Kumparan Logo

Davide Zappacosta Isyaratkan Hengkang ke Inter Milan

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Davide Zappacosta.saat diperkenalkan Chelsea. (Foto: Chelsea FC)
zoom-in-whitePerbesar
Davide Zappacosta.saat diperkenalkan Chelsea. (Foto: Chelsea FC)

Davide Zappacosta sempat jadi mangsa Inter Milan di bursa transfer musim panas lalu. Meningkatnya kebutuhan Nerazzurri akan full-back jadi latar belakangnya, tepatnya setelah mereka melepas Davide Santon dan Yuto Nagatomo di periode bersamaan.

Well, pada akhirnya Inter memang gagal merekrut Zappacosta dari Chelsea. Akan tetapi, mantan penggawa Torino itu mengisyaratkan kemungkinannya untuk menerima pinangan Inter.

“Bisakah saya kembali ke Italia? Ya. Inter telah mengejar saya dan agen saya Alessandro Lucci telah memberi tahu tentang minat mereka, meskipun saya selalu fokus pada Chelsea," kata Zappacosta kepada Corriere dello Sport.

Sayangnya, jendela transfer musim panas Serie A telah ditutup. Artinya, Inter kudu menunggu hingga bursa transfer musim dingin yang baru dibuka Januari 2019 mendatang. Untuk sementara, Zappacosta memilih untuk tidak memikirkan transfer tersebut.

“Saya memiliki tiga tahun lagi di sini dan saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk Chelsea," lanjutnya.

Di satu sisi, eksistensi Zapacosta juga tak aman-aman betul di Stamford Bridge. Kedatangan Maurizio Sarri pun tak mengubah pangkat Zappacosta sebagai pelapis. Perubahan formasi dari tiga bek ke empat bek justru kian mengerdilkan kansnya untuk tampil reguler.

Pasalnya, kompetitor Zappacosta kini tak lagi Victor Moses seorang, melainkan juga Cesar Azpilicueta yang posisinya digeser kembali menjadi full-back kanan. Alhasil, menit bermainnya masih nihil hingga Premier League menyentuh pekan ketiga. Alasan itulah yang jadi motif pemain berusia 26 tahun itu untuk kembali ke Italia, dan tak menutup kemungkinan bahwa Inter yang akan jadi destinasinya.

Sarri, pelatih Chelsea. (Foto: Reuters/Paul Childs)
zoom-in-whitePerbesar
Sarri, pelatih Chelsea. (Foto: Reuters/Paul Childs)

“Ada banyak kompetisi di sini, tetapi saya ingin mendapatkan tempat di tim utama. Setelah itu, jelas bahwa jika saya tidak menemukan banyak ruang -- saya tidak berpikir ada pemain yang akan menyukainya (sebagai pemain pelapis)," jelas pemain 26 tahun ini.

Sementara itu, nasib Zappacosta akan berbeda andai bisa pindah ke Inter. Skuat asuhan Luciano Spalletti itu tidak punya opsi di pos full-back. Terhitung hanya Danilo D'Ambrosio, Dalbert, dan Sime Vrsaljko yang merupakan full-back murni.

Kwadwo Asamoah yang didaratkan dari Juventus pada bursa transfer termutarkhir sebenarnya mampu bermain di pos full-back. Namun, Spalletti memilih menurunkannya sebagai gelandang.

Nilai plus lainnya, Inter saat ini mentas di Liga Champions, satu level di atas Chelsea yang cuma berpartisipasi di Liga Europa, kendati secara konsistensi sejauh ini, Chelsea lebih meyakinkan karena sukses menyapu bersih tiga laga awal Premier League. Sebaliknya, Inter masih terseok di urutan ke-11 karena hanya mengumpulkan satu angka dari dua pertandingan di Serie A.