dan Iniesta di Barcelona, Prieto mendapatkan tempat yang khusus di hati para suporter dan manajemen Sociedad.

Akhirnya, ketika memutuskan pensiun dari sepak bola dan Sociedad pada akhir musim 2017/2018, manajemen memberikan hadiah perpisahan yang unik.

Dalam laga melawan Leganes di pekan 37 La Liga, Sabtu (12/5) malam, badge Sociedad yang bergambarkan bola berbalut mahkota dan bendera, diganti oleh badge bergambarkan wajah Prieto berseragam Sociedad. Badge ini, menurut penyataan resmi dari Sociedad, merupakan sebentuk ucapan terima kasih sekaligus perpisahan bagi Prieto yang akan pensiun di akhir musim.

"Sebuah figur historis berhak menerima gesture yang historis juga. Xabi (Prieto) selalu bermain dengan jersi berlambangkan badge Sociedad di dada. Maka, di laga terakhirnya di Stadion Anoeta, Real Sociedad akan membuat badge khusus untuknya," ungkap pernyataan resmi klub.

"Xabi Prieto tidak pernah mendapatkan gelar apa pun. Tapi, dia telah mendapatkan respek dan rasa hormat dari para suporter atas pengabdiannya," tambahnya.

facebook embed

***

Memang laga di ajang La Liga musim 2017/2018 masih tersisa satu lagi bagi Real Sociedad. Melawan Leganes, Sociedad menang 3-2, dan Prieto hanya ambil bagian selama tujuh menit dalam laga tersebut, setelah masuk di menit 83 menggantikan Juanmi.

Tapi setidaknya, apa yang dilakukan Sociedad ini menunjukkan bahwa di balik kelebihan dan kekurangan yang dimiliki Prieto, Sociedad tetap menganggapnya sebagai sosok yang berjasa. Ucapan terima kasih merangkap perpisahan ini, menandakan bahwa Prieto sudah memiliki tempat spesial di hati para suporter, bahkan manajemen Sociedad sendiri.

Gracias, Xabi.