kumparan
1 September 2018 13:32

Emery Tampik Kabar Perselisihan dengan Mesut Oezil

Mesut Oezil
Mesut Oezil jadi kapten Arsenal. (Foto: REUTERS/Edgar Su)
Tak ada nama Mesut Oezil dalam skuat Arsenal saat tim London Utara itu meraih kemenangan perdana di Premier League musim 2018/19 kala menghadapi West Ham United pekan lalu. Namun, pelatih Unai Emery menampik bahwa absennya Oezil itu disebabkan oleh perselisihan dengan dirinya.
ADVERTISEMENT
Dalam dua pertandingan pertama menghadapi Manchester City dan Chelsea, Oezil selalu bermain. Akan tetapi, Arsenal justru harus menelan kekalahan dalam dua pertandingan tersebut. Digantinya Oezil pada laga menghadapi Chelsea pun menimbulkan spekulasi perselisihan tadi. Sehingga, pemain 29 tahun itu kemudian tak dimainkan saat Arsenal mengalahkan West Ham.
Selepas laga melawan The Hammers, Emery sebenarnya sudah menjelaskan duduk perkaranya. Sosok asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa Oezil tak bisa bermain karena menderita laringitis atau radang pita suara. Jelang laga pekan keempat menghadapi Cardiff City, Minggu (2/9/2018) malam WIB, pun Emery kembali buka suara soal Oezil.
Menurut keterangan Emery, sama sekali tidak ada masalah dengan Oezil. Saat ini, kondisi pemain bergaji termahal di Arsenal itu juga sudah pulih. Meski demikian, mantan entrenador Sevilla itu juga mengingatkan Oezil agar bisa beradaptasi dengan keinginannya.
ADVERTISEMENT
"Dia sudah berlatih dengan normal bersama para pemain lain. Dia mengikuti semua sesi latihan pekan ini. Kondisinya baik-baik saja. Sekarang, yang jadi fokus adalah di mana dia akan bermain dan juga bagaimana gaya bermain lawan yang akan kami hadapi," kata Emery seperti dikutip dari The Guardian.
Unai Emery
Unai Emery di laga Arsenal vs Manchester City. (Foto: Reuters/John Sibley )
"Aku suka pemain yang bisa bermain di berbagai posisi. Semuanya memang tergantung situasi pertandingan dan semua pemain pun harus begitu. Untuk itu, Mesut telah bermain di sayap kanan serta sebagai pemain nomor sepuluh untukku. Selanjutnya, kami akan terus melakukan itu," imbuh pria 46 tahun tersebut.
Pada laga menghadapi City, Oezil bermain sebagai penyerang sayap kanan. Sementara, pada laga menhadapi Chelsea, mantan penggawa Real Madrid itu ditempatkan di posisi favoritnya, yakni di belakang penyerang. Namun, ketika bermain sebagai pemain nomor sepuluh itulah Oezil justru ditrik keluar di tengah-tengah laga.
ADVERTISEMENT
"Kami memang menuntut para pemain untuk selalu berbuat lebih dan lebih. Tidak cuma Mesut, tetapi semua anggota tim. Kami harus terus membangun motivasi. Kami harus punya hasrat untuk jadi lebih baik setiap harinya. Ini adalah pesanku untuk tim, untuk semua pemain," tegasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan